Pentingnya Masker Antara Sebelum dan Sesudah Covid-19

Pentingnya Masker Antara Sebelum dan Sesudah Covid-19
Posted by ana_susan, 28 April 2020


Foto : pexels.com




“Jas putih berlengan pendek yang dipakai sampai sebatas lutut, menyelimuti bagian terluar dari gamisku. Sarung tangan yang tersedia di dalam kantong jas serta masker mulut yang terpasang di sebagian wajah. Aku pun siap memasuki ruang laboratorium.”

 Itulah rutinitas yang kulakukan setiap kali aku memasuki tempat yang dipenuhi bahan-bahan kimia. Jika salah satu saja tidak ada, maka aku tidak diperkenankan untuk masuk. Tidak itu saja, sepatu yang tebal harus dikenakan mengingat bisa saja bahan kimia tersenggol atau tumpah tanpa disengaja dan akan mengenai kaki.

Hal yang paling rentan mempengaruhi tubuh adalah bagian mulut. Jika ada bahan kimia tertentu yang terhirup tanpa sengaja dan itu tergolong bahan kimia berbahaya, maka secara tidak langsung akan mengganggu organ-organ tubuh.

Untuk itulah penggunaan masker yang tepat dapat mengurangi bahkan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Lantas, sebenarnya masker itu apa?

Menurut KBBI, masker adalah kain penutup mulut dan hidung (seperti yang dipakai oleh dokter dan perawat di rumah sakit).

Penggunaan Masker Sebelum Covid-19

Seperti telah disebutkan di atas, penggunaan masker sebelum covid-19 masih tertuju pada manfaat tertentu saja. Bisa digunakan di laboratorium, di rumah sakit atau saat terserang flu, atau untuk menghindari polusi udara yang kian bertambah.

Jenis masker yang digunakan juga beragam. Mulai dari masker medis, masker kain, masker karakter dan masih banyak lagi. Pada penggunaan masker untuk orang yang sehat, tidak diharuskan. 

Bahkan kadang yang sakit pun (terutama flu) tidak memiliki inisiatif untuk memakai masker. Ada yang berkata ribetlah, susah bernafaslah dan masih banyak alasan lain untuk menghindari.

Jika ditinjau lebih lanjut, penggunaan masker bagi seseorang yang sakit flu sangatlah penting. Tujuannya agar tidak menjangkiti orang di sekitarnya. Baik yang memiliki imunitas tinggi atau tidak.

Penggunaan Masker Sesudah Covid-19

Berbeda halnya dengan penggunaan masker setelah Covid-19. Di mana, masker bukanlah sebuah benda yang asing dan merepotkan lagi. Dia dicari oleh banyak orang. Bahkan stok yang tersedia pun kadang habis di pasaran. Dengan penimbunan dari pihak tertentu, atau penggunaan yang sekali pakai.

Jadi sekarang masker telah menjadi benda rebutan semua orang. Ditunggu dan dicari. Bagiku pribadi, penggunaan masker sangat penting. Saat harus terpaksa keluar sekedar berbelanja atau bertemu tamu. Karena aku tinggal di kawasan sekolah.

Sesuai dengan pernyataan WHO, anjuran memakai masker tidak hanya ditetapkan pada orang yang sakit. Akan tetapi, orang yang sehat pun harus menggunakan masker. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghambat penyebaran Covid-19.

Pemakaian masker pun dilakukan selama beberapa waktu ke depan. Sejumlah pakar menekankan pemakaian masker sampai satu tahun ke depan. Setidaknya sampai vaksin Covid-19 ditemukan. Untuk mengantisipasi hal yang buruk, ada baiknya memakai masker selama keluar rumah. 

Sebegitu pentingkah masker untuk sekarang? YA. Masker sangat penting dan selalu diburu dan dinanti.

Jadi, jenis masker seperti apa yang harus kita pakai?

Tentunya jenis masker yang bisa melindungi kita dari berbagai penyakit. Tidak sepenuhnya sih, namun setidaknya memperkecil tertularnya penyakit khususnya Covid-19 yang sedang marak sekarang ini.

Ada tiga jenis masker yang disarankan untuk masyarakat. Yaitu masker kain, masker medis dan masker N95. Ketiganya memiliki fungsi tersendiri.


Masker Kain

Masker jenis ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang keluar rumah dengan hanya belanja bulanan atau sekedar pertemuan penting dan sesaat. Jika penggunaan masker kain secara benar, maka akan tetap mampu mengurangi penyebaran Covid-19 di masyarakat.


Masker Medis

Masker medis atau surgical mask, adalah jenis masker yang sekali pakai. Biasanya digunakan oleh pekerja yang berada di rumah sakit. Masker ini terdiri atas tiga lapisan. Lapisan luar yang anti air, lapisan tengah yang menfilter kuman dan lapisan dalam yang menyerap cairan yang keluar dari mulut.

Jenis masker ini sangat disarankan bagi orang sakit.


Masker N95

Masker ini digunakan oleh tim medis yang kontak langsung dengan penderita Covid-19. Seperti dokter dan perawat yang bekerja di ruang isolasi khusus Covid-19 atau IGD.

Desainnya yang terlalu ketat dan sulit untuk bernafas tidak disarankan oleh masyarakat umum. Apalagi untuk anak-anak. Harganya juga mahal.


Masih Tetap Pakai Masker?

Masker tetap kita pakai. Dalam sebuah penelitian di Pusat Epidemiologi WHO di Hong Kong mengatakan masker medis terbukti secara signifikan mengurangi jumlah virus yang terdeteksi dalam partikel yang dilepaskan saat bernafas dan batuk.

Dengan menggunakan masker secara rutin berarti kita telah mengikuti saran pemerintah dan WHO untuk memperlambat penularan Covid-19. Semoga Covid-19 ini segera berakhir dan semoga kita selalu dalam keadaan sehat.

#ChallangeBPN2020_06 

Sumber : 
https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4225778/alasan-masker-harus-tetap-dipakai-meski-pandemi-corona-covid-19-nanti-berakhir# https://www.alodokter.com/inilah-pilihan-masker-untuk-virus-corona 

https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/08/163200523/masker-terbukti-efektif-kurangi-penyebaran-corona-ini-penjelasannya?page=1

No comments

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan pesan atau saran seputar tema pembahasan :).