Senin, 03 Juni 2019

Lima Tips Senangnya Menyambut Lebaran di Daerah Rantau



Lima Tips Senangnya Menyambut Lebaran di Daerah Rantau
Posted by ana_susan I June 4, 2019


pixabay.com


Lebaran adalah momen yang paling indah bagi semua umat Islam. Suasana bahagia setelah berpuasa sebulan penuh menjadikan hari lebaran penuh suka.

Sepulang dari salat idul fitri, setiap anak bersalaman pada ayah dan ibu, menikmati hidangan lebaran, berkunjung ke sanak saudara dan tetangga. Belum lagi mendapat uang lebaran, seolah lebaran itu tidak ada kata sedih di dalamnya.

Namun, bagaimanakah jika kita yang sedang bersekolah atau sudah berkeluarga yang dirantau tidak bisa menikmati suasana yang suka itu. tidak bertemu ayah dan ibu, hanya bisa menelpon saja.

Mungkin setahun pertama dirantau atau tidak bisa pulang adalah hal biasa. Bagaimana jika bertahun-tahun tidak bisa pulang karena terkendala dengan biaya? Bagaimana mengatasi rasa sedih dan hal yang kurang tersebut? 

Apakah harus menangis sepanjang hari lebaran? Tentu tidak bukan.
Ada beberapa tips dariku pribadi untuk menghilangkan rasa sedih  di rantau karena tidak pulang kampung atau mudik.


Permohonan Maaf

Sepulang dari salat idul fitri, usahakan yang pertama kita sapa adalah kedua orang tua melalui telepon setelah sungkeman suami istri dan anak-anak. Sampaikan permohonan maaf kita karena tidak bisa pulang kampung.


Minta Doa

Mintalah doa dari kedua orang tua agar dimudahkan rezeki untuk bisa pulang kampung di tahun berikutnya. Doa kedua orang tua tidak pernah ada hijab meskipun kita telah menikah. Di tangannyalah letak qoramah itu.


Kunjungi Tetangga yang Dituakan

Mengunjungi tetangga yang dituakan dapat menjadi penawar rasa rindu kita kepada kedua orang tua. Kita hormati tetangga itu seperti kita hormati orang tua kita sendiri.


Kunjungi Teman dan Saudara Dekat

Mengunjungi saudara dekat yang sama-sama dirantau dan sama-sama tidak bisa pulang akan sedikit menghibur diri kita yang sedih. Demikian juga saat silaturahim ke teman-teman dari daerah yang sama maupun tidak.


Masak Menu Lebaran

Memasak menu lebaran yang biasa dimasak oleh ibu kita, juga dapat mengobati rasa rindu karena tidak bisa pulang kampung. meskipun rasa dari masakan kita tidaklah seenak yang dimasak oleh ibu kita.

Itulah beberapa tips menghibur diri bagi perantau karena tidak bisa menikmati berkumpulnya bersama keluarga. Tidak perlu sedih karena Allah lebih tahu keadaan kita kapan kita harus pulang atau kapan tidak. Yang pasti aturan Allah itu pasti lebih hebat dari aturan manusia.  

Selalu tersenyum dengan semua ketentuannya akan menambah rasa syukur kita. Setidaknya kita bisa merasakan orang yang memiliki masalah yang lebih sedih dari kita. Keep positive thinking. Walahualam.

#Day_30
#30HariKebaikanBPN



Antara Doa Dan Harapan Merujuk Surah Ad Dhuha



Antara Doa Dan Harapan Merujuk Surah Ad Dhuha
Posted by ana_susan I June 4, 2019

pixabay.com

Doa dan harapan, dua kata yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Di saat seseorang berdoa pasti dia akan mengharapkan sesuatu yang dia pinta.

Apa Itu Doa?
Doa adalah apa saja yang kita minta pada Allah agar dikabulkan. Doa-doa tersebut berupa cita-cita, rezeki, kesehatan lainnya. Namun kadang ada doa yang dikabulkan oleh Allah dengan cepat, ada yang ditunda dan ada pula yang lama baru dikabulkan. Padahal kita telah melakukan di waktu-waktu yang mustajab.
Saat doa dikabulkan kita mengatakan Allah sayang sama kita, namun saat doa tidak dikabulkan sebaliknya. Padahal jika kita mau memahami hakekat dari doa itu sendiri, Allah itu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita pinta.
Kalau doa yang kita pinta tidak dikabulkan sekarang, itu artinya Allah menundanya untuk sementara waktu dan akan dikabulkan nanti. Kapan itu? hanya Allah yang tahu.

