Terangkum dengan Kata Terukir dengan Cinta (1)

Terangkum dengan Kata Terukir dengan Cinta (1) Ana susan, Bogor 9 Juli 2022
Pagi itu, Senin pukul 8.30 waktu setempat atau lebih tepatnya pada tanggal 27 Juni 2022. Wajah-wajah ceria itu berkumpul dengan penuh semangat. Bagun pagi-pagi sekali bahkan sebelum azan subuh berkumandang. Suara-suara canda yang tidak pernah ku dengar dipenghujung salat malam sebelumnya.

Suara-suara itu sangat indah dan penuh semangat. Tidak ada kata ah, marah bahkan harus tidur lagi setelah bersusah payah ditarik dari tempat tidur yang hangat. Yah, itulah suara-suara semangat para pemuda dan pemudi yang telah menghabiskan masa studinya di Green Entrepreneur School (GES). Merekalah sang penerus dunia. 

Merekalah sang pengguncang dunia. Mereka juga sang pengubah peradaban. Di tangan mereka terletak segala kebaikan jika kebaikan terus yang akan dijalankan. Demikian sebaliknya. Empat tahun bukanlah waktu yang cukup mengenal mereka dengan baik. 

Empat tahun bukanlah waktu yang tepat mencerna segala potensi dan bakat yang mereka punya. Namun demikian, setidaknya ada secercah harapan yang terukir dalam diri mereka yang bisa menembus dunia sejauh yang mereka cita-citakan. Mereka bukan siapa-siapa aku dan suamiku. Mereka juga bukan siapa-siapa di sekolah GES. Akan tetapi mereka adalah siapa-siapa bagi dunia dan khususnya peradaban Islam kelak. 

Ada banyak impian yang mereka miliki. Aku selalu berkata, “Ukirlah mimpimu sebanyak dan setinggi yang kamu mau, Yakinlah semua impian itu pasti akan terwujud”. 

 
Siapakah Mereka? Sini Aku bisikin Ya.


Zahrina


Remaja yang satu ini punya impian ingin membuka usaha skin care sendiri. Namun sebelumnya ia akan menuntaskan hafalannya yang tersisa 21 juz lagi. Menurutku bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan oleh seorang siswa di GES. Yah sekolah yang sehari-harinya membentuk mereka untuk mandiri, kelak punya usaha sendiri akan tetapi di tengah kesibukan nya menyusun sebuah usaha masih menyempatkan untuk terus hafalan dan murajaah. Tentu patut diacungi jempol bukan?

  
Lisa


Lisa adalah remaja yang pendiam namun tulisannya terus mengalir. Ibarat kata pepatah diam-diam menghanyutkan. Selama di GES, dia telah mengukir tulisannya di sebuah buku antologi fiksi. Bagiku ini sangat luar biasa. Mengapa? Usia remaja yang masih bergejolaknya hura-hura tapi masih tetap berkarya dan menghasilkan uang pula dari hasil jualan bukunya. Pssst. Katanya dia telah mendapatkan keuntungan dari juta lebih loh. Hmmm keren kan? Impiannya ingin membuka sekolah PAUD dan tetap terus menjadi penulis.


Messy


Messy sesuai dengan namanya. Anak yang tidak bisa diam kalau sudah ngomong. Duuuh kadang kuping suka sakit dengar celotehannya. Namun demikian dia juga punya impian ingin menjadi pembisnis yang unggul. Ya iyalah tamatan sekolah bisnis tentu yang dipikirkan adalah membuka bisnis sendiri dan sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang lain. Berpahala kan? Duh keren ya. Semuda itu sudah memikirkan usaha. Aku saja masih minta uang jajan sama mama dan papa di usianya. Malu ih. 


Gilang 

Gilang ini pemuda yang punya ambisi besar. Tidak mau diatur alias selalu pingin ngatur. He he. Itulah ciri-ciri pemimpin dan aku suka. Sejak awal di GES telah terlihat olehku potensi pemimpin dalam dirinya cukup besar. Kadang dia sendiri sering merasa bersalah terlalu ego dengan karakternya. Hal itu wajar sih, tapi tentu saja masih menjadi PR yang harus dituntaskan. Supaya apa? Supaya bisa memimpin dengan baik dan bijaksana. Selama di Ges, dia telah menghasilkan omzet jutaan dari produk inovasinya sendiri, yang dijual di GESMart. Katanya jangan ditanya ya keuntungannya sudah kemana. Hi hi hi. 

Faruq


Pemuda yang satu ini juga punya impian besar. Katanya ingin mendapatkan omzet 2 miliar setiap hari. Wowww. Amazing!! Percaya nggak sih bisa dilakukan olehnya? Percaya dong. Asalkan yakin dengan sepenuh hati. Cie cie. Dia juga berhasil bisnis dengan omzet lebih dari 50 juta selama empat tahun di GES

 Ariq


Ini nih yang aku suka darinya adalah kalimatnya selalu lemah lembut dan sopan. Kata maaf dan terima kasih itu selalu melekat dalam dirinya saat bicara. Jangan ditanya tentang impiannya? Dia itu pingin menjadi pemimpin dunia. Wahhh, teruskan perjuangan Ariq. Semangat!!! 

