Monday, March 30, 2020

Raja Ampat, Destinasi Wisata Hijau Papua Barat Terbaik Dunia

Raja Ampat, Destinasi Wisata Hijau Papua Barat Terbaik Dunia
Posted by ana_susan, 30 Maret 2020




Foto: pngimage.net




“Raja Ampat adalah segenggam surga jatuh ke bumi
(Ustadz Abdul Somad).”


Semua perlengkapan sudah disiapkan olehku. Suami memastikan apakah barang-barang untuk keperluan backpaker betul-betul lengkap. Aku pun mengecek kembali sembari membuka juga tas anak-anak.

Setelah selesai, keesokan harinya aku berangkat menuju tanah rencong. Kegiatan backpacker tahunan ini dilakukan juga bersama anak murid di sekolahan suami. Banyak hal yang didapat. Mulai dari sharing bisnis ke pengusaha sukses, bakti sosial,  bahkan kunjungan wisata di beberapa spot menarik.

Bicara soal wisata, membuat hati siapa saja senang. Sambil menikmati budaya yang terpampang dan kekayaan alam yang tersaji di depan mata. Kedatangan pengunjung domestik maupun manca negara membuat perekonomian suatu daerah terangkat dan semakin dikenal.

Banyak tempat menarik yang bisa kalian dapatkan di kota Serambi Mekah ini. Ada Meusium Tsunami, Pantai Lhok Me, Uleu Lheu dan masih banyak lagi. Kalian juga bisa menikmati daerah ujung Pulau Sumatera. Yaitu kota Sabang. Di kota ini meskipun kecil namun menyimpan keindahan yang banyak.

Salah satunya Iboih. Desa yang terdapat di kecamatan Sukakarya, Pulau Sabang ini menjadi tempat favorit untuk berekreasi dan melepaskan penat. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat langsung “akuarium raksasa” di bawah laut Iboih. Tak ketinggalan, santapan lezat berupa hasil laut yang segar juga menjadi daya tarik tersendiri.

Apalagi dengan jernihnya air laut, kalian dapat menikmati ikan-ikan yang sedang bercengkrama satu dengan lainnya. Luasnya pantai ini bisa dinikmati dengan cara diving maupun snorkeling. Orang-orang juga menyebutnya sebagai “Serpihan dari surga”.

Rasa kagum dan bangga tentunya, karena memiliki daerah asal yang bisa dikenal oleh wisatawan.

Tahun ini aku berencana pergi atau berwisata ke tempat lain. Ku yakin pasti masih banyak yang bisa dinikmati pada alam Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Meurauke. Namun sayangnya kasus Corona masih merebak di seluruh dunia, pastinya niat berwisata ria hanya dalam mimpi.

Aku masih ingat saat duduk di bangku Sekolah Dasar, pada pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Saat itu guruku memerintahkan aku dan teman-teman untuk menghafal kekayaan alam yang dimiliki oleh masing-masing provinsi mulai dari Sabang sampai Meurauke.

Entah mengapa yang paling membuat aku penasaran adalah burung Cenderawasih yang berada di Irian Jaya (nama yang belum berubah menjadi Papua saat itu). Bagiku burung itu sangat unik dan langka. Unik karena memiliki bulu dengan warna yang kontras dan terlihat sangat cantik. Langka karena memang hanya terdapat di Pulau berbentuk kepala burung.

Kadang aku berkhayal, kapan ya bisa melihat langsung burung itu dengan kasat mata. Belum lagi baru-baru ini sering terdengar ada tempat wisata yang paling disukai oleh orang Indonesia maupun luar negeri. Pengunjung yang pergi ke sana hingga ribuaan. Yah, apalagi kalau bukan si Raja Ampat.

Awalnya aku mengira kalau Iboih merupakan pantai yang paling indah dengan kekayaan biota lautnya.Ternyata aku salah, masih ada tempat lain yang lebih indah. Bahkan Ustadz kondang bernama Abdul Somad menjulukinya dengan “Segenggam surga jatuh ke bumi yaitu Raja Ampat”.

Sebenarnya apa sih yang membuat Raja Ampat ini disematkan dengan nama tersebut. Tak kenal maka tak sayang. Dari ungkapan itulah kita harus mengenal dulu siapa Raja Ampat sebenarnya.

Asal Mula Raja Ampat

Raja Ampat terletak di Papua Barat. Empat kepulauan utama di Raja Ampat adalah Pulau Misool, Salawati, Waigeo dan Batanta. Tidak ada catatan sejarah baku tentang asal usul terbentuknya nama Raja Ampat. Hal ini karena masing-masing daerah memiliki versi tersendiri.

Ada satu versi yang paling banyak diketahui oleh masyarakat. Dimana nama Raja Ampat tidak terlepas dari kisah para raja yang berasal dari empat pulau utama tersebut. Pimpinan di tiap gugusan pulau inilah yang menjadi asal mula penamaan Raja Ampat.

Jadi dapat dikatakan bahwa Raja Ampat itu adalah empat raja.

Foto: pngimage.net


Kebudayaan Papua yang Fantastis

Sebelum mengenal lebih jauh tentang Raja Ampat, ada baiknya mengetahui kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh Papua Barat. Karena Raja Ampat bagian dari Papua Barat.

Papua memiliki keberagaman dalam hal budaya. Keberagaman ini menjadikan Papua itu unik. Antropolog Universitas Cenderawasih, Dr. Johsz R Mansoben menjelaskan bagaimana masyarakat Papua mempunyai local knowledge dan local wisdomKeduanya mengakar dalam budaya dan tradisi.

Wilayah Papua mencakup beberapa pulau kecil di sekitarnya, termasuk Pulau Biak. Sebagian wilayahnya ditutupi oleh hutan lebat yang menjadi habitat hewan endemik Indonesia seperti Cenderawasih, Tapir, dan Kasuari.

Ada juga suku pedalaman yang masih mendiami hutan, seperti suku Dani yang berada di Lembah Baliem. Walaupun sebagian besar populasi Papua tinggal di sekitar pesisir pantai.

Mayoritas masyarakatnya menggunakan Bahasa Indonesia. Sekitar 700 an bahasa daerah terdapat di Papua dan kurang lebih 200 bahasa tradisional yang masih aktif adalah bahasa Dani, Yali, Ekari dan Biak.

Begitu banyak budaya khas Papua yang menarik untuk dibahas. Mulai dari tradisi dan bahasa yang berbeda baik antar suku yang tinggal di daerah pegunungan maupun pesisir pantai. Penduduk Papua memiliki upacara adat, pakaian dan rumah tradisional. 