Apa itu Harapan?
Saat satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka, namun kita sering kali terpaku menyesali pintu yang tertutup itu, hingga tak bisa melihat pintu lain yang terbuka bagi kita (Alexander Graham Bell)
Itulah kalimat yang diucapkan oleh salah seorang ilmuwan tentang harapan. Dimana manusia selalu menghrapkan apa yang dia inginkan, namun saat harapan yang dia inginkan tidak terpenuhi, dia down, sedih, kecewa, padahal masih ada harapan lain yang bisa dicapai.
Sebagai contoh kita ingin membuat usaha yang telah kita rancang dengan apik dan matang. Namun saat di perjalanan, Allah menakdirkan uang kita dirampok, usahanya masih setengah, dan untuk melanjutkan bingung harus bagaimana.
Jika kita mau berpikir, oh mungkin ada yang salah dari proses yang kita jalankan. Atau mungkin ada yang belum lengkap skedul yang kita rancang. Atau apa saja yang menghambat harapan kita.
Lantas adakah hubungan antara doa dan harapan? Oh tentu saja. kedua kata itu saling berhubungan

Hubungan Doa dan Harapan
Sebagai manusia yang percaya pada sang pencipta, tentunya pasti yakin akan keajaiban doa dan harapan. Mengapa? Yah, karena kedua kata itu tidak bisa dipisahkan.
Saat kita berdoa pasti ada terselip kata harap di dalamnya. Kita ingin jodoh yang baik, ingin anak yang soleh, ingin sukses atau apa saja. semua doa yang kita panjatkan pasti terselip kata harap di dalamnya.
Nah, bagaimana jika doa dan harapan itu tidak tercapai? Dalam konteks ini, rasulullah mengajarkan sesuatu yang amat penting. Yaitu melalui surah Ad dhuha.
Rasulullah sangat sedih, karena selama enam bulan wahyu tidak pernah turun. Enam bulan bukanlah waktu yang sebentar. Rasulullah merasa Allah mencampakkannya, atau membencinya. Rasulullah sedih selama enam bulan tersebut.
Namun, apa yang dikatakan Allah setelah enam bulan itu? ternyata, Allah tidak membencinya Allah sangat cinta pada Nya. Allah menghiburnya melalui surah Ad dhuha.


Jadi tidak ada kata benci, sedih atau kecewa, atau hal-hal buruk yang kita timpakan pada Allah. Positif thinking lah dengan semua yang diberikan Nya.
Jangan pernah kecewa, boleh jadi kita menyukai sesuatu, tapi itu amat buruk bagi kita, atau boleh jadi kita membenci sesuatu, tapi menurut Allah itu amat baik bagi kita.
Perbanyak bersyukur, toh masih ada yang tidak seberuntung kita, Allah menakdirkan kita seperti ini, karena dia percaya kita bisa melakukannya. Hanya saja yang Allah lihat sekarang, apakah kita mampu berkompetisi di antara makhluk-makhluknya untuk terus memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. wallahualam.
#Day_29
#30HariKebaikanBPN

Minggu, 02 Juni 2019

Momen Terbaik Ramadan Adalah Mendapatkan Malam Lailatul Qadar


Momen Terbaik Ramadan Adalah Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Posted by ana_susan I June 3, 2019



republika.co.id

Momen terbaik Ramadan adalah momen dimana kita merasakan nikmatnya Ramadan. Setiap orang pasti memiliki momen tertentu yang bisa menjadikan sebagai kerinduan dan kenikmatan yang dirasakan.

Sebulan penuh yang sangat special diberikan Allah, menjadikan bulan tersebut penuh keberkahan. Mengapa dikatakan berkah? Coba kita perhatikan, bagaimana Allah menggerakkan orang yang biasa tidak salat lalu salat taraweh bersama-sama di bulan Ramadan? Kemudina ada juga yang tidak biasa bersedekah menjadi rutin bersedekah di bulan Ramadan.

Tidak ada satu hari pun yang merugikan manusia saat Ramadan. Kebaikan yang kita lakukan berbalas pahala dari sang Maha Kuasa. Ngabuburit misalnya, selama Ramadan sering kita lakukan bersama keluarga. Menikmati sore sebelum berbuka sambil keliling melihat jajanan buka yang jarang disajikan selain Ramadan. Padahal sebelum Ramadan momen tersebut jarang didapatkan karena kesibukan masing-masing.


Ngabuburit. Sumber Gambar : dadut.com



Belum lagi berkumpul buka puasa bersama keluarga besar dan teman. Kadang teman yang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, Allah pertemukan di Ramadan dengan buka bersama.


