Jumat, 24 April 2020

7 Hal yang Bisa dilakukan Ibu Mengadapi Anak Milenial di Masa Covid-19

| Jumat, 24 April 2020

7 Hal yang Bisa dilakukan Ibu Mengadapi Anak Milenial di Masa Covid-19
Posted by ana_susan   24 April 2020


Foto: Pexels.com dan trimbunnews.com. Desain by Canva


“Kita bukan berperang dengan siapa pun, tetapi sedang berperang dengan diri sendiri,” ujar Belva dalam konferensi pers di BNPB Jakarta pada Senin, 23 Maret



Itulah ungkapan yang dilontarkan oleh staf khusus milenial Presiden Republik Indonesia. Menurut beliau, generasi milenial merupakan generasi penularan Covid-19 terbesar. Jadi mereka harus peduli dan membantu pencegahan penularan virus yang telah menjadi pandemi dunia.

Pernyataan ini juga didasari oleh data tes yang berada di Korea Selatan terhadap covid19. Dimana, sebanyak 300 ribu orang dengan beberapa kelompok usia dites Covid-19.Hasilnya menunjukkan 30 % ada pada usia 20-29 tahun (generasi muda milenial). Jumlah ini tiga kali lebih besar dari usia 30-39 tahun.

Hal ini juga didasari pada imunitas yang dimiliki kaum muda milenial sangatlah tinggi. Namun demikian bukan berarti mereka tidak tertular. Selain itu, mobilitas para milenial jauh lebih tinggi. Diantaranya, sering kumpul-kumpul, bertemu dengan cipika cipiki, dan masih banyak lagi. Untuk mengurangi angka tersebut, perlu adanya peran seorang ibu di rumah saat masa lockdown dan work from home. Mengingat fungsi seorang ibu dalam keluarga sebagai madrasah utama.

Ada 7 hal yang bisa dilakukan oleh Ibu menghadapi anak milenial di masa Covid-19 ini.

1-Membantu Anak Menyebarkan Berita Covid-19 dengan Cara yang Santun





Kita tahu, bahwa anak milenial sangat mudah untuk memperoleh informasi. Yah, ini dilakukan oleh mereka agar tidak ketinggalan zaman atau tidak gaptek.

Peluang ini seharusnya diarahkan oleh sang ibu untuk membimbing anak milenial untuk ikut serta dalam menyebarkan berita seputar Covid-19 sehingga bisa di akses di berbagai media sosial. Namun demikian, berita yang disebarkan bukanlah berita hoaks, tetapi didasari oleh data yang akurat.

2-Menanamkan Kesadaran Bahaya Covid-19




Seorang ibu yang terlanjur berada di zaman milenial, harus kritis dan memiliki kecerdasan yang lebih oke. Mencari info tentang Covid-19 misalnya. Harus dilakukan mulai dari pengertian apa itu Covid-19, mengapa bisa terjadi, bagaimana penularannya serta mencegah agar tidak terkena olehnya. Untuk itu ibu wajib mencari tahu semuanya dan disampaikan dengan detail pada anaknya.

Segala argumen anak, harus dihadapi dengan tenang dan sabar.

3-Melakukan Social Distance





Social distance atau mengatur jarak pertemuan, yaitu suatu cara menghindari penularan antar manusia terhadap Covid-19. Jika jarak terlalu dekat saat pertemuan yang memang terpaksa harus dilakukan, maka akan mudah tertular bila salah seorang di antaranya mengindap Covid-19.

Kesenangan para anak milenial yang suka berkumpul hanya sekedar berbincang-bincang saja membuat penularan Covid-19 kian tinggi. Untuk itu mereka harus dicegah untuk keluar rumah. Pastikan, jika mereka ingin berbincang, bisa dilakukan melalui video call saja.

4-Tidak Cipika Cipiki




Tindakan ini biasanya dilakukan oleh kaum perempuan. Jika telah bertemu, yang akan dilakukan adalah berjabat tangan, memeluk lalu dilanjutkan dengan cipika cipiki atau bersentuhan antar pipi.
Sentuhan semacam ini saat Covid-19 sangat tidak dianjurkan. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya melarang sang anak untuk tidak bertemu sementara waktu.

5-Menggunakan Masker Saat Flu dan Batuk




Penggunaan masker sangat dianjurkan oleh pemerintah khususnya bagi penderita flu dan batuk. Hal ini dilakukan karena gejala yang dimunculkan mirip dengan Covid-19. Nah, jika ini dilakukan, maka
dia tidak menularkan pada orang lain.

Aturan ini berlaku untuk semua umur tak terkecuali anak milenial.

6-Rajin Mencuci Tangan


Foto :tribunnews.com


Mencuci tangan yang benar juga harus diberitahukan pada anak milenial. Saat mencuci tangan tidak hanya mencuci saja menggunakan air, atau sekedar mencuci tapi tidak memakai sabun antiseptik untuk tangan akan tetapi harus dilakukan dengan beberapa langkah mencuci tangan yang benar menurut standar WHO.

7-Pola Hidup Sehat




Pola hidup sehat adalah pola yang telah lama diterapkan oleh rasulullah SAW. Mulai dari banyak minum air putih, mengkonsumsi madu, kurma dan susu kambing. Belum lagi bekam yang dilakukan setiap bulannya.

Bagi generasi milenial yang hobi dengan makanan serba instan, wajib bagi ibu menjelaskan bahaya yang ditimbulkan untuk beberapa tahun ke depan. Belum lagi malasnya mereka untuk bergerak (melakukan olah raga ringan). Semua waktunya habis dalam bermain Gadget saja.

Tantangan inilah yang harus dilalui seorang ibu untuk menjaga keluarganya agar tetap aman dan sehat selama masa Covid-19 berpandemi. Tidak lupa doa yang dilantunkan agar bisa mengetuk sang Pencipta untuk mencurahkan rahmatnya pada kita. Berharap semoga penularan Covid-19 ini cepat terputus rantainya.

Inilah 7 peran yang dilakukan seorang ibu untuk menguatkan keluarga dan lingkungan sekitar.
Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan blogging yang diadakan oleh IIDN melalui web IIDN https://ibuibudoyannulis.com

#TantanganBlogging 
#TantanganBloggingApril  

Sumber :
https://republika.co.id/berita/q7mwit328/siapa-bilang-milenial-kebal-virus-corona

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan pesan atau saran seputar tema pembahasan :).