Senin, 27 April 2020

Mengapa Harus Social Distance?

| Senin, 27 April 2020
Mengapa Harus Social Distance?
Posted by ana_susan, 27 April 2020

Social distance atau social distancing merupakan salah satu cara untuk memerangi Covid-19”


Foto : pexels.com


Pernyataan tersebut sering terngiang-ngiang di telinga kita akhir-akhir ini. Seiring merebaknya wabah pandemi Covid-19 yang mendunia. Tapi mengapa harus social distance? Sebenarnya apa sih social distance itu?

Pengertian Social Distance atau Social Distancing

Social distance atau social distancing adalah jarak sosial. Atau pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah. Dulu sebelum pandemi ada, memutuskan suatu hal harus dengan musyawarah dan diadakan di tempat terbuka atau tertutup dalam suatu wilayah dengan peserta yang banyak.

Demikian juga dengan seminar, kuliah, kegiatan belajar mengajar dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan agar penyampaian pemateri dengan pendengar ada interaksi langsung dan lebih leluasa dalam bertanya maupun memahami serangkaian peraga yang disampaikan.

Namun setelah pandemi Covid-19, kita harus mengurangi bahkan tidak melakukan pertemuan sosial tertentu. Kegiatan hanya dilakukan secara online dengan mengisi quota internet yang cukup. Bahkan aplikasi Zoom yang lagi ngetren sekarang menjadi prioritas utama.

Pentingkah Social Distance?

Iya, social distance itu sangat penting. Mengingat penularan Covid-19 sangat rentan pada orang-orang yang sering berdekatan. Apalagi salah satu di antara mereka terjangkit Covid-19.

Ibarat sebatang korek api yang berkumpul sesamanya, maka jika satu batang korek api terbakar dan mendekati yang lain, maka dia akan membakar korek api yang berada di dekatnya.

Nah, bagaimana caranya jika korek api yang tidak terbakar tadi tidak akan kena percikan korek api yang sendiri? Pastinya mereka harus menjauh kan?

Penerapan Social Distance di Beberapa Negara
  Sebenarnya, Social distance bukanlah sebuah istilah baru. Sejak zaman dahulu, di mana pernah mewabahnya penyakit kolera. Orang-orang yang terjangkit penyakit tersebut diisolasi atau dipisahkan dari orang-orang yang sehat agar tidak menular. Demikian juga flu biasa yang kita rasakan. Jika seseorang terkena flu, maka dia wajib memakai masker agar tidak menulari orang lain dengan penyakit yang sama seperti dirinya.

Jadi penyakit apapun yang kita alami, agar mengurangi penularan ke orang lain, wajib untuk mengisolasi diri atau tidak melakukan kegiatan tertentu dengan orang banyak (social distance).

Cina, Korea Selatan, Thailand dan Filiphina merupakan negara yang telah lama melakukan social distance, jauh sebelum penularan Covid-19 kian melebar. Seperti antrian yang tidak berdekatan, saat makan di restoran dengan istilah “one man one table”, adanya police line saat peribadatan berlangsung dan terdapat stiker aturan berdiri saat di lift.

Semua itu dilakukan dalam rangka penerapan social distance untuk memerangi Covid-19.

Adakah Jarak Social Distance?

Sebagai kepala keluarga yang harus memenuhi kebutuhan anggota keluarganya misalnya. Di waktu tertentu mutlak dilakukan. Apalagi jika stok makanan di rumah telah habis.

Mau tidak mau, dia harus keluar dan bertemu orang-orang. Akhirnya pelanggaran social distance dibatalkan sesaat. Namun, jangan sedih, ada satu hal yang harus dia terapkan sebelum beranjak pergi. Yaitu menjaga jarak setelah menggunakan masker tentunya.

Jarak berdiri antar dirinya dengan sekumpulan orang disekitar adalah sekitar lebih dari 1 meter. Ukuran ini telah ditetapkan oleh WHO. Bahkan pakar kesehatan menyarankan jaraknya setidaknya 6 kaki atau 2 meter dengan orang lain.

Mengapa Harus Social Distance?

  Bagi orang-orang terbiasa berkumpul atau bertemu dengan orang ramai, atau sekedar berbelanja ke mall dan pasar, kegiatan social distance sangatlah menyiksa. Hidup tiada arti rasanya.

Namun, mau tidak mau dan suka ataupun tidak suka hal itu harus dilakukan. Karena Covid-19 ini terbilang virus yang sangat serius. Buktinya, seluruh dunia merasakannya dalam waktu yang singkat. Kematian juga tercatat meningkat setiap hari.

Jadi haruskah social distance? Jawabannya HARUS.

Alasan Harus Social Distance
  
Social distance HARUS dilakukan. Mengapa? Seumpama korek api di atas tadi. Jika satu telah tertular maka akan banyak korban berjatuhan lainnya. Separah itu kah? IYA.

Mengapa? Karena Covid-19 ini terbilang virus yang sangat agresif. Hal ini diungkapkan oleh dr. Erni Juwita Nelwan, MD, FACP, FINASIM dalam acara sharing session Fimelahood from Home in Collaboration with the Conversation Indonesia pada Kamis (26/3/20). Beliau juga menambahkan bahwa ada masa inkubasi di mana seseorang yang merasa sehat karena sistem imun tubuh yang baik, namun tetap bisa menularkan orang lain.

Erni juga mengatakan, penularan Covid-19 dapat melalui dua ukuran droplet. Yaitu besar dan kecil. Droplet yang ukuran besar akan memindahkan virus melalui tangan. Seperti saat bersin dan batuk. Sehingga jika orang sakit itu memegang di beberapa benda sekitarnya akan menularkan ke orang lain juga. Droplet besar ini bisa berpindah dalam jarak kurang dari 1 meter.

Droplet kecil menularkan virus dari orang positif Corona ke orang lain secara langsung. Pemindahan droplet kecil bisa berpindah dalam jarak lebih dari 1 meter. Jadi penting sekali untuk menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain.

Jadi telah jelas kan mengapa harus social distance dilakukan oleh kita sekarang. Yah setidaknya kita telah memutuskan rantai penularan si Covid-19 itu sendiri. Semakin kita terapkan, maka semakin cepat wabah Covid-19 berlalu.

#ChallangeBPN_5 

Sumber :
https://www.liputan6.com/bola/read/4219461/4-alasan-pentingnya-social-distancing-untuk-cegah-virus-corona-covid-19

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan pesan atau saran seputar tema pembahasan :).