Selasa, 07 Mei 2019

Nikmatnya Empat Tempat Kuliner Aceh Saat Buka Puasa



Nikmatnya Empat Tempat Kuliner Aceh Saat Buka Puasa
Posted by ana_susan I Mei 7, 2019



Bagaimana kabar teman-teman di hari kedua Ramadan? Semoga masih berpuasa dan kuat menjalankan ibadahnya. Kali ini, aku sedikit menceritakan tempat buka puasa favorit yang biasa kulakukan saat aku berada di kota kelahiranku di Banda Aceh.

Bicara soal buka puasa di luar, bagiku agak sedikit rumit sih. Mengingat, aku tidak begitu suka makan di luar. Kalian tau mengapa aku tidak suka makan di luar? Bukan tidak punya uang ya? Ha ha ha. Tapi ada yang luar biasa selalu kurasakan saat aku buka puasa di kotaku. Yaitu masakan mamaku. Hmmm aroma masakannya saja tercium hingga ke Bogor tempat kutinggal sekarang. Duhh jadi kangenn sama masakan mama. .

Lezatnya Masakan Mama
Yah, mama memang pandai memasak. Masakan apa saja yang dibuatnya pasti selalu enak. Padahal tanpa mecin-mecinan. Mungkin itu memang kelebihan dari mama, hingga dulu papaku saja jika makan bisa tambah 2-3 porsi. Masakan Acehnya membuat lidah siapa saja selalu bergoyang. Tetangga saja jika diberikan masakan mama, sangat senang.

Kami sendiri sebagai anak-anaknya, jika ingin sesuatu untuk berbuka pasti dimasakin, tujuannya agar kami semangat puasanya hingga selesai. Padahal kesibukan mama saat itu cukup menyita waktu. Mulai dari kerja kantoran, menjahit pesenan orang, belanja, memasak dan lainnya tanpa bantuan seorang khadimat. Yang herannya, mama kuat melakukan itu semua. Kami sebagai anaknya saja dilarang untuk membantu. Cukup fokus pada belajar dan belajar. Hasilnya sekarang aku sendiri jadi sulit untuk memasak yang enak-enak. Kalau pingin sesuatu dari masakan mama aku segera telepon beliau dan menanyakan resepnya. He he. Hasilnya? Yah, mirip-mirip dikit deh.

Itulah mengapa aku sulit untuk bercerita tempat buka puasa favorit di kotaku. Namun demikian, ada empat tempat yang mungkin sesekali aku dan keluargaku suka makan di sana. Kalau untuk berbuka, kami selalu di rumah, meskipun makanan dibeli di luar. Aku sendiri sering makan diluar saat telah menikah. Hitung-hitung menikmati masa bulan madu. Hmmm.

Empat Tempat Kuliner Favorit Aceh Saat Buka Puasa
Ceritanya begini, setahun setelah kami menikah. Aku diajak suami buka puasa di luar. Awalnya aku sedikit menolak, karena mungkin aku tergolong anak rumahan kali ya. Jarang pergi. Pergi pun paling sukanya ke toko buku. Dan masih malu-malu juga sih, soalnya yang duduk di depan menggunakan motor adalah laki-laki. Padahal suami sendiri. Jadi masih agak canggung gitu.

Kami memang jarang bertemu. Setelah menikah, suami mengajar di daerah pedalaman Aceh Singkil, sedangkan aku mengajar di Salah satu Akademi Farmasi Banda Aceh. Namun, jarak tidak pernah memisahkan kami berdua, asalkan hati tetap selalu bersama. Jreng jreng.

Singkat cerita, kami pun sampai di sebuah tempat yang bisa dikatakan tempat favorit kamihingga saat ini (telah memiliki anak tiga).  Empat tempat kuliner tersebut kami kunjungi saat makan di luar maupun saat buka puasa.


1.Mie Kocok Si Doel


Tempat makan ini sangat berdekatan dengan Mesjid Raya Baiturahman. Kira-kira 100 meter jaraknya. Lokasi penempatannya juga cukup ramai. Karena terletak di pusat kota Banda Aceh. Jika kita baru selesai salat, kita tidak perlu repot untuk mengambil kendaraan di parkiran dahulu. Akan tetapi cukup berjalan dan sampailah kita di lokasi saat perut sudah keroncongan.

Mie kocok yang dihidangkan juga cukup menggoda. Tampilannya yang segar dengan tambahan acar bawang, telur rebus, pergedel sebagai pelengkap. Harganya juga relatif murah, yaitu sekitar 10 ribuan. Rumak makan mie kocok si Doel ini memiliki lantai dua. Bagian lantai duanya disediakan tempat untuk salat juga.

