Jumat, 30 November 2018

Koleksian yang jadi godaan setiap bulannya

Koleksian Yang Jadi Godaan 
Setiap Bulannya

Mengoleksi barang-barang tertentu bukan hal yang asing bagi semua orang. Karakter seseoranglah yang paling berpengaruh terhadap barang-barang koleksiannya. Koleksian itulah yang akan menjadi kenangan kita saat kita menua nanti. Apalagi koleksian tersebut ada pada momen-momen tertentu yang telah lewat.
Bagiku, barang yang ku koleksi tidak begitu banyak. Tentunya berhubungan dengan kewanitaan. Ada beberapa barang tertentu yang sering ku koleksi hingga sekarang. Diantaranya :
1.Buku
Barang ini sudah ada dalam pikiranku. Tidak hanya satu, dua buku yang kukoleksi setiap harinya. Jika bugdetku banyak pasti aku lebih mendominasinya dengan buku-buku bacaan. Tipe buku bacaannya juga kebanyakan non fiksi, karena aku tidak begitu suka dengan bacaan fiksi. Kadang-kadang tergantung juga sih bacaan fiksi yang seperti apa. Jika bacaannya menggugah perasaanku setelah meneliti synopsis atau membaca reviwenya aku pasti membeli buku-buku tersebut sekaligus membacanya meskipun tebal. Jangan ditanya kapan habisnya. Bisa-bisa habis belum nyampe seminggu tuh buku kulahap, padahal tebalnya sampai 400 halaman.
2.Bros Jilbab
Koleksianku yang kedua adalah bros jilbab. Aku tuh paling suka membeli beberapa bentuk bros tentunya yang unik menurut seleraku. Selain menambah pemanis pada jilbab, juga membuatku tidak bosan dengan bros yang itu-itu saja. So bagi teman yang sama dengan aku pasti dong bisa merasakannya.
3.Manset Tangan
Manset tangan adalah koleksiku yang ketiga. Selain tidak bosan dipandang, aku pun mencocokkan sesuai zaman. Apalagi sekarang zamannya manset yang model masuk salah satu jari gitu. Aurat lengan kita juga terjaga dari pandangan lawan jenis tentunya tambah manis dibalut dengan gamis yang cantik.
Itulah tiga barang koleksianku yang sering mengiringi hari-hariku. Tapi jangan salah ya, barang yang ku koleksi tersebut, dilihat-lihat juga, apakah masih baru atau tidak. Jika masih baru aku akan menundanya. Tapi jika mulai usang aku pun berpindah ke lain hati. Bagiku barang-barang koleksian tidak menjadikan kita mubazir dengan menumpuk-numpuknya, karena Allah sangat tidak suka sifat demikian.

