Senin, 03 Juni 2019

Lima Tips Senangnya Menyambut Lebaran di Daerah Rantau



Lima Tips Senangnya Menyambut Lebaran di Daerah Rantau
Posted by ana_susan I June 4, 2019


pixabay.com


Lebaran adalah momen yang paling indah bagi semua umat Islam. Suasana bahagia setelah berpuasa sebulan penuh menjadikan hari lebaran penuh suka.

Sepulang dari salat idul fitri, setiap anak bersalaman pada ayah dan ibu, menikmati hidangan lebaran, berkunjung ke sanak saudara dan tetangga. Belum lagi mendapat uang lebaran, seolah lebaran itu tidak ada kata sedih di dalamnya.

Namun, bagaimanakah jika kita yang sedang bersekolah atau sudah berkeluarga yang dirantau tidak bisa menikmati suasana yang suka itu. tidak bertemu ayah dan ibu, hanya bisa menelpon saja.

Mungkin setahun pertama dirantau atau tidak bisa pulang adalah hal biasa. Bagaimana jika bertahun-tahun tidak bisa pulang karena terkendala dengan biaya? Bagaimana mengatasi rasa sedih dan hal yang kurang tersebut? 

Apakah harus menangis sepanjang hari lebaran? Tentu tidak bukan.
Ada beberapa tips dariku pribadi untuk menghilangkan rasa sedih  di rantau karena tidak pulang kampung atau mudik.


Permohonan Maaf

Sepulang dari salat idul fitri, usahakan yang pertama kita sapa adalah kedua orang tua melalui telepon setelah sungkeman suami istri dan anak-anak. Sampaikan permohonan maaf kita karena tidak bisa pulang kampung.


Minta Doa

Mintalah doa dari kedua orang tua agar dimudahkan rezeki untuk bisa pulang kampung di tahun berikutnya. Doa kedua orang tua tidak pernah ada hijab meskipun kita telah menikah. Di tangannyalah letak qoramah itu.


Kunjungi Tetangga yang Dituakan

Mengunjungi tetangga yang dituakan dapat menjadi penawar rasa rindu kita kepada kedua orang tua. Kita hormati tetangga itu seperti kita hormati orang tua kita sendiri.


Kunjungi Teman dan Saudara Dekat

Mengunjungi saudara dekat yang sama-sama dirantau dan sama-sama tidak bisa pulang akan sedikit menghibur diri kita yang sedih. Demikian juga saat silaturahim ke teman-teman dari daerah yang sama maupun tidak.


Masak Menu Lebaran

Memasak menu lebaran yang biasa dimasak oleh ibu kita, juga dapat mengobati rasa rindu karena tidak bisa pulang kampung. meskipun rasa dari masakan kita tidaklah seenak yang dimasak oleh ibu kita.

Itulah beberapa tips menghibur diri bagi perantau karena tidak bisa menikmati berkumpulnya bersama keluarga. Tidak perlu sedih karena Allah lebih tahu keadaan kita kapan kita harus pulang atau kapan tidak. Yang pasti aturan Allah itu pasti lebih hebat dari aturan manusia.  

Selalu tersenyum dengan semua ketentuannya akan menambah rasa syukur kita. Setidaknya kita bisa merasakan orang yang memiliki masalah yang lebih sedih dari kita. Keep positive thinking. Walahualam.

#Day_30
#30HariKebaikanBPN



Antara Doa Dan Harapan Merujuk Surah Ad Dhuha



Antara Doa Dan Harapan Merujuk Surah Ad Dhuha
Posted by ana_susan I June 4, 2019

pixabay.com

Doa dan harapan, dua kata yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Di saat seseorang berdoa pasti dia akan mengharapkan sesuatu yang dia pinta.

Apa Itu Doa?
Doa adalah apa saja yang kita minta pada Allah agar dikabulkan. Doa-doa tersebut berupa cita-cita, rezeki, kesehatan lainnya. Namun kadang ada doa yang dikabulkan oleh Allah dengan cepat, ada yang ditunda dan ada pula yang lama baru dikabulkan. Padahal kita telah melakukan di waktu-waktu yang mustajab.
Saat doa dikabulkan kita mengatakan Allah sayang sama kita, namun saat doa tidak dikabulkan sebaliknya. Padahal jika kita mau memahami hakekat dari doa itu sendiri, Allah itu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita pinta.
Kalau doa yang kita pinta tidak dikabulkan sekarang, itu artinya Allah menundanya untuk sementara waktu dan akan dikabulkan nanti. Kapan itu? hanya Allah yang tahu.