Para penikmat mie kocok si Doel juga selalu ramai. Jadi jangan heran jika kalian ke Aceh dan berkunjung ke sana harus rela antri menunggu para pengunjungnya selesai makan. Bisa-bisa teu roe ii babah (Bahasa Aceh yang artinya air liur berjatuhan). Ha ha ha. Penasaran? Coba aja buka puasa di sana. Dijamin kangen pingin berkunjung lagi.

2. Mie Aceh Rajali


Kalian pasti tahu kan ya. Mie yang paling enak di Aceh adalah Mie Aceh. Keunikan rasanya berbeda dengan mie goreng atau rebus di daerah lain. Mie aceh memiliki rasa yang kaya dengan rempah-rempahnya. Untuk membuat bumbunya, kalian harus mengumpulkan banyak rempah yang tidak biasa tersedia di dapur kalian.

Mie kuningnya juga dibuat sendiri, tanpa pengawet dan tekstur mienya juga muantap. Penambahan bumbu-bumbu rempah ke dalam mie kuningnya menjadi lidah terus bergoyang. Jadi siap-siap saja dompet kalian bocor dibuatnya.

Hampir sepanjang jalan kota Banda Aceh menjual mie Aceh, berbeda dengan tempat tinggalku di Bogor. Untuk mencarinya harus keliling Bogor. Huk huk. Harganya juga mehong. Tapi kalau di Banda Aceh orang yang menjual mie Aceh berjamur saudara-saudara. Harganya juga bervariasi dari yang murah sampai dengan yang mahal. Soal rasa jangan ditanya, semuanya di atas rata-rata. Yah, mungkin karena sudah sering bikin kali ya. Hi hi.

Dari semua tempat yang telah kukunjungi saat membeli mie Aceh, ada satu tempat dengan rasa yang luarrr biasa, yaitu Mie Aceh rajali. Tempat ini juga sebagai tempat favoritku saat buka puasa bersama pak suami.

Jangan khawatir dengan harga, kalian bisa sesuaikan dengan budget dan menu yang disediakan. Pokoknya rekomend dah. Para pejabat juga sering makan mie aceh rajali ini. yang lebih mengagetkan lagi, presiden Jokowi pun juga pernah mencicipinya (Sumber : http://www.tribunnews.com)

Untuk berkunjung ke sana kalian bisa mengikuti alamat di jalan Tengku Panglima Polem dengan nomor 83-85 daerah Peunayong kota Banda Aceh. Jadi selamat berkuliner ria ya. Apalagi pas puasa.

3. Bakso Isaura
Siapa sih yang tidak suka dengan bakso? Makanan yang memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa-Indonesia ini, telah menjamur di Indonesia. Tentunya dengan tampilan dan rasa yang berbeda-beda.

Bakso isaura misalnya, alamatnya terletak di di Jalan WR Supratman nomor 77 Peunayong kota Banda Aceh. Bakso ini cukup ramai pengunjungnya baik saat bulan puasa maupun tidak. Harganya juga tidak terlalu mahal.

Tentang rasa, boleh diadu deh. Tidak terkalahkan. Kalian penasaran ingin mencobanya? Silahkan berjunjung ya.

4. Martabak Ayah


Kalau mendengar kata martabak, yang terbayang adalah makanan dengan ketebalan tertentu dan memiliki rasa gurih.

Di Aceh, martabak identik dengan makanan yang terdiri atas adonan terigu bercampur dengan telur yang dibuat dengan tehnik tertentu. Di bagian dalamnya dibubuhi dengan acar bawang plus cabe rawit. Cara makannya yang paling enak adalah dalam keadaan hangat.

Makanan yang satu ini adalah makanan favoritku sejak kecil. Saat papaku pulang dari masjid raya Baiturahman, karena beliau muazin di sana, aku pasti selalu memesan makanan yang satu ini. Jika papa lupa membelikannya aku pasti sedih dan kecewa. Duhh jadi ingat masa-masa kecil itu. Hik hik.

Martabak yang paling enak di Banda Aceh bernama martabak Ayah. Tempat kuliner ini telah ada semenjak sebelum tsunami 2004. Alamatnya di Jalan Tengku Daudsyah daerah Peunayong kota Banda Aceh.  Martabak ini termasuk dalam 25 besar makanan terbaik CNN loh (Sumber : http://blogacehtourism.blogspot.com). Hebat kan? Jadi jangan lupa berkunjung ya.

Inilah empat tempat yang paling nikmat yang menjadi favoritku saat buka puasa di kota ku. Ku harap kalian bisa segera berkunjung. Bagaimana dengan tempat favorit untuk berbuka puasa di kota kalian? Kasih tau dong, agar aku juga bisa berkunjung ke sana.

#Day_2
#30ChallangeBPNRamadhan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentarnya ya 😍. Terima Kasih