Hatiku teraduk setelah baca lima buku ini

Hatiku Teraduk Setelah Baca 
Lima Buku Ini

Buku bagiku sangat berharga. Sejak kecil aku sering dibelikan buku cerita oleh papa. Donal bebek, bobo, cerita dongeng kerajaan adalah buku yang selalu menghiasi masa kecilku hingga remaja. Saat SMA bacaanku beralih pada cerita komik yang bergambar. Bagiku sebuah cerita akan menarik bila disertai gambarnya. Bagiku jika gambar tidak dicantumkan, pasti para pembaca mendeskripsikannya bermacam-macam dan itu menurutku tidak asyik.
Semakin aku dewasa, tipe bacaanku telah berubah tanpa kusadari. Aku pun mulai beralih pada bacaan seputar kuliahan. Seperti bagaimana warna bisa terjadi, perubahan wujud benda dan masih banyak lagi yang semuanya berhubungan dengan Kimia. Kebetulan jurusan kuliahku di Fakultas FMIPA jurusan Kimia. Jurnal-jurnal Kimia pun tidak ketinggalan ku baca, meskipun aku harus bersusah payah untuk menerjemahkannya dalam Bahasa Indosenia.
Untuk menambah sisi ruhaniyahku, aku merambah ke bacaan-bacaan Islami. Majalah Anida, Ummi, Sabili dan tarbawi menjadi langgananku setiap pekannya. Tidak ketinggalan buku-buku islami juga demikian. Buku dan majalah terebut kuperoleh dari sisa uang jajan dan hasil gaji mengajarku di salah satu bimbingan belajar saat itu.
Bagiku, buku itu sangat berharga, mengapa? Karena ilmu yang didapat oleh kita belum tentu didapatkan oleh orang lain. Nah seiring dengan waktu, perubahan bacaanku pun jadi berbeda. Aku mulai menyukai bacaan novel, beberapa buku nonfiksi, buku tentang menulis serta buku tentang motivasi. Menurutku buku-buku itu yang selalu menyemangatiku setiap kubutuhkan.
Nah, dari semua buku itu, ada lima buku favorit yang bisa mendongkrak semangat bacaanku setiap hari. Jika aku telah melihat buku itu, pasti aku terpacu untuk menambah buku bacaan lagi dan lagi. Mau tau buku apa saja?
1.Buku Novel Ayat-ayat Cinta 1 dan 2
Buku ini adalah buku perdanaku saat membaca novel. Karena aku tidak menyukai yang namanya bacaan tanpa gambar, makanya butuh kekuatan untuk membaca sebuah novel. Kalian tau sendiri kan ada berapa jumlah halaman novel tanpa gambar? Duhh bagiku pasti bete tuh bacanya. Nah, akutuh juga tipe pemilih buku. Saat pengarang buku ini lagi viral, akupun penasaran untuk membacanya. Padahal buku itu sudah ada di kotak buku beberapa tahun lamanya. Seperti membuka peti harta karun aku pun membacanya.
Subhanallah, saat kubaca novel itu, air mataku tak berhenti untuk mengalir, terharu, bahkan bahagia semua bercampur aduk. Ini mah novel yang berhasil mengubah image tidak sukaku sama yang namanya novel. Sejak itulah akupun mulai membaca buku Ayat-Ayat Cinta 2 dan meminjam dari anak didik yang kebetulan doyan baca buku juga.
2.Buku Rahasia Magnet Rezeki
Buku yang satu ini, adalah buku yang rekomen banget. Pasalnya Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan bisa dipraktekkan langsung. Ilmu yang di dapat dari buku “Rahasia Magnet Rezeki” ini memotivasiku untuk terus melakukan hal-hal yang positif dalam segala hal. Akibat dari baca buku ini katanya rezeki kita akan terus mengalir. Alhamdulillah hal itu terbukti. Ayo teman-teman yang penasaran ya. Cobain aja baca bukunya. Bakalan tidak menyesal deh.
3. Buku tentang Hidroponik
Selain buku novel (fiksi) akupun menggandrungi buku bacaan non fiksi. Tentunya yang sangat kubutuhkan akhir-akhir ini. Karena aku tipe orang yang penasaran akan sesuatu, aku pun mulai mencari buku tentang hidroponik.
Aku memiliki buku itu, karena di tempat tinggalku, selain udaranya yang sejuk, lahan yang tersedia tidak begitu luas. Walhasil ternyata sesuai dengan tipe tanaman hidroponik. Aku juga menambahkan buku hidroponik buah, sayur maupun instalasi hidroponik. Semoga bisa menambah pengetahuan baruku. Adapun buku favorit yang menjadi panduanku dalam berhidroponik adalah “Bisnis Hidroponik ala Kebun Sayur Roni”.
4. Buku tentang Pengolahan Limbah
Kebetulan tempat tinggalku ada peternakan kambing Etawa dan sekolahan bisnis. Kedua usaha ini ternyata menimbulkan masalah baru yaitu limbah. Baik limbah dari kotoran kambing, dan limbah rumah tangga (sisa-sisa potongan sayur masakan anak-anak sekolahan) merupakan sesuatu yang mengganjal pikiranku. Jadilah aku turut andil untuk mendalami seputar pengolahan limbah melalui “Panduan Membuat Pupuk Kompos Cair” . Meskipun pusing bacanya, tapi asyik loh. Soalnya bisa kita praktekkan langsung. Kapan-kapan aku akan menulis pengalamanku seputar hidroponik maupun pengolahan limbah ya.
5. Buku Tentang Menulis
Tidak dapat dipungkiri, ternyata buku itu bisa mengubah mindset seseorang. Secara tidak langsung pengarangnya telah mengubah seseorang yang tidak bisa, menjadi bisa. So, berhati-hatilah dalam merangkai kata-kata. Karena satu kata yang dibaca dan dipraktekkan langsung, maka pahala akan mengalir pada si pengarangnya.
Ada satu buku tentang menulis yang menjadi favoritku, yaitu buku yang berjudul “Saya Menulis Maka Saya Ada”. Buku itu telah beberapa kali kubaca, semakin kubaca, semakin terasa ruh bacaannya. Pastinya semakin membangkitkan ghirahku dalam menulis.
Jadi bagi teman-teman yang memiliki bacaan favorit, pasti bisa merasakan seperti yang aku rasakan. Jangan pernah malas membaca, sesibuk apa pun kita, berikan waktu khusus untuk membaca, bukan waktu luang.