Semua itu adalah warisan turun temurun dari nenek moyang selama ribuan tahun.

 Kebudayaan Papua yang menjadi incaran para wisatawan. Credit foto: google


Tradisi Bakar Batu

Bakar batu biasanya dilakukan saat menyambut pesta pernikahan dan hasil panen yang melimpah. Disebut tradisi bakar batu adalah karena saat perayaan makanan yang disajikan sebelumnya dipanaskan dengan cara membakar batu hingga panas.

Sebelum batu dipanaskan, terlebih dahulu mereka menyalakan api secara tradisional dengan menggesek rotan di atas kayu hingga memercikkan api. Setelah itu batu dibakar hingga panas. Kemudian batu ditumpuk. Di atasnya ada ubi dan babi yang akan ditutup lagi oleh baru-batu panas dan ditutupi oleh rumput-rumputan. Tujuannya agar panas tetap berada di dalam dan membakar makanan sampai matang.

Tiap suku memiliki sebutan tersendiri yang merujuk pada upacara adat ini. Ada yang menyebutnya mogo gapii, kit oba isago atau barapen.

Potong Jari Karena Kehilangan

Tradisi ini dilakukan saat masyarakat Papua kehilangan anggota keluarganya. Mereka menganggap jari sebagai representasi anggota keluarga. Saat salah satu anggota keluarga tiada, otomatis mereka juga akan kehilangan satu jari. Bisa dibayangkan jari mereka jika banyak kehilangan anggota keluarganya.

Namun, lambat laun tradisi ini mulai hilang seiring dengan kemajuan zaman. Hal ini karena bersifat sangat ekstrim untuk dilakukan.

Kayu Ukirnya Suku Asmat

Dulu kita lebih mengenal ukiran kayu jati dari Jepara. Ternyata Papua juga menyimpan karya asli ukiran kayunya dari suku Asmat yang mendiami teluk Flamingo.

Ukiran kayunya yang terlihat rumit berasal dari pahatan alat-alat tradisional yang sangat sederhana. Seperti kapak yang terbuat dari batu, tulang binatang dan kulit kerang.  Nilai estetika yang tinggi inilah menjadikan ukiran kayu yang dijual adalah sangat mahal.

Ada hal yang menarik dari ukiran kayu yang dibuat. Yaitu memiliki empat fungsi kultur diantaranya: perwujudan arwah nenek moyang, ungkapan perasaan senang atau sedih, simbol religi (manusia, hewan, tumbuhan dan objek lain) dan simbol keindahan serta kearifan lokal.

Pakaian Tradisional Koteka

Awal aku mengenal Papua tertarik pada pakaiannnya. Kok bisa ada pakaian Yang berjumbrai-jumbrai dan bisa dipakai di badan. Ternyata koteka adalah pakaian tradisional Papua. Fungsinya untuk menutupi kemaluan lelaki dewasa.

Pakaian ini hanya digunakan oleh suku yang berada di pegunungan, sedangkan yang berada di pesisir pantai memakai moge (sejenis cawat yang berbentuk rumbai-rumbai).

Pakaian Adat Wanita

Hampir semua suku memiliki pakaian adatnya masing-masing. Bahan yang digunakan juga sama, yaitu serat-serat tumbuhan yang dikeringkan dan dirangkai menjadi semacam rok untuk menutupi tubuh bagian bawah.

Ornamen yang dipakai di pakaian juga tidak begitu rumit. Hanya seperti bulatan dan kotak yang tersusun secara geometris. Di atas kepala biasanya ditambahkan asesoris yang terbuat dari bulu binatang. Salah satunya burung Cenderawasih.

Rumah Honai Pengusir Dingin

Cuaca pegunungan Papua yang sangat dingin membuat masyarakatnya membangun rumah yang bernuansa menghangatkan. Rumah yang dimaksud oleh mereka bernama Hanoi. Rumah ini memiliki tiga jenis. Ada yang diperuntukkan untuk kaum pria, wanita maupun hewan.

Zaman dahulu, Hanoi dipergunakan oleh masyarakat Papua sebagai tempat mengatur strategi perang antar suku.

Arsitektur rumahnya didesain tidak terlalu besar dengan tinggi rumah mencapai 2-2,5 meter. Rumah tersebut terdiri atas sebuah pintu dan tanpa jendela.

Seluruh dinding dibangun dengan potongan kayu dengan atap yang disusun dari jerami kering tebal. Di tengah rumah terdapat tungku perapian yang biasa digunakan untuk memasak atau sekedar menghangatkan ruangan.

Papua Menyimpan Banyak Tempat Wisata Hijau

Daerah Papua barat adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Papua. Ibu kotanya bernama Manokwari. Nama provinsi yang terus berubah ini menjadikan nama Papua sebagai nama yang berasal dari nama Irian Jaya barat. Hal ini ditetapkan oleh Undang-undang Nomor 45 Tahun 1999.

Ada tiga belas kabupaten yang mendiami Papua Barat. Yaitu kabupaten Fakfak, Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Maybrat, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambraw, Teluk Bintuni, Teluk Wondana dan Kota sorong. Ketigabelas kabupaten tersebut memiliki kekayaan dan budaya yang melimpah.

Ketiga belas Kabupaten ini menyimpan nuansa kekayaan yang sangat disukai banyak orang untuk berwisata.

15 Tempat Wisata Mempesona dan Terkenal di Papua Barat

Dalam sebuah artikel hot.Liputan 6 Nisa Mutia sari (20/9/2019) menyebutkan ada lima tempat wisata Papua yang terkenal dan memiliki pemandangan eksotis. Kelima tempat itu adalah Raja Ampat, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Pulau Biak, Danau Sentani dan Lembah Baliem.

Adapun tempat wisata yang mempesona di Papua Barat selain di atas adalah Desa Sawinggrai, Situs Purbakala Tapurarang, Taman Wisata Alam Gunung Meja, Pulau Mansinam, Pegunungan Arfak, Pagoda Sapta Rana, Pantai Pasir Putih, Danau Framu, Pulau Matan dan Taman Burung Aimas.

Wah ternyata banyak juga ya Papua destinasi wisata hijau yang bisa kalian kunjungi. Di bawah ini penjelasan dari beberapa tempat Papua destinasi wisata hijau.


Destinasi wisata hijau Papua. Credit foto: google


1. Desa Sawinggrai

Daya tarik dari desa ini adalah burung Cenderawasihnya dan pemandangan bawah laut. Burung ini terbang di alam bebas menyempurnakan keindahan desa Sawinggrai.