Apa itu Harapan?
Saat satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka, namun kita sering kali terpaku menyesali pintu yang tertutup itu, hingga tak bisa melihat pintu lain yang terbuka bagi kita (Alexander Graham Bell)
Itulah kalimat yang diucapkan oleh salah seorang ilmuwan tentang harapan. Dimana manusia selalu menghrapkan apa yang dia inginkan, namun saat harapan yang dia inginkan tidak terpenuhi, dia down, sedih, kecewa, padahal masih ada harapan lain yang bisa dicapai.
Sebagai contoh kita ingin membuat usaha yang telah kita rancang dengan apik dan matang. Namun saat di perjalanan, Allah menakdirkan uang kita dirampok, usahanya masih setengah, dan untuk melanjutkan bingung harus bagaimana.
Jika kita mau berpikir, oh mungkin ada yang salah dari proses yang kita jalankan. Atau mungkin ada yang belum lengkap skedul yang kita rancang. Atau apa saja yang menghambat harapan kita.
Lantas adakah hubungan antara doa dan harapan? Oh tentu saja. kedua kata itu saling berhubungan

Hubungan Doa dan Harapan
Sebagai manusia yang percaya pada sang pencipta, tentunya pasti yakin akan keajaiban doa dan harapan. Mengapa? Yah, karena kedua kata itu tidak bisa dipisahkan.
Saat kita berdoa pasti ada terselip kata harap di dalamnya. Kita ingin jodoh yang baik, ingin anak yang soleh, ingin sukses atau apa saja. semua doa yang kita panjatkan pasti terselip kata harap di dalamnya.
Nah, bagaimana jika doa dan harapan itu tidak tercapai? Dalam konteks ini, rasulullah mengajarkan sesuatu yang amat penting. Yaitu melalui surah Ad dhuha.
Rasulullah sangat sedih, karena selama enam bulan wahyu tidak pernah turun. Enam bulan bukanlah waktu yang sebentar. Rasulullah merasa Allah mencampakkannya, atau membencinya. Rasulullah sedih selama enam bulan tersebut.
Namun, apa yang dikatakan Allah setelah enam bulan itu? ternyata, Allah tidak membencinya Allah sangat cinta pada Nya. Allah menghiburnya melalui surah Ad dhuha.


Jadi tidak ada kata benci, sedih atau kecewa, atau hal-hal buruk yang kita timpakan pada Allah. Positif thinking lah dengan semua yang diberikan Nya.
Jangan pernah kecewa, boleh jadi kita menyukai sesuatu, tapi itu amat buruk bagi kita, atau boleh jadi kita membenci sesuatu, tapi menurut Allah itu amat baik bagi kita.
Perbanyak bersyukur, toh masih ada yang tidak seberuntung kita, Allah menakdirkan kita seperti ini, karena dia percaya kita bisa melakukannya. Hanya saja yang Allah lihat sekarang, apakah kita mampu berkompetisi di antara makhluk-makhluknya untuk terus memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. wallahualam.
#Day_29
#30HariKebaikanBPN

Minggu, 02 Juni 2019

Momen Terbaik Ramadan Adalah Mendapatkan Malam Lailatul Qadar


Momen Terbaik Ramadan Adalah Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Posted by ana_susan I June 3, 2019



republika.co.id

Momen terbaik Ramadan adalah momen dimana kita merasakan nikmatnya Ramadan. Setiap orang pasti memiliki momen tertentu yang bisa menjadikan sebagai kerinduan dan kenikmatan yang dirasakan.

Sebulan penuh yang sangat special diberikan Allah, menjadikan bulan tersebut penuh keberkahan. Mengapa dikatakan berkah? Coba kita perhatikan, bagaimana Allah menggerakkan orang yang biasa tidak salat lalu salat taraweh bersama-sama di bulan Ramadan? Kemudina ada juga yang tidak biasa bersedekah menjadi rutin bersedekah di bulan Ramadan.

Tidak ada satu hari pun yang merugikan manusia saat Ramadan. Kebaikan yang kita lakukan berbalas pahala dari sang Maha Kuasa. Ngabuburit misalnya, selama Ramadan sering kita lakukan bersama keluarga. Menikmati sore sebelum berbuka sambil keliling melihat jajanan buka yang jarang disajikan selain Ramadan. Padahal sebelum Ramadan momen tersebut jarang didapatkan karena kesibukan masing-masing.


Ngabuburit. Sumber Gambar : dadut.com



Belum lagi berkumpul buka puasa bersama keluarga besar dan teman. Kadang teman yang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, Allah pertemukan di Ramadan dengan buka bersama.


Mudik. Sumber Gambar : tirto.id


Mudik juga bisa merupakan momen kita saat Ramadan. Seminggu sebelum lebaran tiba kita telah mempersiapkan tiket untuk mudik. Bertemu keluarga, orang tua dan handai tualan seolah telah menjadi sebuah tradisi. Apalagi bagi perantau.

