Senin, 03 Juni 2019

Antara Doa Dan Harapan Merujuk Surah Ad Dhuha



Antara Doa Dan Harapan Merujuk Surah Ad Dhuha
Posted by ana_susan I June 4, 2019

pixabay.com

Doa dan harapan, dua kata yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Di saat seseorang berdoa pasti dia akan mengharapkan sesuatu yang dia pinta.

Apa Itu Doa?
Doa adalah apa saja yang kita minta pada Allah agar dikabulkan. Doa-doa tersebut berupa cita-cita, rezeki, kesehatan lainnya. Namun kadang ada doa yang dikabulkan oleh Allah dengan cepat, ada yang ditunda dan ada pula yang lama baru dikabulkan. Padahal kita telah melakukan di waktu-waktu yang mustajab.
Saat doa dikabulkan kita mengatakan Allah sayang sama kita, namun saat doa tidak dikabulkan sebaliknya. Padahal jika kita mau memahami hakekat dari doa itu sendiri, Allah itu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita pinta.
Kalau doa yang kita pinta tidak dikabulkan sekarang, itu artinya Allah menundanya untuk sementara waktu dan akan dikabulkan nanti. Kapan itu? hanya Allah yang tahu.

Apa itu Harapan?
Saat satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka, namun kita sering kali terpaku menyesali pintu yang tertutup itu, hingga tak bisa melihat pintu lain yang terbuka bagi kita (Alexander Graham Bell)
Itulah kalimat yang diucapkan oleh salah seorang ilmuwan tentang harapan. Dimana manusia selalu menghrapkan apa yang dia inginkan, namun saat harapan yang dia inginkan tidak terpenuhi, dia down, sedih, kecewa, padahal masih ada harapan lain yang bisa dicapai.
Sebagai contoh kita ingin membuat usaha yang telah kita rancang dengan apik dan matang. Namun saat di perjalanan, Allah menakdirkan uang kita dirampok, usahanya masih setengah, dan untuk melanjutkan bingung harus bagaimana.
Jika kita mau berpikir, oh mungkin ada yang salah dari proses yang kita jalankan. Atau mungkin ada yang belum lengkap skedul yang kita rancang. Atau apa saja yang menghambat harapan kita.
Lantas adakah hubungan antara doa dan harapan? Oh tentu saja. kedua kata itu saling berhubungan

Hubungan Doa dan Harapan
Sebagai manusia yang percaya pada sang pencipta, tentunya pasti yakin akan keajaiban doa dan harapan. Mengapa? Yah, karena kedua kata itu tidak bisa dipisahkan.
Saat kita berdoa pasti ada terselip kata harap di dalamnya. Kita ingin jodoh yang baik, ingin anak yang soleh, ingin sukses atau apa saja. semua doa yang kita panjatkan pasti terselip kata harap di dalamnya.
Nah, bagaimana jika doa dan harapan itu tidak tercapai? Dalam konteks ini, rasulullah mengajarkan sesuatu yang amat penting. Yaitu melalui surah Ad dhuha.
Rasulullah sangat sedih, karena selama enam bulan wahyu tidak pernah turun. Enam bulan bukanlah waktu yang sebentar. Rasulullah merasa Allah mencampakkannya, atau membencinya. Rasulullah sedih selama enam bulan tersebut.
Namun, apa yang dikatakan Allah setelah enam bulan itu? ternyata, Allah tidak membencinya Allah sangat cinta pada Nya. Allah menghiburnya melalui surah Ad dhuha.


Jadi tidak ada kata benci, sedih atau kecewa, atau hal-hal buruk yang kita timpakan pada Allah. Positif thinking lah dengan semua yang diberikan Nya.
Jangan pernah kecewa, boleh jadi kita menyukai sesuatu, tapi itu amat buruk bagi kita, atau boleh jadi kita membenci sesuatu, tapi menurut Allah itu amat baik bagi kita.
Perbanyak bersyukur, toh masih ada yang tidak seberuntung kita, Allah menakdirkan kita seperti ini, karena dia percaya kita bisa melakukannya. Hanya saja yang Allah lihat sekarang, apakah kita mampu berkompetisi di antara makhluk-makhluknya untuk terus memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. wallahualam.
#Day_29
#30HariKebaikanBPN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentarnya ya 😍. Terima Kasih