Jumat, 23 November 2018

Nikmatnya Menghadapi Era Digital dan Cerdas dalam Menyikapinya

Nikmatnya Menghadapi Era Digital dan Cerdas dalam Menyikapinya
By ana_susan
      Kemajuan teknologi di era digital (media baru) telah membuka mata kita, agar lebih berhati-hati dalam menyerap informasi yang ada. Munculnya media baru ini membuat masyarakat dapat menerima informasi secara cepat. Akhirnya banyak media massa seperti koran, majalah maupun buku berpindah haluan menuju era digital. 
Kemajuan Teknologi Digital Sejalan dengan Revolusi Industri
     Memasuki Revolusi Industri, masyarakat Indonesia harus berpikir kreatif agar tidak tergerus oleh zaman. Pencipta software pertama dalam Bahasa Indonesia Hasan Hambali, mengatakan bahwa di era digital keberadaan robot di Indonesia telah menjamur di berbagai sektor industri. Artinya, jangan sampai perkembangan ini diserbu oleh orang asing. Karena jika tidak, robot-robot yang dihasilkan oleh ilmuwan Indonesia akan jauh dari nilai budaya tanah air.
Usia Pemberian Gadget yang Tepat pada Anak
     Tidak dapat dipungkiri, bahwa gadget seperti sudah menjadi gaya hidup. Bahkan anak-anak usia balita, sudah pandai memainkannya. Dengan kemampuan salah satu panca indera melihat, mereka mampu untuk menekan tombol-tombolnya. Padahal dirinya sendiri belum bisa membaca. Jika gadget dijadikan sebagai pengganti kasih sayang orang tua, maka sang anak lambat laun akan mengalami permasalahan saat dewasa kelak.
     Dampak yang ditimbulkan dari era digital ini dapat bermacam-macam. Bagi orang tua yang terlalu sibuk mencari uang dan memiliki bisnis di mana-mana, kadang menjadikan teknologi digital seperti gadget sebagai pelampiasan untuk menenangkan anak agar tidak mengganggu mereka. Hal ini berlangsung sejak sang anak kecil. Di saat dewasa, orang tua merasa kewalahan dengan aktivitas bebas dari sang anak dengan gadgetnya. Apalagi ditambah akses wifi gratis yang dipasang di rumah mereka masing-masing.
     Satu sisi, wifi tersebut memudahkan orang tua untuk memberi tambahan chanel pendidikan gratis yang bisa membantu mereka dalam hal belajar. Akan tetapi sisi negatif cendrung mengikuti mereka manakala mereka berusaha mencari hal-hal baru yang menurut mereka adalah sebuah kewajaran. Ditambah lagi dengan perkembangan hormonal terhadap lawan jenis. Rasa penasaran yang tinggi membuat mereka mencari tau sendiri situs-situs yang tidak wajar di akses secara bebas tanpa melalui penyerapan terlebih dahulu.
     Jika hal ini terjadi, maka yang disalahkan pasti sang anak. Padahal faktor utama yang menjadikan mereka seperti itu adalah orang tuanya. Bagi orang tua yang cerdas, mereka pasti tau kapan memberikan gadget pada anaknya. Untuk mengalihkan perhatian anak, mereka cenderung memberikan permainan yang lebih edukatif serta melibatkan fisik mereka.
     Menurut Rieny Hassan, seorang pengasuh rubrik psikologi di Tabloid NOVA, mengungkapkan bahwa orang tua kita harus bijak menyikapi informasi yang ada di internet. Misalnya saja ada informasi bahwa kulit pisang dapat dijadikan bahan dasar untuk pembuatan lotion. Mendapat informasi seperti ini, kita tidak boleh menelan mentah-mentah. Akan lebih baik bila kebenarannya dipastikan terlebih dahulu.
Kemudahan Penjualan Online dibanding dengan Penjualan Offline
      Tidak bisa dipungkiri, padatnya aktivitas fisik, kepadatan lalu lintas, serta waktu yang tidak pernah cukup merupakan masalah yang dialami oleh setiap individu. Banyak keperluan yang primer maupun sekunder silih berganti menghampirinya. Rasa lelah pun selalu menghantui mereka.
Hal ini tidak berlaku bagi mereka yang menggandrungi teknologi. Bagi mereka kemajuan teknologi mampu memudahkan mereka untuk membeli produk secara online tanpa harus bercapek-capek ria ke jalan raya. Bahkan mereka juga menjual produk dari supplier yang mereka yakini keberadaannya. 