5 virus blogger yang berhasil menularkanku

5 Virus Blogger Yang Berhasil Menularkanku
Berpetualang dalam menulis merupakan keasyikan tersendiri bagiku. Bagaikan menjelajahi Dan berkeliling dunia yang belum tentu kesampaian. Tapi bisa dirasakan perjuangannya dalam mencapai target, gemuruh hatinya yang menggebu-gemu saat tiba di deadline yang telah ditetapkan. Atau kepuasan batin saat semua usaha yang dilakukan berbuah yang manis. Ditambah bonus dari para peminat yang mengagumi tulisan-tulisan kita.
Ada kepuasan tersendiri yang di didapatkan manakala tulisan kita menjadi isnpirasi oleh banyak orang. Tentunya tulisan yang kita raih sesuaai dengan ruh kita. Jika ruh orang berpetualang, tentu dia akan mencari bacaan seputar petualangan. Demikian juga hal lainnya.
Namun demikian, hal terpenting dalam memperoleh kepuasan yang kita inginkan tergantung dari Bahasa dan cara penyampaian dari si penulisnnya. Jika terpenuhi pasti kita tidaak berpindah ke lain hati. Yang ada hanyalah rasa haus untuk mencari tambahan bacaan dari koleksi penulis lainnya.
Bagiku, ada beberapa blogger yang mengisnpirasiku dan membuka mindsetku untuk terus aktif menulis. Melalui pengorbanan mereka dan Bahasa yang disajikannya. Sesuai dengan permintaan pada blogger challenge ini yang hanya meminta 5 blogger, akupun menginfokan pada kalian. Siapa tau selera kita sama. Yuk di follow ig mereka satu persatu. Untuk alamat blognya kalian bis langsung DM ya. 
1.Anna Farida
Beliau adalah sosok pertama yang kukagumi saat aku mulai belajar blogger. Hal pertama yang membuatku jatuh hati padanya adalah selain aktif blogger, juga juga lulusan S3. Jadi baginya sesibuk apapun wanita, tidak pernah menghilangkan rutinitasnya  untuk menulis. Tulisan-tulisannya juga seputar masalah pernikahan, anak dan literasi. Dia juga banyak menerbitkan buku.
2.Sinta Yudisia II
Ibu Sinta ini adalah salah satu orang yang direkomendasikan oleh salah satu pengisi materi saat aku mengikuti Forum Lingkar Pena (FLP) Bogor baru-baru ini. setelah kutelusuri namanya ternyata, benar, dia adalah lulusan Psikologi yang sering menulis masalah remaja ditinjau melalui psikologinya. Buku yang diterbitkannya juga keren-keren loh. Salah satunya buku yang berjudul “Reem” yang merupakn hadiah saat inagurasiku di FLP Bogor. Bahasanya juga mengalir dan mengispirasi. 
3.Sri Widiyastuti
Untuk ibu yang satu ini, aku jatuh hati saat inagurasiku pada FLP juga. Saat itu beliau hadir atas undangan dari para panitia FLP Bogor. Perhatianku tertuju pada anak yang berada digendongannya. Wahh semakin bertambahlah rasa penasaranku. Setelah ku follow intagramnya, betapa terkejutnya aku. Ternyata dia aktif menulis di blogger. Uniknya aktifitas ngeblog itu dibarengi dengan anak yang dimomongnya. Keren kan? Apalagi sekarang dia termasuk salah satu wanita yang terpilih untuk ikut pelatihan serial buku bacaan anak yang inklusif dan berjenjang di Yogyakarta tanggal 27-29 November 2018. Kamu yang kepo ndak bakalan menyesal deh untuk menfolllownya.
4.ainhy_edelweis
Teman yang satu ini, kukagumi karena dia awalnya mengfollow aku. Sudah menjadi kodrat, jika ada yang mengikuti Instagram kita, kita pasti cari tau siapakah dia. Nah secara tidak langsung kita akan kepoin tuh status-statusnya dia. Dan ternyata, dia juga ikut Blogger Perempuan Challenge (BPC). Tulisan-tulisan di blognya juga menarik loh. Soal judul jangan ditanya, pokoknya bikin orang penasaran untuk kepoin blognya.
5.booksshelfie
Sama seperti mbak ainhy_edelweis, booksshelfie ini juga punya riwayat yang sama. Aku jatuh hati padanya gara-gara dia menfollow aku. Dan ternyata tulisan-tulisan mereka luar biasa.
Jadi, bagi para perempuan, jangan pernah berfokus pada satu kegiatan saja, carilah lebih banyak kegiatan yang kamu sukai agar menjadi penghiburmu saat kamu bete. Sama seperti yang aku lakukan. Banyak baca, cari tau kesuksesan orang-orang agar kamu ikut tertular akan virusnya si dia.