Demikian juga pakaian baru. Kebanyakan kita akan membeli baju baru untuk anak, suami atau lainnya untuk memberikan hadiah bagi mereka. Anak-anak kadang merasa sangat gembira menerima baju yang telah diberikan oleh kita. Apalagi baju tersebut kesukaannya. Tanda terima kasih selalu terucap dari bibir mereka.


Belum lagi promo belanja yang selalu hadir setia menemani belanja kita. setiap toko online dan offline berlomba mengadakan promo besar-besaran guna mengundang para pembeli untuk memborong barang-barang yang mereka butuhkan. Semua seolah menjadi kepuasan tersendiri.

Dari semua moment Ramadan yang ada, momen terbaik Ramadan adalah saat kita bisa merasakan malam lailatul qadar. Tidak ada yang tahu hari ke berapakan malam tersebut. Yang pasti Allah hadiahkan untuk hamba-hambanya yang setia beribadah siang dan malam.

Ibadah yang dilakukan berupa amalan wajib, sunnah, zikir, shalawat yang bisa memperkat ruhaninya. Sehingga jasadnya pun akan seimbang dengan sendirinya.

Bagaimana dengan kalian, apa moment terbaik kalian saat Ramadan?

#Day_28
#30HariKebaikanBPN



Kastengel Jajanan Trend di Setiap Lebaran



Kastengel Jajanan Trend di Setiap Lebaran
Posted by ana_susan I June 2, 2019



Siapa sih yang tidak kenal Kastengel. Kue kering yang satu ini pasti hadir di setiap lebaran. Hampir semua rumah yang kita kunjungi saat silaturahmi selama lebaran pasti menyajikan kue ini.

Bentuknya yang panjang, sekitar tiga centimeter dengan taburan parutan keju membuat siapa saja yang melihatnya pasti tergerak untuk membeli atau mencicipi.

Kastengel berasal dari kata kaas yang artinya keju dan Stengel yaitu batang. Atau kue kering yang dibuat dari adonan tepung terigu, telur, margarin, dan parutan keju.

Asal Mula Kastengel
Kue ini berasal dari negara Belanda dan diperkenalkan oleh nyonya Belanda yang sejak zaman dahulu sebagai sajian yang istimewa. Di Belanda kastengel bentuknya lebih panjang seperti tongkat terbuat dari puff pastry dan keju di atasnya, biasanya kita dapat menemukan kastengel ini di toko roti dan dimakan sebagai camilan.


sumber Gambar : kaasstengels.orangegraphiclabs.com




Sebagai negara yang sempat dijajah oleh Belanda selama berabad-abad, adalah wajar jika warisan kuliner dari negeri kincir angin ikut terserap dalam khazanah kuliner lokal. Kastangel lah salah satu khazanah kuliner tersebut.

Kue ini juga disajikan di rumah-rumah pejabat dan pegawai Belanda yang menikahi  wanita pribumi atau nyonya Belanda yang mengikuti suaminya bertugas. Merekalah yang membawanya.

Kastangel Indonesia Vs Kastangel Belanda
Setelah berada lama di Indonesia, barulah kastangel berubah bentuknya menjadi lebih kecil. Dari komposisinya juga berbeda. Utnuk bisa melihat perbedaan kastangel Indonesia dengan Belanda, dapat dilihat dari bahan dan cara pembuatannya berikut ini.

Sumber Gambar : kaasstengels.orangegraph.clabs.com

Kastangel Indonesia terdiri atas mentega, tepung terigu, telur, keju edam, keju cheddar, margarin. Kastengel Belanda terdiri butter pastry beku, minyak zaitun daun thyme kering, dan keju parut (parmesan / cheddar / gouda).
Kastangel Belanda biasanya disantap bersama sup dan salad sedangkan kastengel Indonesia tidak.

Pencinta Keju Pasti Suka Kastengel
Bagi kalian pencinta keju, tentunya kastengel menjadi list utama jajanan lebaran untuk di rumah. Rasanya yang asin dan gurih ini menjadikan lidah ingin menyantapnya lagi dan lagi.

Kadang setoples saja habis tanpa disengaja sambil nonton televisi ngobrol dan lainya.

Bagi kamu yang bukan pencinta keju, masih ada pilihan jajanan lebaran lainnya. Seperti nastar, kue sagu dan lain lain. Bagaimana dengan pilihan jajanan lebaran kalian?

#Day_27
#30HariKebaikanBPN

Jumat, 31 Mei 2019

Amalan Yang Bernilai Plus Dilakukan Selama Ramadhan



Amalan Yang Bernilai Plus Dilakukan Selama Ramadhan
Posted by ana_susan I May 31, 2019

pixabay.com

Bulan Ramadan adalah bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Di dalamnya terdapat rahmat, pengampunan dosa dan dijauhkan dari api neraka. Setiap amalan yang kita lakukan di bulan Ramadan mendapatkan berpuluh-puluh kali lipat pahalanya.