2. Situs Purbakala Tapurarang

Situs ini berupa lukisan telapak tangan manusia dan hewan yang berada di tebing yang terjal. Lukisan prasejarah ini terdapat di daerah Andamata, Fior, Forir, Darembang dan Goras.

Lukisan yang terbuat dari pewarna alami ini tidak hilang seiring waktu. Padahal usianya telah puluhan tahun. Hal inilah yang menjadikan tempat ini paling menarik untuk dikunjungi.

3. Taman Wisata Alam Gunung Meja (TWAGM)

Taman ini terletak di pusat ibu kota Papua, Manokwari. Fungsinya adalah sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan dan pengawetan keragaman jenis tumbuhan dan satwa serta menjaga keunikan alamnya.

Taman unik ini merupakan hutan tropis yang memiliki ratusan jenis pohon, puluhan jenis perdu, semak, liana dan paku, tanaman herbal, beberapa jenis anggrek, rotan dan palem.

4. Wisata Religi ke Pulau Mansinam

Pulau ini terletak di Teluk Doreh, kota manokwari. Biasanya tempat ini merupakan wisata religi bagi umat Kristen.

5. Nikmatnya Melihat Pemandangan Melalui Pegunungan Arfak

Untuk menikmati pemandangan alam pegunungan yang indah serta pemandangan danau, tidak salahnya jika kalian mampir ke tempat Papua destinasi wisata hijau yang terletak di Pegunungan Arfak.

6. Menikmati Wisata Hijau dari Atas Pagoda Sapta Rana

Jika ingin bersantai sambil berpose atau sekedar ngobrol, kalian juga bisa singgah di Papua destinasi wisata hijau di Pagoda Sapta Rana. Caranya cukup naik di atas Pagoda, maka akan terlihat keindahan alam Papua yang tiada tara.

7. Pantai Pasir Putih

Pantai pasir putih yang terletak 5 km dari ibu kota Manokwari sangat nyaman jika digunakan untuk berjemur, berenang atau sekedar diving.

8. Memanjakan Mata di Danau Framu

Keindahan Danau Framu yang terletak di kabupaten Maybrat, seolah-olah memanjakan mata akan birunya air dan keindahan alam sekitar.  Pastinya akan betah untuk berlama-lama di sana.

9. Pulau Matan yang Indah

Pulau dengan luas setengah hektar ini berada di sebelah barat kota Sorong. Di sini bisa menikmati keindahan pantai, memancing maupun diving.

10. Taman Burung Aimas Sebagai Taman Penangkaran Burung

Taman ini adalah taman penangkaran berbagai jenis burung yang juga terletak di kota Sorong. Tepatnya di Jalan Osok Distrik Aimas. Burung-burung tersebut terdiri atas burung Cenderawasih, Kakak Tua Raja, Mabruk, Parkit, Cicak Rowo, Beo, Merak, Nuri, Alap-alap dan jenis burung lainnya.

11. Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC)

Jika ingin melihat taman lautan terluas di Indonesia, TNTC lah pilihan terbaik. Mengapa? Karena di dalamnya berisi berbagai spesies yang beraneka ragam. Letaknya di kabupaten Wombama dan Nabire.

Hal menarik lainnya, bisa berenang dengan hiu paus, menikmati pantai yang jernih, menatap air terjun dan merasakan air panas di sekitar taman.

12. Air Terjun Wafsarak di Pulau Biak

Bagi yang menyukai air terjun, selain terdapat di TNTC, juga terdapat di Pulau Biak. Air terjun ini selain bisa dinikmati, juga digunakan untuk berenang dan terjun dari atas puncaknya. Letaknya juga tidak jauh dari kota Biak. Yakni sekitar satu sampai dua jam.

13. Danau Sentani bagi Sang Penyendiri

Danau ini terletak di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclop yang sangat cocok bagi yang menyukai sendirian untuk mencari ketenangan dalam menikmati keindahan alamnya.

Setiap tahun di danau ini sering diadakan festival adat, seperti tarian, upacara hingga kuliner lokal.

14. Keajaiban Lembah Baliem

Saat kalian berwisata ke Lembah Baliem di bulan Mei, kalian akan melihat sebuah keajaiban. Keajaiban yang dimaksud adalah sejenis rumput bewarna hijau yang terletak di sana bernama Lagalaga Eka berubah menjadi ungu.

Lembah yang terletak pada 1.600 mdpl (meter di atas permukaan laut) terhadap pegunungan Jayawijaya ini juga sebagai tempat tinggal suku Dani.
                             
15. Raja Ampat sebagai Wisata Hijau Papua Terbaik dunia

Terakhir adalah kepulauan Raja Ampat. Kepulauan ini adalah tempat yang paling sering dikunjungi oleh para wisatawan asing maupun dalam negeri. Apa sih yang menarik magnet mereka untuk selalu berkunjung ke tempat ini?

Ada banyak hal yang menjadikan tempat ini sangat amazing. Bahkan Maryawati. N H dalam bukunya berani memberikan judul “Jangan Mati Dulu Sebelum ke Raja Ampat”.

Maryawati. N H mengatakan seperti itu karena memang di sana ada begitu banyak spot menarik yang masih alami. Dia menjelaskan bagaimana cara yang murah agar sampai ke Raja Ampat, tranportasi  keliling yang dipakai, hal yang disiapkan untuk ke sana, waktu kunjungan terbaik, aktivitas yang bisa dilakukan, area mana saja yang bisa dijelajahi (nondiving) dan mengapa dia bisa cinta mati pada Raja Ampat.

Enam tahun lalu, tepatnya Februari 2008, Maryati. N H baru saja menapaki kakinya di bumi Raja Ampat. Pada tahun itu biaya masih sangat mahal. Pilihan wisata juga masih sedikit. Dive operator yang beroperasi hanya satu plus satu juga di Misol. Penginapan juga dikelola oleh Max Ammer. Pria berkebangsaan Belanda sekaligus yang menemukan surga bawah laut Raja Ampat.

Saat menyelam pada kedalaman lima meter di beberapa dive site telah ditemukan pemandangan yang sangat luar biasa. Ada ikan kecil, besar, terumbu karang yang sangat rapat menunjukkan keberagaman hayati laut yang melimpah.

Raja Ampat begitu luas, masih banyak yang belum dieksplor. Titik selamnya ada 100 an lebih (meskipun yang sering diselami sekitar tidak lebih dari 30). Pastinya masih ada titik selam yang belum ditemukan. Belum lagi pemandangan daratnya.

Ada banyak bukit dengan aerial view keren seperti gua, air terjun dan pulau-pulau kosong. Kabupaten ini terdiri atas 610 pulau. Dari 610 pulau hanya 400 pulau yang baru di eksplorasi. Selebihnya masih perawan. Ini terbukti betapa alami dan indahnya Raja Ampat.

Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Raja Ampat. Seperti tersebut di bawah ini

Kekayaan alam bawah laut dan keunikan burung cenderawasih di Raja Ampat. Foto: pixabay.com
  
Menari dengan Lima Makhluk Andalan Raja Ampat

Bagi pencinta diving, momen menari dengan biota adalah momen yang sangat dinanti. Ada lima makhluk andalan Raja Ampat yang harus menjadi daftar diving. Yaitu ikan pari manta, hiu karpet, nudibranch yang bewarna oranye atau lebih dikenal dengan Pikachu, giant clam yang super giant dan bargibanti pygmy seahorse yang banyak sekali di seantero seafan di raja Ampat.

Menikmati Manta Poin dengan Cara Snorkeling

Bagi yang tidak bisa diving, snorkeling merupakan pilihan kedua. Karena ada beberapa titik selam favorit di raja Ampat bisa dinikmati hanya dengan snorkeling. Salah satunya adalah Manta Poin atau Manta Sandy. Ikan ini menari di kedalaman 10-15 meter. Bahkan ada juga yang bermain di permukaan.

Melakukan Island Hopping

Island hopping adalah mengunjungi satu pulau ke pulau lain. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan menyelam, snorkeling, beaching, leyeh-leyeh saja di pantai atau sekedar bertemu dengan penduduk lokal.

Biasanya para awak kapal di sana memiliki preferensi masing-masing tentang pulau yang layak disinggahi sesuai dengan cuaca. Karena cuaca di sana sering berubah-ubah. Jadi agar perjalanan puas maka patuhi kata kapten atau awak kapalnya.

Beaching ke Pantai

Pantai Wayag menjadi pilihan utama saat melakukan beaching. Pantai ini berbentuk landai dengan pasir yang putih halus, berombak tenang dengan bonus pemandangan yang sangat cantik.

Adapula Pantai pasir putih di pulau Yeben besar dan Yeben kecil. Kemudian pantai pasir timbul yang berada di depan Pulau Kri. Pasir timbul yang hanya berukuran seluas kapal pinisisangat cocok digunakan sebagai arena foto narsis.

Selain di atas ada pula pantai pasir putih di pulau Koh, pantai Farondi, Pulau banos dan Namlol. Masih banyak lagi lokasi beaching di raja Ampat yang belum tereksplor.

Menikmati Wisata Hijau Raja Ampat dengan Crusing dan Kayaking

Cruising adalah naik speedboot untuk menyusuri laguna, teluk, selat sambil menikmati pemndangan. Kawasan yang bisa cruising adalah kawasan Fam Lagoon, laguna Wayag, Teluk Kabui, The Passage (celah sempit antara Pulau Waigeo di utara dan Pulau Gam di selatan).

Di Masool ada area yang paling keren untuk disusuri yaitu Kabalilikklol dan Yapap.
Di raja Ampat juga bisa melakukan kayaking. Kayaking dilakukan sama seperti crusing namun jangkaunnya lebih luas lagi.

Bird Watching Papua

Bird Watching  merupakan kegiatan favorit melihat burung di Papua yang sering dilaksanakan. Terutama bird of paradise (burung Cenderawasih). Mengapa? Karena jenis burung ini sangat banyak di sana.

Nah, untuk raja Ampat, kegiatan ini berada di Desa Sawinggrai. Desa ini terletak di Pulau Gam bagian selatan Pulau Waigeo. Untuk mencapai ke sana, harus berangkat subuh-subuh.

Burung ini suka hinggap di dahan pohon yang tinggi. Pandangan mata tetap ke atas agar bisa menyaksikan burung cenderawasih jantan berwarna merah menyala menari-nari sebelum mengajak pasangannya kawin.

Batu Karang yang Ciamik

Raja Ampat banyak menawarkan pemandangan ciamik berupa batuan karst (batu karang). Medannya tidak terlalu sulit dan jalurnya juga pendek. Lama perjalanan sekitar 45 menit dengan sedikit kehati-hatian. Karena batu karangnya tajam.

Tempat utamanya berada di Bukit Wayag, Bukit Fainemo dan Teluk Kabui. Sedangkan di Misool, hanya ada satu bukit. Namanya bukit Harfat Jaya Dapunlol. Semua bukit menjanjikan bird eye view ke arah gugusan pulau karang.

Begitu banyak Papua destinasi wisata hijau yang bisa dikunjungi. Perlu persiapan yang matang baik materi maupun fisik untuk sampai di sana.

Adalah wajar bagi Maryati memplot rencananya tiap tahun untuk ke Raja Ampat. Aku saja yang membaca buah karyanya itu ikut terhanyut dalam hayalan-hayalan yang belum pasti. Emosiku terbawa seakan-akan aku bisa merasakan segenggam surga yang jatuh ke bumi.

Belum lagi tahun 2020 ini sebuah majalah tertua dan ternama di Inggris yang bernama “The Sunday Time” menetapkan Raja Ampat menjadi destinasi wisata terbaik 2020.
Duuh, semakin bertambahlah rasa penasaranku padanya. Begitu indahnya ciptaanMu ya Rabb. Di dunia saja sudah seindah itu digambarkan oleh manusia. Bahkan lebih indah jika menyaksikan langsung dengan mata kepala. Apalagi surga yang sebenarnya. 

Adalah wajib bagiku dan orang-orang Indonesia untuk menjaga kelestarian dan kekayaan alam hutan, kekayaan alam laut serta budaya di Indonesia khususnya di daerah Papua. Untuk itu aku sangat setuju dengan kerja keras dari Yayasan Ekosistem Nusantara Berkelanjutan (EcoNusa Foundation). Dimana mereka berfokus pada upaya peningkatan berbagai inisiatif tingkat lokal dan internasional dalam rangka pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di wilayah Maluku dan Papua. 


Well, semoga suatu saat aku bisa kesana. Perhaps!! Aamiin.


(Sumber : https://youtu.be/XZtBXvqqkkA)





Wednesday, March 25, 2020

Lima Sumber Asupan Terbaik Gen untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Selamanya

Lima Sumber Asupan Terbaik Gen Untuk Menjaga Daya tahan Tubuh Selamanya

Posted Maret 25, 2020 by ana_susan






Gen yang Sehat Sebagai Penentu Daya Tahan Tubuh (Pic : wikipedia.org) 



Merebaknya virus corona akhir-akhir ini telah menjadikan manusia panik dan galau. Kabar kematian yang tercatat setiap hari membuat bulu kuduk tak beranjak dari kulit untuk diam sejenak. Ketakutan sering menghantui siang dan malam. Jika saja iman tidak tersemat dalam hati, mungkin bisa saja manusia mengalami depresi yang berkepanjangan.