Selasa, 27 November 2018

5 Barang yang wajib ada di tasku

5 Barang yang Wajib Ada di Tasku

Kamu pasti sering kan berpergian. Mau jauhlah atau dekat. Nah bagi kita nih yang cewek pasti deh yang dibawa tuh banyak deh apalagi jika punya baby. Bisa-bisa dua tas untuk kita aja.

Aku sendiri juga sama. Namun kalau sekarang hanya satu tas saja. Soalnya anak-anak ku sudah pada gede sih. Paling bungsu si gadis kecil bernama Aisyah.

Bagiku ada 5 barang yang wajib aku bawa kalau kemana-mana. Lima barang ini adalah
1. Bedak dan lipstik
Untuk barang yang satu ini pasti tidak pernah ketinggalan. Soalnya jika ketinggalan wajahku gimana gitu rasanya.
2. Al-Qur'an
Aku tuh punya komitmen tilawah Al-Qur'an per hari 1 juz. Untuk satu juz 10 lembar kan ya. Bagi emak-emak seperti aku, waktu 24 jam tuh kayaknya Ndak cukup gitu. Jadilah tilawah itu kapan ada waktu yang luang kuisi deh. Karena prinsip ku jika sebelum jam 9 malam tilawah harus sudah selesai, dan selebihnya adalah waktu bobok.
3. Mukena
Mukena adalah barang ketiga yang selalu ada di tas ku. Aku tau di beberapa tempat sholat umum pasti menyediakan mukena gratis. Tapi kalian tau sendiri kan gimana baunya? Kadang pingin lama-lama sholat tidak bisa. Soalnya keburu pusing.
4. Dompet plus isi di dalamnya
Dompet ini barang yang paling penting, karena di dalamnya berisi, KTP, ATM, uang dan lain-lain. Nah jika ini tidak ada bisa berabe deh.
5. Buku bacaan
Bagiku buku bacaan sangat penting. Apalagi jika aku menekuni menulis.  Banyak manfaat yang di dapat dari membaca buku. Kita bisa nambahin ilmu, kosa kata jadi banyak, publik speaking oke, dan masih banyak lagi.

Itulah 5 barang yang wajib ada selalu dalam tasku. Bagaimana ddngab kamu??