Untuk mencari pahala di bulan lain tidak akan kita dapatkan seperti banyaknya di bulan ramadan. Bahkan Allah juga memuliakan bulan tersebut dengan adanya satu malam yang bernama lailatul qadar. Tidak ada yang mengetahui kapan malam lailatul qadar itu. Mengapa Allah rahasiakan?

Allah merahasiakan malam lailatul qadar itu tidak lain adalah agar kita senantiasa komitmen beribadah hingga Ramadan meninggalkan kita. Allah juga mengharapkan perubahan kebaikan yang besar ada pada dirinya.

Untuk memperoleh malam itu, ada baiknya kita mengisi waktu Ramadan itu dengan hal-hal baik yang mendatangkan rahmat Allah pada kita. Hal-hal baik apakah itu?

Tilawah
Tilawah adalah bacaan alquran yang disertai dengan membaca artinya serta mengamalkan isinya. Tilawah yang dilakukan selama Ramadan hendaknya bisa dikhatamkan minimal dua kali khatam.
Para sahabat di zaman rasulullah, mengkhatamkan alquran sampai lebih dari tiga kalikhatam.

Perketat Salat Malam
Dalam surah almuzammil ayat 1-20 dianjurkan kita untuk menegakkan salat malam. Kebiasaan ini dilakukan oleh salafus saleh yang selalu dekat dengan Allah.
Orang yang melakukan salat malam akan diangkat derajatnya oleh Allah, akan dimuliakan selalu, perkataanya akan penuh dengan hikmah serta pancaran cahaya keimanan akan terlihat di wajahnya. Masih banyak lagi manfaat salat malam bagi orang yang mendawwamkannya.

Merutinkan Salat Sunnah Lainnya
Salat sunnah dhuha, rawatib dan salat wudhu adalah salat sunnah yang sangat baik jika di tingkatkan kekonsistenannya. Pahala yang kita dapatkan juga besar. Seperti salat sunnah sebelum subuh. Jika kita melakukannya maka kita sama seperti mendapatkan dunia dan siisinya.

Tingkatkan Hafalan dan Murajaah
Setiap hafalan alquran yang kita lakukan akan mendapat peringkat surga di akhir bacaaan kita saat hari kiamat. Jadi perbanyak hafalan sesuai dengan kesanggupan masing-masing.
Untuk menjaga hafalan kita, ada baiknya kita memurajaahnya atau mengulang-ngulang bacaan. Karena dalam sebuah hadist dikatakan bahwa hafalan itu akan cepat lepas seperti unta yang lepas dari ikatannya.

Sedekah
Memberikan sesuatu baik berupa uang maupun makanan akan membawa keberkahan pada umur dan rezeki kita. Pahala yang didapatkan juga berbeda dengan sedekah yang dilakukan saat bukan bulan puasa. Yaitu beratus kali lipat.

Zikir
Ingatlah Allah, karena dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Konteks ini jelas terlihat dalam sebuah ayat alquran yang sangat menganjurkan kita untuk berzikir.
Bacaan zikirnya mengandung pujian pada Allah, takbir, tahmid, tahlil dan pengampunan.
Inilah beberapa amalan yang sangat baik dilakukan selama waktu Ramadan. Hal ini tidak menutup kemungkinan dilakukan juga saat selain Ramadan. Semoga Allah mempertemukan kita kembali di Ramadan berikutnya. Aamiin.


#Day_26
#30HariKebaikanBPN

Kamis, 30 Mei 2019

Tradisi Lebaran yang Awet di Aceh



Tradisi Lebaran yang Awet di Aceh
Posted by ana_susan I May 30, 2019

tweeter.com
Lebaran adalah saatnya silaturahmi dengan keluarga. Moment yang ditunggu setelah sebulan penuh berpuasa. Semua handai taulan berkumpul di hari yang bahagia. Itulah salah satu tradisi lebaran setiap tahunnya.
Di berbagai negara memiliki tradisi lebaran yang berbeda-beda. Demikian juga setiap daerah. Di Indonesia saja tradisi lebaran  dari Sabang sampai Meuroke pasti berbeda. Meskipun ada beberapa yang sama.
Aceh, misalnya. Sebagai salah satu daerah yang mayoritas penduduknya muslim. Aceh memiliki banyak tradisi yang masih melekat hingga sekarang. Beberapa tradisi tersebut adalah

Meugang

pegi-pegi.com


Meugang atau makmeugang berasal dari kata “Makmu” dan “gang”. Gang dalam Bahasa Aceh berarti pasar. Pada hari biasa, pasar tidak banyak dikunjungi masyarakat. Namun, menjelang Ramadan dan idul fitri atau lebaran, masyarakat banyak mengunjungi pasar. Sehingga muncul istilah makmu that gang nyan (makmur sekali pasar itu ) atau makmeugang.