Makhluk Allah yang berukuran 400-500 mikrometer ini telah mengguncang dunia. Ia diperintah oleh Allah untuk menyadarkan manusia agar selalu menjaga kebersihan dan tetap sehat. Baik sehat jasmani maupun rohaninya.

Virus ini juga menyebabkan kematian sebanyak 8.811 kematian dan menginfeksi 218.827 orang di 152 negara di seluruh dunia (per 19 maret 2020 pukul 16.00 WIB). Dan pastinya, masih banyak orang yang terinfeksi namun belum tercatat.

Ada hal menarik yang menjadi catatan bagi kita, yaitu mereka yang memiliki daya tahan tubuh kuat tidak mudah diserang oleh virus yang bernama cantik COVID-19 (Corona Virus Desease-19). Nah, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah cara kita mengetahui bahwa daya tahan tubuh kita kuat?

Mengapa Daya Tahan Tubuh?

Daya tahan tubuh adalah kemampuan fisik untuk menangkal semua jenis kuman yang masuk ke dalam tubuh. Jika daya tahan tubuh baik, maka kita akan selalu sehat. Jika daya tahan tubuh buruk, maka kita akan dengan mudah dimasuki oleh kuman dan menimbulkan penyakit.

Daya tahan tubuh yang baik erat kaitannya dengan pola makanan yang sehat dan berasal dari gen yang sehat pula. Gen adalah bagian terkecil dari materi genetik yang mengendalikan sifat hereditas (penurunan sifat genetik dari orang tua ke anak). Tubuh kita terdiri atas sekumpulan sel, di dalam sel terdapat blue print (rancangan) kehidupan kita, maka gen akan menjadi bekal bagi tiap sel.

Gen ibarat perpustakaan yang mampu bertransformasi menjadi tubuh yang utuh sebagaimana yang kita lihat selama ini dengan berbagai indra yang utuh dan bentuk yang sempurna. Yang lebih menakjubkan lagi, sel itu tidak pernah tertukar. Misal, sel yang menumbuhkan rambut tidak pernah membangun kuku.

Sumber Asupan Terbaik Gen Bagi Tubuh

Jadi siapakah yang mengarahkan sel-sel tersebut bekerja dengan sangat baik? Jawabannya ada di dalam gen. Kita dapat membantu kinerja gen untuk membentuk kerangka tubuh yang sehat dan kuat dengan mengkonsumsi lima sumber asupan terbaik. Sehingga dengan lima sumber tersebut bisa menjaga atau mempertahankan daya tahan tubuh kita agar tetap sehat dan kuat. Keempat sumber asupan tersebut adalah

1. Asam Amino
Asam amino adalah pembentuk protein yang berfungsi untuk menumbuh kembangkan tubuh kita. Beberapa jenis makanan sebagai sumber asam amino yang mampu menjaga ketahanan tubuh kita adalah air kelapa, madu dan kurma.





Air kelapa

Jumlah asam amino di dalam air kelapa lebih banyak daripada susu sapi. Manfaat air kelapa adalah sebagai komponen terbesar penyusun tubuh (cairan), melindungi organ dari gesekan dan tekanan, menjaga kestabilan tubuh, membuang racun dalam tubuh dan menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh.

Dalam meminum air kelapa, tidak perlu ditambahkan gula lagi. Karena di dalamnya sudah terdapat gula alami. Jika tetap ditambahkan mengakibatkan air kelapa yang dikonsumsi tidak sehat lagi.

Madu
Kandungan asam amino dalam madu sangat beragam. Madu adalah suplemen terbaik tubuh. Mudah dicerna oleh tubuh, antioksidan, dapat terhindar dari penyakit serta terlihat awet muda. Madu dapat berdifusi dengan baik dalam darah jika dikonsumsi dengan air hangat.

Kurma
Sekitar 18 jenis asam amino terdapat dalam kurma dengan berbagai manfaat dan khasiat. Makanan yang mengandung gula alami ini jika dikonsumsi oleh tubuh akan menghilangkan lelah dan terhindar dari kontipasi.

2. Probiotik
Selain asam amino. Tubuh juga butuh probiotik. Yaitu organisme mikro yang hidup aktif dalam makanan dan memberi kesehatan pada usus dan kolon. Probiotik dapat bertahan hidup di area asam seperti lambung. Fungsinya adalah menekan perkembangan bakteri jahat, membantu metabolisme, menguatkan daya tahan tubuh, mengurangi resiko kanker, menjadi sumber makanan bagi bakteri baik yang selama ini menjaga daya tahan tubuh dari serangan penyakit.

Makanan probiotik ini dapat kita temukan pada makanan yang terfermentasi. Seperti tempe, yogurt, asinan buah dan sayur, acar, kimchi (salad khas korea), taucho dan keju.

3. Prebiotik
Prebiotik adalah komponen makanan yang menguntungkan bagi kesehatan karena merangsang pertumbuhan bakteri dalam kolon. bakteri tersebut seperti Lactobacillus dan menghambat bakteri jahat (E.coli, Clostridium, Salmonella, Streptococcus faecalis dan Proteus).

Jika prebiotik dalam makanan sedikit atau tidak cukup, maka jumlah bakteri jahat akan mendominasi sehingga zat racun terbentuk dan enzim berbahaya pun dihasilkan. Hal ini disebabkan hasil pencernaan setelah detoksifikasi di hati yang dieksresikan ke dalam usus akan diubah menjadi zat beracun oleh enzim tersebut.

Sumber asupan prebiotik berasal dari buah, sayuran, bawang putih dan bawang merah.



4. Rempah
Bangsa kita telah lama dijajah karena menghasilkan rempah yang melimpah ruah. Tanaman yang memiliki bau dan rasa yang khas ini banyak dijadikan sebagai zat penguat rasa pada makanan sehingga menimbulkan aroma yang sedap.



Sebagian besar orang juga meraciknya sebagai obat-obatan. Jadi tidak jarang jika ada yang mengkonsumsinya sebagai minuman berkhasiat. Dari sekian banyaknya rempah yang terbentang di Indonesia, ada beberapa rempah yang sering dipakai. Seperti ketumbar, sereh, cengkeh, kayu manis, bunga lawang dan kapulaga.