Senin, 26 November 2018

Keikhlasannya Menjadikan Keluarga kami Selalu Bahagia

Bagai buluh perindu, kucoba menulis sepucuk surat. Pada seorang wanita yang telah melahirkanku. Susah payah selama Sembilan bulan mengandungku. Tak pernah dia merasakan lelah atau kecewa. Yang ada selalu kata-kata cinta sambil terus mengelusku yang masih berada di dalam perut.
Tepat Sembilan bulan sepuluh hari, suara teriakan yang memecah sebuah ruangan. Rasa haru bercampur bahagia ditumpahkan oleh ayah pada ibu. Senyuman yang lebar sambil memelukku dan mengumandangkan azan di telingaku. Rasa sakit yang datang terus menerus dalam durasi yang cepat sembuh seketika, seolah ibu tak pernah merasakan sakit yang sebelumnya terjadi. Kebesaran Allah jua yang melupakan rasa sakit itu.
Tangisanku mulai menjadi-jadi. Rasa haus yang begitu mendesakku. Ibu tetap tenang meskipun saluran air susunya belum sempurna bahkan masih tersendat-sendat, hingga berdarah-darah. Tapi kau tetap tenang, hingga akhirnya aku pun bisa merasakan ketenangan itu.
Tahun berganti tahun seiring dengan pertumbuhanku. Dari tengkurap, lalu duduk, kemudian merangkak. Perlahan aku mulai belajar berdiri tapi jatuh lagi hingga aku menangis. Namun kau tetap tenang bahkan hanya mengatakan, “sabar ya sayang kamu pasti bisa”. Kalimat lembutnya, senyumannya, masih kurasakan sampai aku telah menjadi seorang ibu.
Saat aku mulai berumah tangga, perlahan engkau sering menangis, karena engkau masih tidak ingin jauh dariku. Padahal aku telah memastikan bahwa aku tidak akan kenapa-kenapa. Engkau masih ingin selalu dekat denganku, berbagi cerita denganku bahkan sering curhat tentang apa saja. Ku nasehati dirinya tanpa menggurui. Aku hanya ingin dia tetap tenang seperti dulu.
Hari itu, dimana aku jauh di rantau dan tidak pernah bisa kembali untuk beberapa waktu. Dia mulai panik dengan semua situasi kami. Satu sisi aku harus mematuhi suamiku, tapi di sisi lain aku tidak ingin menyakitinya. Saat itulah stress dan beralih ke depresi di alami olehnya. Kadang dia duduk menyendiri, sering menangis dan tidak pernah mau bicara denganku hingga bertahun-tahun lamanya.
Rabb, apakah aku anak durhaka? Aku hanya bisa mendoakan agar Engkau menjaganya, memberi kesehatan padanya dan melindungi dia di mana pun dia berada. Aku yang tidak berdaya berada di posisi yang serba salah. Hanya bisa meratap dari jauh. Rabb kembalikan ibuku seperti dulu. Ibuku yang selalu tenang dan selalu kuat.
Keadaan kami saat itu selalu saja beruntun ujian demi ujian, sampai kami pernah berpikir mungkinkah ibu belum ridho dengan kepergianku yang terlalu jauh. Usaha apa saja yang kami lakukan tidak berjalan lancar. Alhamdulillah, perlahan tapi pasti. Semakin ku yakinkan bahwa aku bisa mandiri di pulau yang berbeda, semakin yakin pula serta ikhlas dirinya melepaskanku pada suamiku. Dia pun mulai sembuh dari depresinya. Sujud syukur yang kupanjatkan, semoga Allah menjaganya. Engkaulah pemilik hatinya dan menjaga keistiqomahannya. Keihlasannya melepaskanku menjadikan keluargaku selalu berada dalam kebahagiaan. Aamiin.