Dalam tradisi makmeugang ini, para masyarakat Aceh biasanya membeli daging yang dimasak dengan berbagai macam masakan. Lalu masakan itu akan disantap oleh keluarga atau diberikan ke anak yartim.

Kuliner Khas Aceh

steemit.com

Kuliner khas Aceh yang disajikan saat lebaran tiba ada beberapa macam. Seperti lontong sayur plus daging rendang, sirup merah cap patung, ketupat, kue thimpan, dan beberapa kue khas Aceh lainnya. Semua tersedia di rumah-rumah masyarakat Aceh saat lebaran tiba.

Rasa lontong sayurnya sangat khas, mirip dengan lontong medan. Kerupuknya juga beda dengan kerupuk di daerah lain. Belum lagi ketupat dan kue-kue Acehnya. Semuanya bikin ngangenin deh pokoknya.

Parcel Lebaran

floristgirl.com


Tidak hanya di Aceh saja, parcel sudah menjadi tradisi setiap lebaran bahkan hari besar lainnya. Biasanya isian dari parcel tidak jauh dari makanan yang disajikan untuk para tamu. Pengirimannya kadang seminggu sebelum lebaran atau setelah lebaran.

Takbiran

Acehbisnis.com

Mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil setelah berpuasa penuh, menunjukkan rasa syukur kita pada sanga Maha Pencipta karena telah berpuasa satu bulan lamanya. Takbir dikumandangkan sejak malam lebaran hingga esok paginya tanpa henti.
Tradisi ini hampir dirasakan di semua negara-negara Islam. Takbir yang dikumandangkan dipimpin oleh beberapa orang dan diikuti oleh banyak orang secara bersama-sama.

Ada juga yang mengadakan takbir keliling sambil menabuh bedug lalu berkeliling kampung maupun kota.

Baju Baru
Sudah menjadi tradisi di Aceh, bahwa setiap lebaran tiba pasti orang tua akan membelikan baju baru untuk anak-anaknya. Baju baru itu sebagai tanda untuk menyenangkan hati anak-anaknya telah berpuasa penuh dan untuk membahagiakan sang anak. Namun bukan berarti yang tidak dibeli tidak lebaran ya.

Halal bi Halal

Aceh.Kemeneg.co.id


Tradisi ini juga sama di setiap daerah dan negara. Acara salam-salaman antar teman dan keluarga serta di kantoran. Tradisi ini dilakukan untuk memudahkan orang-orang yang belum bertemu agar bisa bertemu pada satu acara halal bi halal yang terjadwal.

Ziarah Kubur

Antarafoto.com

Kegiatan ini dilakukan setelah salat idul fitri. Tujuannya untuk mendoakan anggota keluarga yang telah pergi meninggalkan dunia.

Uang Lebaran
Uang lebaran biasanya diberikan pah da anak-anak yang bersilaturahim. Uang yang diberikan pada anak sebagai tanda memuliakannya. Di Aceh tradisi ini telah lama melekat dan masih ada hingga sekarang.

Itulah beberapa tradisi Lebaran yang masih melekat hingga sekarang di ceh. Aku yakin di daerah kalian memiliki tradisi lebaran yang berbeda. Tentunya yang seru dan pastinya juga bikin kangen. Yuk list tradisi lebaran yang ada di daerahmu.

#Day_25
#30Hari Kebaikan BPN

Rabu, 29 Mei 2019

Allah Butuh Hatimu Yang Baru. Masihkah Perlu Baju Baru?


Allah Butuh Hatimu Yang Baru. Masihkah Perlu 
Baju Baru?
Posted by ana_susan I May 29, 2019


pixabay.com


Baju lebaran adalah pakaian yang baru dibelikan dan dikenakan saat lebaran tiba atau pada moment tertentu. Tradisi membeli baju lebaran ini sudah mendarah daging di diri kita masing-masing. Saat kita kecil, ibu dan ayah kita pasti menyiapkan baju lebaran 2-3 pasang untuk dipakaikan kepada kita.

Kadang sesekali kita suka pamer tuh sama saudara dari sebelah ayah maupun ibu. Apalagi jika berkedekatan rumah. Sering kita mendengar dialog, kamu sudah punya baju baru berapa pasang? Kalau aku banyaklah. Ha ha ha. Sombongnya.

Masa Kecil Memiliki Baju Baru
Mengingat masa-masa kecil dengan baju baru adalah suatu hal yang menyenangkan. Apalagi baju baru yang dibelikan oleh ayah dan ibu kita kita kenakan saat salat idul fitri tiba. Pakaiannya masih bau wangi pabrik. Kadang belum dicuci dulu biar kelihatan ori barunya.