     Keuntungan yang didapat dari penjualan online adalah mampu menghasilkan uang tanpa perlu mengeluarkan energi yang banyak. Kita cukup menggerakkan jari-jari secara aktif menyentuh gadget kita. Kekurangannya, kita tidak tau produk yang kita jual apakah bagus atau tidak, apalagi jika dropship. Namun demikian, hal ini bisa di atasi manakala produk yang akan kita jual harus di sortir terlebih dahulu ke alamat kita.
Kemudahan mengakses buku tanpa harus mengeluarkan uang 
     Banyaknya aplikasi buku online seperti IJAK dan IPUSNAS maupun e-book memudahkan bagi kita untuk mengakses segala jenis buku baik fiksi maupun non fiksi untuk dilahap.
     Berbeda halnya saat tahun 80-an, dimana jika kita ingin membaca buku melalui perpustakaan keliling atau perpustakaan nasional bahkan kita harus merogoh kantong celana untuk memilikinya. Alih-alih buku itu di baca, tapi kadang kenyataannya setelah beberapa lembar buku itu akan tergeletak saja di atas meja kita. 
     Nah, dengan adanya aplikasi buku online maupun e-book (elektronik book) ini, maka kita bebas membuka buku apa saja tanpa harus takut menyelesaikannya atau tidak. Sedangkan jika kita beli, kita akan menyesal, alasannya karena buku yang kita baca tidak tuntas.
Tulisan kita bisa sampai di semua belahan dunia
    Loh kok bisa? Iya dong. Dengan kemajuan teknologi digital, tulisan kita bisa di baca oleh semua orang. Apakah melalui facebook, Instagram, tweeter, bahkan blog dan masih banyak lagi tulisan yang bisa kita tuangkan melalui media sosial. Berbeda pada zaman sebelum era digital. Tulisan kita hanya mampu kita baca, hafal dan simpan. Syukur-syukur catatan dari buku tersebut masih ada. 
     Jika catatan itu hilang akibat bencana misalnya, mungkin kita akan sulit menemukannya kembali. Jika di bagikan di medsos kita akan mudah untuk mencarinya sewaktu-waktu dibutuhkan. Uniknya yang telah kita tuliskan bisa dinikmati oleh orang banyak. Ibarat sebuah pepatah mengatakan satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, akan tetapi satu tulisan mampu menembus ribuan bahkan jutaan kepala manusia. 
Banyaknya Aplikasi di Play Store
Banyaknya aplikasi di playstore kadang membuat kita miris sebagai orang tua. Pasalnya, ada beberapa game yang dapat melalaikan si pengguna terutama anak-anak. Namun demikian, banyak aplikasi tertentu mempermudah urusan kita. Seperti aplikasi gojek online misalnya. Dengan adanya aplikasi ini, kita akan bebas macet untuk beberapa saat. Atau aplikasi goofood, di mana aplikasi ini memudahkan kita untuk memesan makanan yang kita sukai tanpa harus merintangi cuaca panas, hujan maupun angin.
Aplikasi tokopedia, shoopee dan toko online lainnya, juga memudahkan kita untuk pemesanan berbagai barang. Enaknya lagi ada ongkos gratis ongkir dan beberapa bonus cashback lainnya.
Al quran digital juga tidak kalah pentingnya bagi kita pengguna era digital. Jika kita lupa membawa alquran maka kita tidak perlu khawatir untuk membacanya melalui alquran digital.
Gimana? Sangat menyenangkan bukan, menikmati segala fasilitas yang tersedia di era digital ini. Tapi, jangan sampai kita juga lupa waktu dalam menggunakannya. Kebanyakan orang-orang yang menikmati kemajuan era digital memiliki empati dan rasa sosial yang rendah. Namun demikian, kita sebagai orang yang cerdas dalam era ini haruslah pandai-pandai mengisi waktu agar kita tidak tergerus oleh zaman dan tidak dimanjakan oleh kemajuan teknologi. Setidaknya dengan adanya era digital ini apapun yang kita inginkan akan lebih mudah.

Hosting murah : http://www.domainesia.com/hosting/
Cara membuat blog : http://www.domainesia.com/tips/cara-membuat-blog-profesional/
#digitallife #madepossible #domainesia
@domainesia @hosting murah @domain murah @hosting Indonesia @domain Indonesia @cara membuat blog @cara membuat website @lomba blog domainesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentarnya ya 😍. Terima Kasih