Sabtu, 24 November 2018

5 hal yang menghiasi hari-hariku

5 Hal Yang Menghiasi Hari-hariku
By ana_susan
Aku adalah wanita bersuku Aceh, karena kedua orang tuaku berasal dari Aceh. Kentalnya darah Aceh yang melekat di tubuhku menandakan bahwa aku pantang menyerah. Seperti halnya pahlawan Aceh Cut Nyak Dhien, Cut Meutia dan Teuku Umar semuanya memiliki jiwa semangat dan pemberani. 
Berbicara tentang orang lain sangatlah mungkin kita lakukan. Karena kita dapat mengamati sikapnya, tingkah lakunya setiap hari. Apalagi jika orang tersebut adalah teman dekat kita. Berbeda jika menulis tentang orang yang jauh, atau tokoh-tokoh terkenal. Pasti kita mencari referensi, wawancara langsung dan mengamati perkembangnnya di media sosial.
Hal yang paling sulit menurutku adalah menceritakan tentang diri kita sendiri. Saat ingin kutuliskan tentang diri sendiri, ingatanku berbalik ke masa lalu. Waktu itu aku diminta membuat biodata tentang diriku yang akan diberikan pada calon pasanganku. Antara geli dan senyum-senyum sendiri aku pun mulai menulisnya satu per satu. Ada lima hal yang menghiasiku setiap hari. Dintaranya:
1. Suka olah raga
Bagiku, kebugaran fisik sangat penting, mengingat sebuah semboyan saat Sekolah Dasar “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Jika dalam seminggu saja aku tidak olah raga pasti ada sesuatu yang hilang dariku.
2. Rasa penasaran yang tinggi
Aku tipenya orang yang paling penasaran. Penasaran dalam segala hal. Tentunya yang positif. Menulis ini misalnya. Dulu sebelum aku menekuni menulis, suamiku sering berkata, nulis aja sebuah novel nanti bisa menghasilkan uang jadi tidak perlu repot-repot untuk bekerja di luar. Di samping anak-anak juga bisa terkontrol. Awalnya aku berkata tidak. Aku tidak bisa menulis. Dan aku tidak tau mau menulis apa.
Beberapa tahun kemudian sikap kerasku terhadap menulis mulai lunak. Aku sering melihat postingan salah satu temanku di Facebook yang selalu menginspirasi. Sampai-sampai aku penasaran. Kok bisa ya orang membuat status dalam bentuk cerita dan bisa bikin baper. Kemudian aku juga sering melihat postingan kakak kelasku yang jurusan kuliahnya sama seperti aku. Tapi dia menekuni menulis. Hingga buku-buku yang ditulisnya telah merambah di beberapa penerbit ternama.
Rasanya tidaklah mungkin semua itu bisa terjadi. Akhirnya akupun mulai mencari tau, via inbox ke mereka. Tepatnya setahun yang lalu aku pun berusaha mengikuti komunitas, mengikuti event dan masih banyak lagi. Pada akhirnya rasa penasaranku pun terjawab sudah.
3. Disiplin 
Kebiasaan saat kecil dulu, ternyata terbawa hingga aku dewasa. Benar kata pepatah “Ala bisa karena biasa”. Apapun kegiatan yang aku lakukan selalu ku plot dengan baik. Mulai dari bangun pagi, tugas kuliahan, tilawah, hafalan, atau apa saja. Semua kulakukan sesuai jadwal. Jika satu saja meleset aku pasti sedih. 
4. Paling suka mengubah posisi ruangan
Suamiku paling tau jika benda yang diletakkan olehnya di tempat biasa, tiba-tiba menghilang. Tuduhan langsung melayang ke arahku. Pasalnya aku tuh paling hobi pindah-pindah posisi, karena bagiku jika posisi seperti itu-itu saja pasti bosan.
5.Paling baper
Kata mamaku, aku anak yang paling sensitif. Sejak kecil hingga sekarang, mama dan papa sangat lemah lembut berbicara padaku. Ternyata hal ini berpengaruh pada diriku sampai menikah. Jika ada orang atau sahabat yang menyakiti perasaanku pasti bawaannya baper. Padahal ngapain coba dipikirin. Toh namanya juga manusia, pasti punya kesalahan. 
Itulah lima hal tentang diriku yang menghiasi hari-hariku. Bagaimana dengan kamu? Ayo sebutkan lima hal tentang dirimu agar aku juga bisa mengenal jauh tentang kamu.