Tidak itu saja. Saat kita kenakan kadang timbul rasa bangga pada diri kita. Nih lihat aku punya baju baru. Kamu mana? Baju barunya jelek pula. Dan masih banyak rasa ujub yang tanpa kita sadari itu telah kita lakukan saat kecil.

Masa-masa memiliki baju baru itu  terus melekat hingga aku kuliah. Entah mengapa kalau lebaran itu harus pakai baju baru? Aku juga tidak mengerti. Mungkin karena moment setelah puasa adalah moment membersihkan diri dan menjadi diri yang baru trus pakai baju baru kali ya? Hmmm.

Pasca Menikah Memiliki Baju Baru
Sejak menikah tradisi membeli baju baru itu mulai surut. Entah mengapa, aku juga tidak mengerti. Apa mungkin saat itu aku sibuk kuliah dan tidak memikirkan baju baru saat lebaran. Demikian juga suamiku. Kami tipe pasangan yang tidak memperdulikan yang namanya baju baru lagi.
Dulu mungkin kedua orang tua kami memberikannya pada kami untuk membahagiakan kami karena telah berhasil puasa penuh. Namun sekarang setelah menikah, baju baru itu terlihat biasa-biasa saja.

Kapan Dong Punya Baju Baru
Kapan mau beli baju baru? Menurutku, membeli baju baru tidak harus pas lebaran tiba. Aku beranggapan seperti itu untuk menghindari terlalu mencoloknya anata kita dan orang-orang yang tidak punya. Kasihan kan ya, disaat kita hampir semuanya pakai baju baru, nah tetangga kita yang kurang mampu melihatnya pakai baju biasa.

Padahal Rasulullah yang menjadi tauladan kita, orangnya sederhana. Kalaupun ada hadist yang mengatakan pakailah pakaian terbaik saat salat idul fitri. Bukan berarti harus memiliki pakaian atau baju baru. Akan tetapi baju yang pantas dipakai saat lebaran. Pantas di sini adalah baju yang tepat dipakai untuk salat seperti baju koko. Atau saat silaturahim pakai baju kemeja. Kan tidak mungkin kita salat memakai pakaian stelan traning or jogging. Right? Atau mau silaturahim pakai baju tidur. Oh nooo.

Untuk menghindari hal-hal yang mengharuskan kita untuk membeli baju baru saat lebaran, ada beberapa tips agar kita bisa membeli baju baru pada saat yang tepat.

1.Sedekahkan Satu Baju Lama Sebelum Baju Baru
Aku memiliki prinsip bahwa jika aku ingin membeli baju baru, baju yang lama harus aku sumbangkan ke orang yang membutuhkan. Tentunya baju tersebut masih layak pakai.

Ternyata prinsip ini sangat didukung oleh metode KONMURI. Kalian tahu metode apa ini? yah, metode merapikan dan menyeleksi baju ala Jepang. Dimana, ada beberapa metode di dalamnya yang bisa kalian terapkan di rumah.

Tujuannya adalah agar barang-barang yang ada di dalam rumah kita adalah barang yang bersifat penting dan dibutuhkan. Satu lagi barang di rumah kita tidak menumpuk sebagai gudang. Kalian bisa baca bukunya ya. Isi nya bagusss banget.

2. Beli Baju Baru di Hari Lain
Untuk menghindari tradisi saat lebaran harus memakai baju baru, kita bisa membeli baju baru di hari yang lain. Malukah jika saat lebaran baju barunya sudah basi? Oh tidak. Menurutku itu hal yang biasa saja.

Banyak keuntungan yang di dapat, selain kita menghindari membludaknya para pembeli di mall-mall dan pasar, juga kita menfokuskan diri di sepuluh terakhir Ramadan. Jadi dapat dua-duanya kan?

3. Hapus Image Tradisi Baju Baru
Untuk menghapus kebiasaan yang telah mendarah daging sangatlah sulit. Namun bagi kita yang ingin benar-benar mau merubahnya sangatlah gampang. Kalian tahu caranya?

“Tanamkan pada diri, lebaran tidak mesti ada baju baru. Tanamkan dalam diri Allah itu tidak butuh baju barumu, sepatu barumu, atau apapaun barang yang baru. Tapi yang dibutuhkan oleh Allah saat lebaran adalah hatimu yang baru”.

Yah, hati yang baru, hati yang suci, hati yang bersih. Apakah ada pada diri kita di saat lebaran tiba? Atau jangan-jangan kita menjadi bertambah lalai dan tergoda dengan glamornya dunia. Allah saja menunggu hati kita yang bersih dan baru. Mengapa kita tidak memberikan hati baru kita kepadaNya. Apakah belum cukup karunia yang dia berikan pada kita melalui nikmatnya berpuasa sebulan penuh?

