Jumat, 24 April 2020

Covid19 Masih Ada? Di Rumah Saja Ya

| Jumat, 24 April 2020
Covid19 Masih Ada? Di Rumah Saja Ya

Posted by ana_susan, 24 April 2020


Foto : pexelsimage.com


“Umi, kenapa sih harus ada Corona? Jadinya kita tidak bisa ke mana-mana, “ kata anak-anakku beberapa kali. Pertanyaan itu sering dilontarkan padaku selama pemerintah memberlakukan lockdown di Indonesia. Sekolah menjadi online, belanja dapur harus diakumulasi dalam satu hari tertentu bahkan mau pesen online pun masih mikir dua kali.

Boro-boro mau ke mall untuk belanja bulanan, keluar pintu pagar saja harus mempersiapkan tameng diri untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Kalau pun harus keluar rumah, setelah pulang pun mesti mensterilkan diri dengan desinfektan, masker dan pakaian langsung direndam dan dicuci plus jemur.

Kalau dipikir-pikir ribet juga sih. Awalnya hanya cuci tangan saja, sekarang malah semua harus bersih dan bersih. Tapi ada sisi positifnya juga bagi anak-anak. Kalau dulu mereka rada susah diingatkan dengan kebersihan, namun sekarang serasa lebih mudah. Dan uminya juga tak perlu berkoar-koar memberi ceramah ini dan itu.

Entah ke berapa kali pertanyaan yang sama keluar dari mulut mereka. “Kenapa harus ada corona umi?” Sebuah pertanyaan sederhana, namun sulit untuk dijelaskan dengan nalar mereka. Hari libur yang biasa digunakan untuk mengisi kebersamaan keluarga tidak bisa dilakukan lagi di luar. Jangan tanya lebaran ini kami mudik atau tidak?. Pastinya dengan jawaban tidak bisa.

“Umi kenapa corona ini jahat banget sama kita?” tanya anakku yang bungsu di sela-sela mengisi kegiatan lockdown di rumah.

“Sebenarnya, corona itu baik banget sama kita, Nak. Dia makhluk Allah yang sama seperti kita. Corona diciptakan oleh Allah untuk menegur manusia tentang kebersihan dirinya dan lingkungannya. Mungkin selama ini manusia telah lalai dengan diri dan lingkungannya. Mereka hanya sibuk mencari nafkah saja. Umi akan jelaskan dengan detail sebenarnya corona itu apa?” kata umi. Anak bungsuku pun memperhatikan dengan seksama.

Siapa Corona?
Di mana-mana, musuh itu pasti terlihat oleh kita. Kalau pun tidak terlihat, lambat laun akan terlihat juga. Berbeda dengan virus Corona ini. Dia adalah musuh yang tidak terlihat oleh mata kita, namun telah menyebabkan kematian dan menginfeksi di beberapa negara.

Sebenarnya Corona ini siapa sih? Yah, dialah virus yang menyebabkan batuk dan pilek (common cold) pada orang-orang. Virus ini telah ditemukan sejak tahun 1960. Dulu itu namanya SARS-CoV2. Akhir Desember 2019 muncul virus corona baru yang telah ditetapkan namanya oleh WHO bernama Covid19 atau coronavirus disease 2019.

Asal Usul Virus Ini?
Jenis Covid19 pertama kali teridentifikasi di kota Wuhan. Sampai saat ini belum diketahui dengan jelas asal muasalnya. Apakah sama dengan SARS yang berasal dari kelelawar atau bukan. Hasil pembacaan genome virus, Covid19 memiliki 88% kemiripan dengan 2 jenis SARS CoV pada kelelawar tapi jauh berbeda dengan MERS-CoV (hanya 50 % tingkat kemiripannya).

Kesimpulannya, kemungkinan berasal dari kelelawar, tapi peneliti belum yakin 100 % karena tingkat kemiripan genomenya masih belum mendekati seratus persen.

“Wah serem dong ya umi kalau misalnya memang berasal dari kelelawar. Trus, kalau penularannya gimana caranya umi?” tanya anak bungsuku dengan wajah serius.

Penularan Covid19
Virus ini sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Cara menginfeksinya melalui wajah (mata, hidung dan mulut). Saat ada yang bersin atau berjabat tangan langsung, mengusap wajah setelah menyentuh barang yang tertempel virus ini, maka kitalah yang akan menjadi tempat masuknya virus ke dalam tubuh. Mengapa?

Karena virus pada hakekatnya memiliki ukuran yang lebih kecil dari bakteri ini hanya bisa dilihat oleh mikroskop elektron. Organisme parasit mampu bertahan hidup jika ada inangnya. Gunanya untuk bereproduksi. Tanpa menumpang hidup dia tidak akan mampu menggandakan tubuhnya. Jadi terbukti bahwa, benar apa yang dikatakan oleh pemerintah, seharusnya kita tetap di rumah untuk memutuskan penularan dari Covid19 ini.

“Jadi sampai kapan kita harus di rumah terus Umi? Aku bosan,” tanyanya sedih.

“Sampai virus itu benar-benar punah dari muka bumi. Karena jika belum punah dan vaksin (atau zat yang membentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit) belum ditemukan, maka kita akan tetap di rumah saja,” jawab umi sambil tersenyum.

Tapi jangan khawatir, Allah sayang sama kita. Allah menguji kita dengan covid19 ini untuk mengangkat derajat takwa kita. Untuk lebih bersyukur maupun bersabar atas semua ketetapanNya.

Akhirnya, si bungsu pun mengerti dengan semua kegabutan dirinya selama ini. Meski di rumah saja dia menikmati kegiatan bersama kakak kandungnya, menghafal quran dan mengulang hafalan yang telah ada. Mudah-mudahan semua akan berakhir saat bertemu ramadan nanti. Aamiin.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan pesan atau saran seputar tema pembahasan :).