Sabtu, 02 Mei 2020

5 Langkah Preventif Atasi Kebosanan Anak Remaja Selama di Rumah

| Sabtu, 02 Mei 2020
5 Langkah  Preventif Atasi Kebosanan Anak Remaja Selama di Rumah
Posted by ana_susan, 2 Mei 2020



Foto : pexels.com



“Masa remaja adalah masa yang terbaik dalam kehidupan seseorang. Masa yang penuh keceriaan, antusiasme, kesenangan dan kegembiraan”

Ungkapan itu pasti telah kita lewati saat kita pernah remaja. Berkumpul bersama teman-teman, pergi ke pantai, cafe, atau sekedar berfoto ceria di beberapa spot yang indah.

Dinamika parenting juga punya tantangan untuk anak usia remaja. Kadang masalah yang dialami remaja itu tidak kalah dengan dewasa. Misalnya saja gangguan pola makan, depresi, bunuh diri, tekanan melalui media sosial, masalah dengan teman, kecanduan gadget dan internet, bullying dan stres dengan nilai akademik.

Semua permasalahan itu menjadikan para remaja cendrung keluar rumah mencari sesuatu yang membuatnya happy. Syukur kalau yang mereka cari adalah sesuatu yang membawa kebaikan. Tapi jika sebaliknya, bisa kewalahan kan kita sebagai orang tua.

Alhamdulillah saat Covid-19 ini para remaja kebanyakan di rumah. Namun ada banyak masalah yang muncul. Seperti kebosanan dia yang tidak memiliki kegiatan apa-apa. Ujung-ujungnya yang akan dilakukan adalah lari ke gagdet. Walhasil ada orang tua atau tidak anak serasa jauh juga.

Untuk mengatasi kebosanan para remaja, ada 5 langkah preventif yang bisa dilakukan di rumah


1. Hargai Privacynya

Memasuki masa remaja, seorang anak telah mengalami perbedaan fase. Waktu dia kecil, mungkin kita pernah merasakan kalau dia selalu mencari kita, minta didengarkan ceritannya. Dan dia mulai cerita tanpa henti.

Namun saat dia beranjak remaja dan menjadi remaja, perubahan tersebut sangat jelas. Dia lebih suka curhat atau cerita pada temannya, bahkan kamarnya pun tidak boleh sembarangan ada yang masuk. Jika dia memiliki adik, maka adiknya pun akan dimarahi olehnya.

Sebagian oarang tua menyikapi anak seperti ini jahat sama adiknyalah, tertutuplah atau tidak jujur. Setelah itu orang tua akan marah dan akhirnya sang remaja suka keluar rumah. Padahal, semua dilakukannya hanya untuk menjaga privacynya.

Bagi orang tua yang mengerti perubahan itu, harus menjaga hak privacynya. Tentunya dibarengi dengan nasehat yang bijak untuk setiap hal baik yang boleh maupun tidak terhadap privacynya. Komunikasi yang sehat sangat penting dalam hal ini.

Dengan melakukan hal tersebut, remaja akan betah dengan kita dan dia pun tidak akan bosan selama di rumah.


2. Jadikan Rumah Senyaman Mungkin

Rumah merupakan tempat istirahat anggota keluarga, tempat berkumpul, tempat berlindung dari hujan dan panas, tempat melindungi diri dari kegelapan malam dan tempat mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Rumah haruslah senyaman mungkin meskipun kecil dan sederhana. Namun, bagaimana jika rumah yang didiami tidak memenuhi kriteria di atas? Pasti, anggota rumah akan mencari tempat lain yang bisa mengobati ketidaknyamannya.

Apalagi bagi remaja. Remaja cendrung memiliki style muda dan up to date. Jadi tidak salah jika ruangan rumah di tata ala-ala cafe dengan aromaterapi, beberapa tumbuhan hidup yang bisa ditempatkan dalam ruangan dan selalu dalam keadaan bersih.


3. Video Call

Sudah menjadi kebiasaan para remaja untuk selalu curhat, ngobrol tentang topik seputaran mereka bersama teman-temannya. Kadang pembicaraannya tidak mengenal waktu. Sehingga banyak waktu terbuang sia-sia.

Makanya penyanyi kondang Opick mengatakan dalam salah satu syair lagunya “Ingat masa mudamu sebelum masa tua”. Artinya, masa muda itu banyak tantangan. Jika kebaikan banyak dilakukan olehnya, maka pahala yang diperolehnya jauh lebih besar dari orang yang tua.

Saat Covid-19 menjadi pandemi, remaja disekap untuk tidak keluar rumah demi menjaga penularan. Bosan? Pasti. Untuk mengatasi masalah dia dengan temannya, bisa diatasi dengan video call bareng. Tentunya quota dan batere harus terpenuhi dengan baik.

4. Perdalam Hobi

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Menurut Howard Garner, manusia memiliki 8 bakat. Empat bakat yang nilainya tertinggi, adalah bakat yang paling dominan. Dan ini telah ada sejak dia di dalam kandungan ibunya.

Keempat bakat ini, jika di asah dengan baik, maka akan menjadi sebuah hobi. Pada akhirnya bakat bukan hanya sekedar hobi, tapi juga menentukan arah kesenangan apa yang harus dikerjakan atau disebut juga dengan passion.

Untuk itulah bagi remaja yang sebentar lagi menuju dewasa, ada baiknya memperdalam hobi apa yang ingin dilakukan olehnya. Tentunya kita sebagai orang tua menyediakan kebutuhan dalam memperdalam hobi tersebut. Jika ini kita lakukan, pasti dia akan betah selama berada di rumah.

5. Quality Time With Family

Momen stay at home adalah momen yang sangat baik untuk keluarga. Kalau sebelum pandemi Covid-19 semua anggota keluarga sibuk dengan kepentingannya masing-masing, sekarang semua anggota lengkap di rumah.

Momen ini mesti dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Agar hubungan keluarga semakin erat. Apa saja yang bisa dilakukan? Bisa dengan nonton bareng, makan bareng, masak bareng atau bermain game edukatif bareng.

Inilah lima langkah preventif untuk mengatasi kebosanan anak remaja selama di rumah. Tentunya tetap menjadikannya sebagai sahabat atau teman dan bukan mengguruinya.

Nasehat yang baik dan tetap santun pada mereka akan berbekas di pikirannya hingga dewasa kelak dan sampai dia menuju rumah tangganya. Bisa jadi kelima langkah tersebut akan diterapkan juga di keluarganya.

Bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian lakukan untuk mengatasi kebosanan anak remaja selama di rumah? Tulis di kolom komnetar ya.

#ChallangeBPN_08

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan pesan atau saran seputar tema pembahasan :).