Yuk, mari sama-sama kita perbaiki diri, jangan pernah beranggapan lebaran itu harus ada baju baru, tapi mulai sekarang milikilah hatimu yang baru untuk dipersembahkan pada Allah swt. Wallahualam.

#Day 24
#30HariKebaikanBPN

Selasa, 28 Mei 2019

Kenangan Terindah Saat Berbuka Bersama Keluarga




Kenangan Terindah Saat Berbuka Bersama Keluarga
Posted by ana_susan I May 28, 2019

pixabay.com


“Taman yang paling indah hanya taman kami, taman yang paling indah hanya taman kami”.
Pernah dengar lagu itu? yah, di Taman Kanak-kanak kan ya. Tapi jika aku ganti liriknya boleh ya. Jadinya seperti ini.
“Buka yang paling indah hanya buka bersama, buka yang paling indah hanya buka bersama. Cocok tidak? He he”.
Sebenarnya sih aku pingin cerita sedikit tentang berbuka puasa bersama keluarga. Siapa sih yang tidak menginginkannya? Saat – saat indah itu mesti terulang kembali.

Kenangan Berbuka Saat Kecil
Di rumah itu kita menunggu beduk bersama kakak dan adik. Kadang ada yang sambil nonton televisi, kadang juga bermain congklak atau mainan apa saja yang bisa menunda perut yang mulai keroncongan karena lapar.
Belum lagi pingin bukaan yang bermacam-macam. Satu anak pingin pisang goreng, satu anak pingin mie goreng dan satu lagi pingin kentang goreng. Duuhhh, masya Allah, mama dengan hati gembira menyiapkannya tanpa berkata tidak mau. Semua dikerjakan sendiri. Nah, kami ngapain? Main. Astagfirullah. Hmmm
Itulah ibu, dia tidak pernah mengeluh dengan kata capek, padahal kita tahu pekerjaan yang dilakukan segambreng. Dia juga tidak pernah marah, kecuali jika kita tidak makan yang sudah di masaknya. Saat berbuka pun masih saja sibuk di dapur. Ada saja yang dikerjakannya. Masya Allah. Semua memori itu masih terekam di kepala ku.
Kenangan Berbuka Saat Dewasa
Tidak sempat ma, banyak tugas kuliahan ma, dan masih banyak alasan yang kita katakan. Padahal saat itu ibu kita butuh bantuan kita. Namun apa beliau marah? Tidak, sekali lagi tidak. Dia tidak pernah marah. Dia hanya berkata, tugasmu kuliah dan belajar yang benar ya. Yang penting kamu cepat lulus lalu kerja.
Berbuka bersama pada masa dewasa sangat berbeda, mama dan papa sudah mencium jarak ketidak bersamaan kami saat berbuka. Kadang aku harus berbuka di jalan menuju rumah, karena baru pulang praktikum atau penenelitian. Namun bagi mereka hal itu bukan masalah.
Hanya saja aku merasa kehilangan momen untuk berbuka seperti di masa kecil.
Kenangan Berbuka Setelah Menikah
Masa inilah yang paling tersulit menurutku. Jauh dari keluarga, dirantau pula, pulang belum tentu pas Ramadan. Kesibukan pekerjaan, THR tak kunjung datang. Pas datang malah tiket pulang melonjak tinggi.
Semua orang berebutan untuk bisa berbuka bersama keluarga. Namun tertunda karena beberapa faktor tadi. Akhirnya apa tindakan selanjutnya? Yah, kami mengusahakan pulang pas momen lebaran.
Awalnya sedih? Pasti dong. Yang biasa makanan telah tersedia, sekarang harus menyiapkan masakan sendiri untuk keluarga. Yang biasanya makanan khas daerah disajikan, sekarang belum tentu masakan daerah yang kita masak seenak mama kita yang masak. Pokonya, rindu ini membuncah deh saat Ramadan tiba, apalagi saat lebarannn. Huk huk huk.
Kalau kata mama, sabar, semua akan indah pada waktunya. Yah, aku mendengar semua nasehatnya. Karena memang hakekatnya manusia itu, lahir, tumbuh, menikah, wafat. Sebaik-baik yang dia tinggalkan adalah kebaikan dirinya.
Meskipun harus jauh dari keluarga besar, setidaknya menjadikan kita lebih dewasa menyikapi diri bahwa sekarang kitalah yang berperan sebagai orang tua. Yang terpenting sekarang kita pun bisa merasakan bagaimana capeknya mama kita menyiapkan keperluan kita. semoga kita bisa menjadi strong seperti ibu yang melahirkan kita. Aamiin.
 #Day_23
 #30HariKebaikanBPN


Minggu, 26 Mei 2019

Make Up In and Out Saat Lebaran Tiba Agar Cantik dan Menawan


Make Up In and Out Saat Lebaran Tiba Agar Cantik dan Menawan
Posted by ana_susan I May 27, 2019


Siapa sih yang tidak butuh cantik dan menawan saat lebaran. Kecantikan wanita telah diakui oleh setiap manusia yang menatapnya. Bahkan alquran sendiri melindungi wanita terjadap kecantikan yang dimiliki olehnya.