Ketumbar
Ketumbar sangat baik untuk pencernaan, mengatasi perut kembung, melancarkan ASI, menambah nafsu makan, anti muntah, mengobati sakit kepala, flu, wasir, radang pada lambung, radang payudara, campak, masuk angin, menurunkan tekanan darah serta mentasi lemah syahwat.

Sereh
Tumbuhan anggota rumput rumputan ini digunakan sebagai bumbu dapur. Selain itu juga digunakan sebagai obat pegal-pegal, nyeri lambung, peluruh air seni, peluruh keringat dan penghangat badan.

Cengkeh
Cengkeh dikenal dapat menghilangkan mual muntah, sakit lambung, karena lambung dingin, perut kembung dan masuk angin. Selain itu juga mampu mengatasi berbagai penyakit kulit.

Kayu Manis
Kayu manis merupakan bumbu masakan tertua yang digunakan manusia. Rempah ini merupakan sumber vitamin K dan zat besi yang baik. Selain itu juga sebagai sumber serat, kalsium dan mangan.
Khasiat kayu manis di antaranya mengobati reumatik, penghilang rasa sakit, peluruh keringat sehingg lebih sehat, penambah sn dapat meluruhkan gangguan angin delera makan dalam perut.

Batas konsumsi kayu manis untuk tubuh juga jangan berlebihan. Cukup 0,1 mg per kg berat tubuh setiap harinya. Jika lebih dari itu maka salah satu kandungan kayu manis yang bernama coumarin akan meracuni ginjal dan hati. Efek lainnya mual, muntah, wajah memerah, bibir bengkak, rasa terbakar pada paru-paru dan dada jika terhirup.

Bunga lawang
Bunga lawang adalah antibakteri, karminatif, diuretik (peluruh air seni) dan stomakik. Tanaman ini mampu mengatasi sakit dalam perut, gangguan pencernaan dan sakit pinggang. Minyak dari bunga lawang mampu mengatasi batuk.

Kapulaga
Tumbuhan ini berbau aromatis yang sangat kuat. Seluruh bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan. Namun yang sering digunakan oleh manusia adalah buahnya.

Untuk memperoleh khasiat dari buah kapulaga, kita bisa melakukan dua cara yaitu dengan merebus atau menghaluskannya. Dengan dua cara tersebut akan dihasilkan kandungan kimianya berupa minyak atsiri, sineol,terpinol,borneol, protein gula dan sedikit lemak. Kandungan inilah yang mampu mengobati bau mulut, perut kembung dan mulas dan radang tenggorokan.

5. Rimpang
Rimpang masih termasuk ke dalam rempah. Tumbuhan pertengahan antara akar dan bentuk umbi-umbian ini sangat mudah ditemukan disekitar kita. Khasiatnya juga sangat banyak bagi kesehatan dan daya tahan tubuh. Adapun rimpang yang dimaksud adalah jahe merah, kunyit, lengkuas, kencur dan temulawak.

Jahe
Jahe adalah tumbuhan yang sering digunakan dalam bumbu masakan, minuman dan bahan dasar obat-obatan. Rimpang dengan daging akar berwarna kuning kemerahan berbanu sangat menyengat. Apalagi jahe merah. Kandungan minyak atsirinya lebih banyak dari jahe biasa.

Dari segi pengobatan juga demikian. Jahe merah mampu mengobati sakit kepala dan menguatkan urat syaraf yang lemah. Sedangkan jahe biasa dapat mengobati mulas, serbat dan salesma.

Kunyit
Kunyit atau kunir adalah tanaman rempah khas Asia Tenggara. Hampir semua orang menggunakanya sebagai bumbu masak, pewarna makanan, jamu kecantikan dan sebagai pengawet.

Kandungan minyak atsirinya terdiri atas turmeron, cineol, borneol dan zingiberene. Kandungan inilah yang berguna mengobati radang usus buntu dan radang rahim dengan cara mencegah produksi asam lambung yang berlebihan.

Zat alkaloid curcumin pada kunyit berfungsi sebagai antikuman yang merangsang dinding kantung empedu mengeluarkan cairan empedu sehingga sistem pencernaan akan bekerja dengan baik.

Lengkuas
Rimpang ini hampir menyerupai jahe dan kunyit. Tanaman ini telah menyebar di seluruh dunia. Selain digunakan sebagai bumbu masakan, juga mengobati berbagai penyakit. Seperti penyakit kulit, rematik, obat gosok, pelancar kandung kemih, penguat empedu dan obat tetes telinga.

Kemampuannya dalam mengobati berbagai penyakit di atas tidak lepas dari kandungan senyawa kimia yang sangat kompleks. Dia antaranya methyl cinamte, cineol, kamfer, d-pinen, galangin, eugenol (yang membuat rasa pedas), seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangol, dan kristal kuning.

Kencur
Kencur dapat dikunyah dengan sedikit garam untuk menghilangkan batuk. Selain itu juga mengobati radang hidung, masuk angin, flu pada bayi, sakit kepala, diare, menghilangkan kotoran, merangsang nafsu makan dan anti muntah.

Temulawak
Temulawak termasuk ke dalam keluarga Zingibereaceal seperti jahe, bangle, lengkuas, kencur dan kunyit. Tanaman obat ini biasanya hidup di tanah gembur sehingga buahnya dapat berkembang cepat.
Aroma temulawak sangat tajam dan warna buahnya kekuning-kuningan. Kandungannyanya juga tidak kalah banyaknya. Seperti protein, karbohidrat, minyak atsiri. Minyak atsirinya terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol dan kurkumin.

Zat kurkumin ini bermanfaat sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepopotoksik (anti keracunan empedu). Oleh sebab itu ramuan ini sangat berguna untuk mengobarri penyakit hepatitis. Selain itu juga dapat mengobati sakit limfa, ginjal, pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin, maag, nyeri haid, memperbanyak asi, susah buang air besar dan penambah nafsu makan.

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa kebanyakan tanaman rempah dan rimpang mengobati pencernaan. Mengapa demikian? Karena di sanalah sumber penyakit muncul. Jika penyakit telah muncul, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi daya tahan tubuh kita.

Jika sumber asupan tercukupi, maka gen pembentuk sel tubuh akan terbentuk sehat dan sempurna. Sehingga apapun penyakit yang melalui kita akan mudah ditangkis oleh tubuh, karena tubuh telah memiliki pertahan yang sangat kuat. Virus yang ingin menyerang juga tidak bisa berkutik.
Mulai dari virus yang biasa sampai yang jahat sekalipun seperti COVID-19.

Ikhtiar telah kita lakukan, penyebaran informasi ke keluarga, teman dan media sosial pun tak terlupakan. Keputusan akhirnya kita serahkan pada sang Maha Pencipta makhluk yang sangat luar biasa tersebut.