Perkembangan Media Sosial Dalam Interaksi dan Dakwah
By ana_susan

Kemudahan Dari Media Sosial
Media sosial (medsos) merupakan wadah kita mencurahkan ilmu, sumber ilmu dan wadah jualan online. Tidak bisa dipungkiri, di zaman era digital ini, mau tidak mau atau suka tidak suka kita pasti ikut terlibat di dalamnya. Instagram yang ditemukan oleh 
 Systrom dan Mike Krieger, Jan Koum dan Brian Acton penemu Whastapp dan masih banyak lagi medsos yang semuanya memudahkan orang untuk berinteraksi dengan orang lain, berjualan atau sharing tulisan pun tidak ketinggalan.
Facebook misalnya, sebuah medsos yang ditemukan oleh Mark Zukerberg ini telah memberi inspiratif banyak orang melalui kalimatnya yang berbunyi “hal yang dia lakukan bersama temannya adalah hanya untuk memudahkan berhubungan dengan orang lain agar lebih efesien”. Bagi kita sendiri, kadang saat kita membuka laptop untuk mengerjakan tugas akhir atau membuat tulisan. Jika laptop terhubung dengan wifi, pasti yang kita buka dahulu adalah Facebook. Mengapa demikian? Karena kita ingin tau status apa yang sedang marak. Ini salah satu bukti bahwa kita butuh medsos, sampai-sampai lupa kalua ada tugas.
Di Facebook, kita juga bisa membuat akun fanpage. Setelah kita buat, lalu undang teman-teman kita untuk mengeklik tombol like fanpage yang dibuat. Jika mereka telah mengekli, maka secara ottomatis status kita akan muncul di beranda teman-teman. Bayangkan jika ada seribu orang yang me-like, apalagi yang disampaikan adalah dakwah. Artinya sebesar itulah orang telah merasakan dakwah kita. Ditambah lagi ada tombol share yang bisa mereka bagikan lagi.
Medsos kadang juga bisa menjadi teman curhat kita yang paling baik. Mengemas tulisannya juga harus apik, agar tulisan yang kita buat seolah-olah bukan curhatan isi hati kita, melainkan kasus dari teman-teman kita. Namun demikian tidak boleh ada kalimat yang menyindir atau menjatuhkan orang lain. Yang lebih baik dari itu kita sisipkan kalimat kebaikan sebagai lading dakwah kita.
Sharing Tulisan Lebih Mudah Melalui API
Perkembangan teknologi komunikasi semakin pesat. Saat ini, website dan blog mampu berinteraksi dengan medsos lainnya melalui API (Application Programming Interface). API ini disebut juga sebagai alat komunikasinya website maupun blog. Nah, dengan adanya API, kita bisa memasang tombol like, kolom komentar, sign up dan sign in facebook di bawah postingan dan masih banyak lagi. Dengan memasang tombol tersebut, memudahkan kita untuk membagikan ke medsos lainnya.
Kemudahan teknologi setidaknya bukan menjadikan kita lalai dan bermalas malasan, akan tetapi menjadikan sebagai obor untuk menyebarluaskan kebaikan pada orang lain. Satu kebaikan yang kita berikan, akan dibalas dengan kebaikan pula di sisi Nya.

Jumat, 23 November 2018

Energi yang sama dari blogger perempuan network

Energi Yang Sama Dari Blogger Perempuan Network

Mencari komunitas yang memiliki energi yang sama adalah sebuah keniscayaan. Betapa tidak, setiap kata yang teruntai, setiap kalimat yang terurai mampu mengetuk hati kita. Bahwa inilah kita yang berasal dari jenis kelamin yang sama. Apalagi saat para emak-emak curhat dalam tulisannya yang sebagian besar sama seperti yang kita hadapi. Meskipun waktu dan kondisinya berbeda-beda.
Berawal dari niat menulis untuk mengisi waktu luang, terus merambah dalam event-event yang disiarkan di beberapa media social, bahkan buku-buku fiksi maupun non fiksi pun telah di coba. Namun ada sesuatu yang hilang dan begitu besar dirasakan bagi aku yang ingin mencapai keterampilan menulis. Aku belum cukup puas untuk menerima apa yang telah kurasakan sekarang. Kemenangan di beberapa lomba, kecepatan menyelesaikan tugas menulis di suatu komunitas seolah berpacu dengan waktu untuk mencapai target. Tidaklah membuatku merasa puas.
Benarlah pepatah mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Yang artinya kita harus menuntut ilmu sejauh dan sebanyak-banyaknya. Semakin banyak ilmu kita raih semakin kecillah posisi kita, bahkan menjadikan kita lebih rendah hati.
Banyak buku yang di baca, banyaklah pula yang tersimpan di dalam memori kita. Otak kita yang seperti filosofi teko. Jika terlalu banyak dimasuki air, maka lama kelamaan akan tumpah. Nah, otak kit ajika terlalu penuh tanpa dituang dalam goresan sebuah pena pasti akan sesak. Akibatnya kitapun sering bosan, temperamental. Padahal kita tau salah satu terapi psikis seseorang bisa dituangkan melalui tulisan. Hal ini disebabkan energy negative yang ada pada diri kita telah tertuang di dalam kertas.
Bagi seseorang pasti mencari cara agar bisa menjaga kekonsistenannya dalam menulis. Bagiku pribadi, aku lebih nyaman mencari wadah-wadah yang menampung kiriman tulisan setiap hari. Salah satunya melalui blogger perempuan network. Menurutku wadah ini adalah salah satu wadah dari beberapa wadah lainnya yang menyediakan fasilitas yang sama bagi para anggotanya. Adalah sebuah keberuntungan bagi kamu-kamu yang serius menjaga keterampilan menulis untuk tetap eksis dalam wadah ini.