Mudik. Sumber Gambar : tirto.id


Mudik juga bisa merupakan momen kita saat Ramadan. Seminggu sebelum lebaran tiba kita telah mempersiapkan tiket untuk mudik. Bertemu keluarga, orang tua dan handai tualan seolah telah menjadi sebuah tradisi. Apalagi bagi perantau.

Demikian juga pakaian baru. Kebanyakan kita akan membeli baju baru untuk anak, suami atau lainnya untuk memberikan hadiah bagi mereka. Anak-anak kadang merasa sangat gembira menerima baju yang telah diberikan oleh kita. Apalagi baju tersebut kesukaannya. Tanda terima kasih selalu terucap dari bibir mereka.


Belum lagi promo belanja yang selalu hadir setia menemani belanja kita. setiap toko online dan offline berlomba mengadakan promo besar-besaran guna mengundang para pembeli untuk memborong barang-barang yang mereka butuhkan. Semua seolah menjadi kepuasan tersendiri.

Dari semua moment Ramadan yang ada, momen terbaik Ramadan adalah saat kita bisa merasakan malam lailatul qadar. Tidak ada yang tahu hari ke berapakan malam tersebut. Yang pasti Allah hadiahkan untuk hamba-hambanya yang setia beribadah siang dan malam.

Ibadah yang dilakukan berupa amalan wajib, sunnah, zikir, shalawat yang bisa memperkat ruhaninya. Sehingga jasadnya pun akan seimbang dengan sendirinya.

Bagaimana dengan kalian, apa moment terbaik kalian saat Ramadan?

#Day_28
#30HariKebaikanBPN



Kastengel Jajanan Trend di Setiap Lebaran



Kastengel Jajanan Trend di Setiap Lebaran
Posted by ana_susan I June 2, 2019



Siapa sih yang tidak kenal Kastengel. Kue kering yang satu ini pasti hadir di setiap lebaran. Hampir semua rumah yang kita kunjungi saat silaturahmi selama lebaran pasti menyajikan kue ini.

Bentuknya yang panjang, sekitar tiga centimeter dengan taburan parutan keju membuat siapa saja yang melihatnya pasti tergerak untuk membeli atau mencicipi.

Kastengel berasal dari kata kaas yang artinya keju dan Stengel yaitu batang. Atau kue kering yang dibuat dari adonan tepung terigu, telur, margarin, dan parutan keju.

Asal Mula Kastengel
Kue ini berasal dari negara Belanda dan diperkenalkan oleh nyonya Belanda yang sejak zaman dahulu sebagai sajian yang istimewa. Di Belanda kastengel bentuknya lebih panjang seperti tongkat terbuat dari puff pastry dan keju di atasnya, biasanya kita dapat menemukan kastengel ini di toko roti dan dimakan sebagai camilan.


sumber Gambar : kaasstengels.orangegraphiclabs.com




Sebagai negara yang sempat dijajah oleh Belanda selama berabad-abad, adalah wajar jika warisan kuliner dari negeri kincir angin ikut terserap dalam khazanah kuliner lokal. Kastangel lah salah satu khazanah kuliner tersebut.

Kue ini juga disajikan di rumah-rumah pejabat dan pegawai Belanda yang menikahi  wanita pribumi atau nyonya Belanda yang mengikuti suaminya bertugas. Merekalah yang membawanya.

Kastangel Indonesia Vs Kastangel Belanda
Setelah berada lama di Indonesia, barulah kastangel berubah bentuknya menjadi lebih kecil. Dari komposisinya juga berbeda. Utnuk bisa melihat perbedaan kastangel Indonesia dengan Belanda, dapat dilihat dari bahan dan cara pembuatannya berikut ini.

Sumber Gambar : kaasstengels.orangegraph.clabs.com

Kastangel Indonesia terdiri atas mentega, tepung terigu, telur, keju edam, keju cheddar, margarin. Kastengel Belanda terdiri butter pastry beku, minyak zaitun daun thyme kering, dan keju parut (parmesan / cheddar / gouda).
Kastangel Belanda biasanya disantap bersama sup dan salad sedangkan kastengel Indonesia tidak.

Pencinta Keju Pasti Suka Kastengel
Bagi kalian pencinta keju, tentunya kastengel menjadi list utama jajanan lebaran untuk di rumah. Rasanya yang asin dan gurih ini menjadikan lidah ingin menyantapnya lagi dan lagi.

Kadang setoples saja habis tanpa disengaja sambil nonton televisi ngobrol dan lainya.

Bagi kamu yang bukan pencinta keju, masih ada pilihan jajanan lebaran lainnya. Seperti nastar, kue sagu dan lain lain. Bagaimana dengan pilihan jajanan lebaran kalian?

#Day_27
#30HariKebaikanBPN