Biarkan Allah yang berhak memutuskan kapan dia berhenti untuk berzikir pada-Nya. Sampai manusia benar-benar sadar bahwa tubuh sempurna yang telah diciptakan oleh-Nya seharusnya dijaga dengan baik. Apakah dengan menjaga kesehatan lingkungan, menjaga tubuh tetap bersih dan memberi asupan sebagai sumber yang mampu mempertahankan daya tahan tubuhnya.

Untuk video gen sehat akan membentuk daya tahan tubuh kuat oleh dr Zaidul Akbar dapat disaksikan pada https://youtu.be/cSxLI7n4zlk.



Artikel ini diikutkan dalam lomba blog artikel yang diadakan oleh IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis) yang bisa diklik di Link ini

#TantanganBlogging IIDN
#TantanganBlogging
#Lomba Blog IIDN
https://ibuibudoyannulis.com

Referensi :
Adam, P dan Corrie, S. 2013. Natural Health. Malang: Rumah Ide
Wikanda, S. P. 2015. Kitab Herbal Nusantara. Yogyakarta: KATAHATI
Zaidul Akbar, dr. 2020. Jurus Sehat rasulullah. Bandung: PT Sygma Media Inovasi.
https://dewinaisyah.wordpress.com/

Wednesday, March 11, 2020

Perpustakaan Unsyiah, Impian Para Pencinta Literasi


Perpustakaan Unsyiah, Impian Para 
Pencinta Literasi
Posted by ana_susan, 11 Maret 2020

Pic by Pustaka Unsyiah edited by ana_susan

Siapa sih yang tidak kenal dengan perpustakaan? Yah, betul. Di sana terdapat banyak buku yang tersusun rapi di setiap rak. Ruangan yang apik, tidak boleh berisik, tidak boleh makan dan minum serta penjaga yang no smile. Setidaknya itulah gambaran perpustakaan bagiku saat duduk di sekolah dasar.

Terkadang, hasrat untuk kembali ke sana juga mikir dua kali. Dengan penjaga yang tidak ramah membuat nyaliku sebagai pelajar ciut. Boro-boro mau pinjam buku, masuk saja tidak berani. Tapi tak apalah, wong bukunya juga yang itu lagi, itu lagi. Jadi bosan kan? Pantes saja minat baca anak-anak sekolah dasar itu kurang, ternyata bukunya pun tidak bervariasi.

Padahal, jika saja buku-buku yang tersedia beraneka, dengan pelayanan yang friendly serta suasana yang memungkinkan untuk bisa makan atau setidaknya mendapatkan makanan dan minuman tidak jauh dari perpustakaan, pasti betah para pelajarnya.

Satu lagi, minat baca itu, harus tumbuh sejak kecil, karena pembiasaan yang dilakukan sejak kecil itulah akan menjadi karakter hingga dewasa. Sehingga akan menjadi manusia yang gemar membaca.
Saat aku beranjak ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang namanya perpustakaan itu malah tidak tersedia, padahal sekolahku adalah sekolah negeri. Baru setelah tamat SMP menuju Sekolah Menengah Atas (SMA) kutemukan bibliotek atau perpustakaan.

Senang sih, namun entah mengapa aku tuh tidak merasa kerasan untuk berada di sana. Mungkin kupikir karena ruangannya kecil, dan buku yang tersedia juga tidak begitu banyak. Jumlah peminjaman buku juga sedikit. Huk huk. Kesiaann.

Kebutuhanku akan taman pustaka masih berlanjut hingga aku sekolah pasca sarjana. Laporan yang harus terkumpul seminggu sebanyak lima laporan, belum lagi tugas dari para dosen menyangkut literatur dari jurnal yang harus dibaca bahkan sampai penyusunan tesis pun menuntut buku yang beragam untuk dijadikan referensi.

Untuk memenuhi itu semua, agar beasiswa pasca tidak tersedot dengan pembelian buku, maka alternatif lain yah harus ke bibliotek. Gedung yang terletak di tengah-tengah universitas itu membuat aku harus selalu mampir setelah selesai ikut mata kuliah pasca.

Jika dilihat dari posisinya, lumayan stategis dibanding perpustakaan yang kukenal saat SD dan SMA dulu. Apalagi waktu itu letaknya di belakang, fasilitas yang tidak mumpuni dan pelayanan yang tidak ramah. Namun perpustakaan yang kukenal saat kuliah pasca lumayan nyaman. Tapi ya tetap saja ada kekurangannya. Seperti ketersediaan buku penunjang, stok buku yang dicari sedikit dan harus menggandakan beberapa buku yang memang tidak boleh dipinjamkan.

Impian Perpustakaan Sendiri

Setelah tamat dari kuliah pasca, barulah aku punya impian kalau ingin membuat perpustakaan sendiri. Alhamdulillah hal itu terwujud. Meskipun perpustakaan yang didirikan dan berada di bawah sebuah yayasan, hanyalah sebuah perpustakaan kecil yang bernama “Ruang Baca”.


Kegiatan di "Ruang Baca", pic by ana_susan


Target awalku ingin menarik minat baca anak-anak kampung yang cinta literasi. Mereka tinggal di sekitar tempat tinggalku. Caranya dengan menyediakan permainan, story telling, menggambar bebas, dan masih banyak lagi yang sifatnya mendidik. Kegiatan itu dilakukan setelah mereka membaca buku.

Dalam kegiatan itu juga diselingi dengan makan dan minum gratis. Wahh, pastinya mereka senangkan dengan semuanya. Yah, walaupun yang datang anaknya itu-itu saja. Hanya nambah satu dalam sebulan. Tapi tidak apalah, kuharap suatu saat mereka akan bertambah jumlahnya.


Impian Ruang Baca Seperti Perpustakaan Unsyiah


Setiap orang pasti punya impian bukan? Ada impian besar, kecil dan sedang. Semuanya tergantung sejauh mana orang tersebut yakin akan impian yang telah dirancang. Jika impian telah terwujud, langkah selanjutnya adalah menjalankan dengan baik dan disiplin.

Suatu hari aku pernah berpikir, mengapa ya orang tidak suka membaca? Setelah lama berpikir, ternyata faktornya hanya dua. Faktor internal dan eksternal. Faktor internal biasanya dimulai dari keluarga. Jika salah satu saja dari anggota keluarga suka membaca buku, maka pastinya akan ada yang mengikuti. Demikian sebaliknya.

Membuat salah satu ruang dipenuhi buku serupa dengan perpustakaan kecil, juga bisa memberi motivasi untuk membaca. Atau membeli buku kesukaan anak-anak saat dia telah menyelesaikan kewajibannya juga oke.