Hiro


Pemuda berasal dari Klaten ini masih kental dengan logat Jawanya. Padahal sudah empat tahun. Kadang aku ikut terlarut dengan cara bicaranya. Suara azan dan ngajinya merdu dan adem terdengar di telinga. Siapa sangka kalau dia punya impian seperti Aa Gym. Masya Allah.


Labiba 

Labiba atau akrab dipanggil dengan Labib dan Biba ini pemuda yang awalnya kukira pendiam. Ternyata dia banyak juga bicaranya. Tentu jika kita sudah kenal dekat dengannya. Pemuda yang punya impian sebagai Videografer ini sangat antusias ingin seperti kakaknya yang telah berhasil mendulang sangu hanya melalui videografi. Bahkan katanya, kakaknya sering kerja sama dengan artis-artis. Wuihhh keren ya.

 Rafi


Rafi punya kemiripan yang sama dengan Hiro. Dari segi suara ngaji yang dilantunkan. Tidur selalu berdekatan tempat tidurnya, kemana-mana bersama, diskusi dan cerita juga bareng. Pokoknya awet deh persahabatan antar mereka. Salut sih, bahkan aku nggak pernah melihat mereka itu berantem bahkan sekedar adu mulut. Impian Rafi ini adalah ingin jadi pengusaha biodiesel. Namun sebelumnya dia ingin menuntaskan dulu hafalannya di pasantren Tahfiz. 

Dzaky 

Ini nih, sang motivator muda kita yang kelak menjadi penerus ippho Santoso, dan motivator lainnya. Kalau sudah bicara, bicaranya pasti tentang motivasi dan nasehat. Sekarang dia cendrung melanjutkan kuliah dulu biar dalam ilmu motivasinya. 


Yuna 

Yuna or Yunchan adalah remaja yang berkulit putih dan kutu buku. Sehariannya baca bukuuuu mulu. Pantes saja ketebalan kaca matanya tidak diragukan. Dia juga pernah membuat buku antologi non fiksi dan komik bareng kak Tony track. Ilustrasi dan gambarnya dia sendiri yang membuatnya loh. Aku juga punya bukunya. He he, promosi dikit. Impiannya ingin bergerak di bagian kepenulisan. 


Kemi 

Kemi adalah adik kesayangan Yuna. Kulitnya sama putih seperti kakaknya. Keinginannya yang paling kuat adalah menjadi pembisnis di dunia kecantikan. Potensi ke sana mendukung sih, soalnya ada korban adik kelas yang menjadi bahan prakteknya. Menurutku hasilnya sangat bagus di usianya yang terbilang muda. Padahal ilmu yang didapat masih seputar mbah Google dan you tube. Gimana kalau dia lebih memperdalam lagi di bangku kuliah ya. Hmmmm. 


Mukhlis 

Pemuda yang sering pindah-pindah sekolah hingga pada akhirnya, hatinya tertambat di GES. Seorang calon ilustrator muda yang sangat handal menurutku. Buku komik yang telah terbit di Mizan dan beberapa buku lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Ilustrasi plus cerita diborong olehnya saat berkarya. Jangan ditanya dengan komisi sampingan lainnya. Wuihhh banyak deh pokoknya. Untuk mengejar impiannya sekarang dia melanjutkan di universitas termahal Indonesia melalui jalur beasiswa. 


Lingga


Ini nih, desainer yang telah banyak menghasilkan cuan juga. Gaya pendiam dan kadang malu-malu masih melekat padanya, meskipun sesekali malu-maluin. Hi hi. Penampilan yang selalu rapi dan terkenal paling apik di semua siswa GES ini juga jago membuat karakter yang detail. Kalau persentasi layaknya anak kuliah, hanya sedikit kekurangannya yaitu terlalu serius tanpa senyum. Hi hi. 

Itulah sekelumit kisah mereka dengan impian besarnya. Impian di atas hanya sebagian kecil yang aku ceritakan. Masih puluhan impian yang mereka punya. Kita doakan semoga terkabul semuanya. Aamiin. 

Terangkum dengan kata dan terukir dengan cinta. Tentunya cinta karena Allah. Jalan mereka masih sangat panjang. Teruslah bergerak tanpa henti. Berhentilah sejenak saat lelah tapi jangan kelamaan. Jika kelamaan siap-siap impian kita akan diambil alih oleh orang lain. Jangan salahkan mereka yang telah merebut, tapi salahkan diri kita yang terlalu nyaman dengan keadaan. 

Maafkan kami, jika dalam mendidik tidak banyak terpenuhinya ambisi dan energi. 

Semua karena kami punya keterbatasan diri. Di atas langit masih ada langit. 

Kami akan tetap menjadi bagian dari lentera masa depan.

Memberikan pendidikan bermutu dari ilmu yang kami punya. Wallahu’alam. 

 *Ditunggu ya untuk tulisan (2) pada alumni berikutnya. 

Terangkum dengan kata terukir dengan cinta. Masya Allah Tabarakallah ❤️.

 Foto : dokumen pribadi penulis saat acara wisuda ke enam GES  di Cigwa Megamendung, Bogor Jawa Barat.

No comments

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan pesan atau saran seputar tema pembahasan :).