Cara alquran menjaga kecantikan wanita adalah menahan pandangannya, menutup auratnya kecuali wajah dan telapak tanga, serta merias wajahnya dengan wajar atau tidak berlebihan.

Namun, bagaimanakan jika sang wanita dituntut tampil cantik pada acara-acara formal? Apakah harus semenor mungkin biar terlihat berbeda dari wanita lain? Apakah dengan dandanan yang menor itu telah menjadikan dia secantik bidadari? Belum tentu. Atau mungkin harus ditambah dengan riasan bling-bling agar kelihatan mencolok? Hmmm.

Untuk menjawab hal tersebut, sebenarnya tergantung dari wanita itu masing-masing. Tidak semua orang nyaman dengan yang disarankan orang lain kepada kita atau sebaliknya. Semua tergantung bagaimana cara dia menyikapi cantik itu sendiri. Atau apa pengertian cantiknya seorang wanita. Apakah dari dalam dirinya atau hanya sebatas fisik mealui make up yang dipoles di wajahnya.

Pada moment lebaran, adalah saat umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Banyak handai taulan akan kita kunjungi guna mempererat tali silaturahim yang telah lama terputus atau telah lama tidak kita kunjungi. Berpenampilan yang cantik dan menawan mutlak diperlukan. Agar kita terlihat berbeda dari hari biasa.

Ada dua hal make up yang harus dimiliki oleh seorang wanita saat lebaran tiba.

1. Make Up dari Dalam


Sumber Gambar : scontent-iga3-1-cdninstagram.com


Make up dari dalam berhubungan dengan ruh nya. Artinya wanita mempoles dirinya dengan hal-hal yang berhubungan dengan ruhani. Seperti tilawahnya. Bagaimana dengan tilawah yang dilakukan, apakah masih tetap rutin seperti saat puasa Ramadan?

Kemudian salat sunnah tahajud dan duhanya? Apakah masih tetap dilakukan meskipun sibuk menerima banyaknya tamu yang hadir atau ngantuk dan capeknya dia di malam hari.

Yang ketiga adalah bagaimana dengan zikir hariannya. Apakah tetap rutin dikerjakan? Karena zikir memperluas rahmat Allah, menambah rezekinya dan masih banyak fadilah lain dari zikir  itu sendiri.

Wudhunya, apakah dia masih menjaga wudhunya. Padahal seorang yang menjaga wudhunya, selalu dalam keadaan suci, dan wajahnya selalu berseri-seri. Apakah ini belum cukup untuk memake up diri kita dari dalam?

Kelakuannya bagaimana? Apakah dia masih sering berburuk sangka sesama muslim? Dan masih banyak perbuatan yang bisa mempoles dirinya dari dalam.

2. Make Up dari Luar


Sumber Gambar : terasjabar.id


Untuk make up yang satu ini, berhubungan dengan fisik. Artinya terlihat secara kasat mata oleh orang lain. Bukan tidak boleh kita bermake up secara fisik. Namun dalam Islam ada batasan-batasn tertentu yang mestinya diperhatikan.

Misalnya saja, dalam memakai lipstick, tidak terlalu tebal sehingga membuat bibir kita merah merona-rona. Atau bedak yang kita pakai, setidaknya tidak terlalu tebal dan sesuaikan dengan jenis kulit. Jika terlalu tebal ntar disangka badut lagi atau jika tidak sesuai dengan jenis kulit kita maka akan terlihat kusam nantinya.

Bagaimana dengan eye liner, bulu mata palsu, mascara atau dengan penghitam alis? Sama seperti diatas, usahakan tidak terlalu tebal, agar terlihat sederhana tapi menarik. Jangan sampai orang kaget melihat kita yang lain dari biasanya.

Sedangkan untuk bulu mata palsu agar terlihat lentik kalau bisa dihindari. Karena bulu mata palsu merubah bulu mata yang telah diberikan oleh Allah. Jadinya kesannya kita tidak mensyukuri apa yang telah diberikan olehNya.

Nah, teman-teman, itulah make up yang dilakukan saat lebaran tiba. Gunakan moment terindah lebaran ini untuk menambah keimanan kita dan menjaga keistiqomahan kita pada Allah. Jangan sampai hanya karena hari lebaran dan tampil bedanya kita, membuat Allah murka. Padahal jelas dalam alquran dikatakan, orang yang beruntung itu adalah yang lebih baik dari kemarin. Wallahualam.

#Day_22
#30HariKebaikanBPN