Kalau faktor eksternal lebih kepada kunjungan ke tempat-tempat yang dipenuhi buku. Misalnya toko buku dan perpustakaan. Antara faktor internal dan ekternal sangat bersinergi. Jika faktor internalnya oke, maka secara tidak langsung akan mendorong si pencinta buku ke faktor ekternal. Jadilah orang tersebut ke perpustakaan atau sekedar mampir ke toko buku.

Perpustakaan misalnya. Yang ku tahu haruslah memberi banyak wawasan, nyaman dan memiliki pelayanan yang memuaskan. Seumur-umur aku menikmati yang namanya perpustakaan, hanya “UPT.Perpustakaan Unsyiah” lah yang sangat berkesan di hati. Semua impian yang ku elu-elukan selama ini ada di sana.

Ada beberapa alasan, mengapa aku sebagai salah satu pencinta literasi, sangat menyukai “UPT.Perpustakaan Unsyiah”. Pastinya kalian juga akan tertarik untuk segera berkunjung ke sana. Mau tau alasan apa saja sehingga aku suka?

1. Struktur Kelembagaan yang Rapi

Ibarat sebuah rumah. Haruslah memiliki penopang atau tiang-tiang yang kokoh agar rumah tersebut tidak roboh. Demikian juga struktur sebuah lembaga. Jika struktur kelembagaannya tidak berada pada satu kesatuan, maka sudah dipastikan lembaga itu akan rapuh alias tidak berjalan dengan baik.


Pic by Perpustakaan Unsyiah


Struktur lembaga dari UPT Perpustakan Unsyiah sangat rapi. Hal ini membuat aku mengimpikan ruang baca yang ku kelola sekarang pinginnya seperti itu. Hi hi. Semoga, aamiin.

2. Koleksi yang Beragam

Bagi pencinta buku, tentunya sangat menyukai perpustakaan yang dipenuhi oleh bermacam-macam buku. Bagiku pribadi, sebagai pengalaman saat mencari buku yang dituntut urgen harus dapat sesuai waktu yang ditentukan, tentunya “UPT.Perpustakaan Unsyiah” menjadi pilihan. Mengapa coba?

Saat ini, perpustakaan Unsyiah memiliki koleksi 99.351 judul atau 119,889 eksemplar. Koleksi itu tersebar dalam berbagai jenis, seperti buku teks, jurnal, laporan akhir, skripsi, tesis, disertasi, majalah, buku referensi, laporan penelitian, CD-ROM dan dokumentasi. Tidak hanya itu, e-book dan e-journal penerbit internasional juga terhidang di sana.

Jadi aku tidak perlu khawatir lagi dengan wajah yang kecewa saat ingin ke perpustakaan. Karena di perpustakaan unsyiah jauh lebih lengkap.

3. Letak Gedung Strategis dengan Desain Ruang menarik

Berbeda dengan perustakaan yang kukenal dulu, sudah letaknya di belakang, ruangnya pun kecil sehingga terlihat kurang menarik.Nah, kalau perpustakaan Unsyiah, letak gedungnya sangat strategis, yaitu berada di tengah-tengah kampus Unsyiah.

Lebih tepatnya di Jalan T. Nyak Arief Kampus Unsyiah, Darussalam banda Aceh. Kalau pingin tau lebih jauh bisa langsung klik http://library.unsyiah.ac.id/ atau http://uilis.unsyiah.ac.id/oer.

Perpustakaan yang berdiri sejak tahun 2017 ini memiliki desain ruang yang sangat menarik. Yang paling penting ada cafe yang menyediakan makanan dan minuman. Saat otakku diperas setelah membaca buku, aku tidak pusing-pusing mencarinya di luar perpustakaan.


4. Peminjaman Buku yang Banyak dan Pelayanan yang Istimewa

Kebayang tidak? Jika pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku dan buku yang dipinjam pun dalam jumlah yang sedikit! Belum tentu yang dipinjam ada semua dengan yang kita butuhkan. Ditambah lagi jadwal peminjaman dan layanan buka maupun tutup dari perpustakaan itu sendiri terbatas.

Nah, kalau di perpustakaan Unsyiah, buku yang boleh dipinjam sebanyak tujuh eksemplar berbeda dengan perpustakaan yang pernah kusambangi hanya terbatas pada tiga eksemplar.

Pic by Perpustakaan Unsyiah


Pelayanannya juga istimewa. Dari Senin sampai minggu dengan waktu-waktu tertentu. Coba kalau saat sekolah atau kuliah dulu ada pelayanan istimewa seperti ini, pastinya semua tugas-tugas akan cepat selesai dan sesuai waktu yang ditentukan. Ditambah lagi penjaga pustakanya ramah. Duh dijamin betah deh selalu ke perpustakaan.

Pic by Perpustakaan Unsyiah

5. Adanya Kegiatan Universitas Libarary Fiesta (ULF) yang Berkala

Salah satu perhatian sebuah lembaga pada pencinta literasi adalah menyediakan wadah yang bisa menyalurkan berbagai bakat pencintanya. Karena setiap pencinta literasi tentunya memiliki bakat tertentu selain membaca buku. Bakat inilah yang nantinya bisa membentuk dirinya untuk saling bersosialisasi antar sesama. Jadi tidak hanya fokus pada buku saja.

Persaingan yang sehat dan mendidik akan menjadikan para pencinta literasi membentuk dirinya menjadi manusia yang berpotensi di berbagai bidang.

Pustaka unsyiah sendiri misalnya, selalu melaksanakan ULF secara berkala. Tahun 2020 ini diusung dengan lomba “Unsyiah Library Fiesta 2020”. Kegiatannya meliputi : lomba Akustik (kreativitas dalam bermusik), blog, baca puisi, cipta puisi, debat bahasa Indonesia dan shelving book (menata kembali buku-buku yang telah digunakan ke rak buku sesuai dengan kode dan nomor yang telah diklasifikasikan).

Kalau kamu mau pilih lomba yang mana? Silahkan dipilih ya sesuai dengan keahlianmu. Jadi benarkan, perpustakaan Unsyiah itu tidak hanya tempat untuk baca buku saja bagi pencinta literasi.

Dengan kelima alasan itulah mengapa aku sangat mengimpikan perpustakaanku nantinya seperti perpustakaan Unsyiah. Tidak hanya “educate” dan “captivate”, tapi juga “connect”. Jadi membuat aku dan para pencinta literasi lainnya akan betah dan berlama-lama di sana dan tentunya tidak pindah ke lain hati.

Sumber :