Kamis, 21 Mei 2020

3 Tips Berhemat Saat Lebaran di Tengah Pandemi

| Kamis, 21 Mei 2020

3 Tips Berhemat Saat Lebaran di Tengah Pandemi
Posted by ana_susan 21 Mei 2020


Foto by pexels.com

“Lebaran ini kita tidak perlu baju baru dan tidak mudik ya?”

Lebaran sebantar lagi. Bulan puasa pun akan pergi meninggalkan kita. Banyak hal yang ingin kita rencanakan untuk menyambut lebaran tiba. Terbayang takbir dan tahmid, salat Idul Fitri berjamaah, berkumpul bersama keluarga, makan ketupat dan lontong dan masih banyak lagi yang akan kita temui.

Berbeda di tahun ini, saat pandemi Covid-19 telah menguasai dunia. Banyak hal yang berubah. Rutinitas di luar tidak banyak lagi. Kesehatan selalu menjadi prioritas. Menjauhi kumpulan ramai orang-orang. Berbelanja lebih baik dari rumah dan masih banyak hal yang berbeda dari sebelumnya.

Belum lagi kita tidak diperkenankan mudik. Duh, alangkah berat ujian yang dirasakan sekarang. Sebagai pengalihan dari semua itu, kebanyakan kita kadang tergiur untuk belanja online, membeli baju baru padahal tidak dibutuhkan dan cendrung menghabiskan gaji yang didapatkan untuk sesuatu yang tidak penting.

Hasil dari semua itu, terkadang tanpa disadari kita telah jauh dari kata hemat. Pengeluaran membengkak dan akhirnya tanpa diduga tiba-tiba saja kita telah berhutang. Padahal semua itu tidak sadar kita lakukan. Akhirnya kita pun tergolong pada orang-orang yang boros. Bukankah Allah tidak menyukai orang-orang yang boros atau menghamburhamburkan hartanya?

Ada tiga tips berhemat lebaran saat pandemi Covid-19 berada ditengah kita.

1. Pengalihan Dana Mudik

Jauh hari sebelum mudik tiba, kita telah menyiapkan dana. Sebagian uang disisihkan atau ditabung agar saat mudik tiba kita pun tidak kaget. Artinya pengeluaran dana ke mudik tidak terlalu besar untuk ditambahkan.

Berbeda dengan sekarang, dana mudik tentunya tidak kita gunakan. Karena pemerintah melarang mudik beberapa bulan ke depan sampai dibatalkan kapan semua berakhir. Untuk itu, dana mudik bisa kita alihkan ke kebutuhan bagi keluarga.

Pengalihan dana mudik bagi keluarga bisa berupa membeli makanan bergizi, buah-buahan dan multivitamin. Kebutuhan tubuh akan asupan yang sehat sangat dibutuhkan agar ibadah kita kuat. Bukankah Allah menyukai orang-orang yang kuat dan sehat?

2. Pengelolaan THR

Setiap lebaran, bagi para pekerja tentu endapatkan tambahan tunjangan hari raya atau lebih dikenal dengan THR. Dana THR ini diberikan sebagai bonus selama setahun bekerja. Biasanya kita menggunakan dana ini untuk membagi-bagikannya pada sanak saudara saat bertemu. Atau lebih dikenal dengan angpao. Baju baru pun tidak ketinggalan dalam list lebaran kita.

Semua dilakukan karena kita bertemu dan berkumpul. Namun, di tengah pandemi Covid-19 yang belum jelas virusnya ada di mana, kita pun melakukan social distance. Nah, pertanyaannya apakah baju baru perlu? Bagaimana dengan THR?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus bisa berpikir bahwa baju baru tidak perlu dibeli. Kenapa? Toh kita pun tidak bertemu dengan siapa-siapa kan? Bukankah tujuan beli baju baru karena berada di suasana baru nan fitri? Jadi, baju baru kalau bisa tidak kita beli. Demikian juga dengan angpao. Kalau pun terpaksa, kita tranfer hanya sedikit (hanya orang-orang yang berhak membutuhkan).

Lantas, kemana harus kita gunakan THR nya? Kita bisa manfaatkan untuk bayar hutang. Atau sebagai tabungan jangka panjang, karena kita tidak tahu kebutuhan yang tidak terduga di masa yang akan datang. Atau kita juga bisa menyimpannya sebagai dana pensiunan.

3.Tidak Tergoda Diskon

Untuk yang satu ini tidak pandang bulu. Semua pasti suka yang namanya diskon. Banyak tempat yang memberi layanan seperti ini sebelum Covid-19. Mulai dari mall, toko dan masih banyak lagi. Semua menjajakan dagangan yang dipakai maupun yang dikonsumsi.

Diskon pun tidak mau kalah saat pandemi berlangsung. Tidak bisa belanja di luar, ada cara belanja online melalui bermacam market place. Semua dari mereka menawarkan diskon yang gila-gilaan.

Bagi kita pribadi, tentu hal ini menarik kan. Apalagi kebutuhan yang kita inginkan ada di sana. Tanpa harus keluar, ditambah diskon, tahu-tahu barang sudah sampai ke rumah. Salah satu keuntungan yang kita dapatkan adalah kita tidak capek.

Namun demikian, ada kerugian yang kita dapatkan, yaiktu pengeluaran menjadi besar tanpa kita sadari. Jadi bagaimana mengatasi hal tersebut? Mungkin yang harus kita lakukan adalah menahan diri untuk tidak membeli. Kalau tetap ada hasrat ingin membeli, hapus saja aplikasi marketplace yang bisa menggoda kita tiap membuka handphone. Bereskan? He he.

Jadi teman-teman, intinya, segala pengeluaran dana yang kita miliki itu yang mengatur dan mengelolanya bukan orang lain. Tapi diri kita sendiri. Kitalah yang harus menatanya untuk menggunakannya pada tempat yang tepat. Bisa dengan sedekah, membayar zakat fitrah, sumbangan yang sifatnya akhirat. Tapi yakinlah dana itu sebagai aset kita untuk menambah amalan kita.

#ChallangeBPN_27



Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan pesan atau saran seputar tema pembahasan :).