Nikmatnya Menghadapi Era Digital dan Cerdas dalam Menyikapinya

Nikmatnya Menghadapi Era Digital dan Cerdas dalam Menyikapinya
By ana_susan
      Kemajuan teknologi di era digital (media baru) telah membuka mata kita, agar lebih berhati-hati dalam menyerap informasi yang ada. Munculnya media baru ini membuat masyarakat dapat menerima informasi secara cepat. Akhirnya banyak media massa seperti koran, majalah maupun buku berpindah haluan menuju era digital. 
Kemajuan Teknologi Digital Sejalan dengan Revolusi Industri
     Memasuki Revolusi Industri, masyarakat Indonesia harus berpikir kreatif agar tidak tergerus oleh zaman. Pencipta software pertama dalam Bahasa Indonesia Hasan Hambali, mengatakan bahwa di era digital keberadaan robot di Indonesia telah menjamur di berbagai sektor industri. Artinya, jangan sampai perkembangan ini diserbu oleh orang asing. Karena jika tidak, robot-robot yang dihasilkan oleh ilmuwan Indonesia akan jauh dari nilai budaya tanah air.
Usia Pemberian Gadget yang Tepat pada Anak
     Tidak dapat dipungkiri, bahwa gadget seperti sudah menjadi gaya hidup. Bahkan anak-anak usia balita, sudah pandai memainkannya. Dengan kemampuan salah satu panca indera melihat, mereka mampu untuk menekan tombol-tombolnya. Padahal dirinya sendiri belum bisa membaca. Jika gadget dijadikan sebagai pengganti kasih sayang orang tua, maka sang anak lambat laun akan mengalami permasalahan saat dewasa kelak.
     Dampak yang ditimbulkan dari era digital ini dapat bermacam-macam. Bagi orang tua yang terlalu sibuk mencari uang dan memiliki bisnis di mana-mana, kadang menjadikan teknologi digital seperti gadget sebagai pelampiasan untuk menenangkan anak agar tidak mengganggu mereka. Hal ini berlangsung sejak sang anak kecil. Di saat dewasa, orang tua merasa kewalahan dengan aktivitas bebas dari sang anak dengan gadgetnya. Apalagi ditambah akses wifi gratis yang dipasang di rumah mereka masing-masing.
     Satu sisi, wifi tersebut memudahkan orang tua untuk memberi tambahan chanel pendidikan gratis yang bisa membantu mereka dalam hal belajar. Akan tetapi sisi negatif cendrung mengikuti mereka manakala mereka berusaha mencari hal-hal baru yang menurut mereka adalah sebuah kewajaran. Ditambah lagi dengan perkembangan hormonal terhadap lawan jenis. Rasa penasaran yang tinggi membuat mereka mencari tau sendiri situs-situs yang tidak wajar di akses secara bebas tanpa melalui penyerapan terlebih dahulu.
     Jika hal ini terjadi, maka yang disalahkan pasti sang anak. Padahal faktor utama yang menjadikan mereka seperti itu adalah orang tuanya. Bagi orang tua yang cerdas, mereka pasti tau kapan memberikan gadget pada anaknya. Untuk mengalihkan perhatian anak, mereka cenderung memberikan permainan yang lebih edukatif serta melibatkan fisik mereka.
     Menurut Rieny Hassan, seorang pengasuh rubrik psikologi di Tabloid NOVA, mengungkapkan bahwa orang tua kita harus bijak menyikapi informasi yang ada di internet. Misalnya saja ada informasi bahwa kulit pisang dapat dijadikan bahan dasar untuk pembuatan lotion. Mendapat informasi seperti ini, kita tidak boleh menelan mentah-mentah. Akan lebih baik bila kebenarannya dipastikan terlebih dahulu.
Kemudahan Penjualan Online dibanding dengan Penjualan Offline
      Tidak bisa dipungkiri, padatnya aktivitas fisik, kepadatan lalu lintas, serta waktu yang tidak pernah cukup merupakan masalah yang dialami oleh setiap individu. Banyak keperluan yang primer maupun sekunder silih berganti menghampirinya. Rasa lelah pun selalu menghantui mereka.
Hal ini tidak berlaku bagi mereka yang menggandrungi teknologi. Bagi mereka kemajuan teknologi mampu memudahkan mereka untuk membeli produk secara online tanpa harus bercapek-capek ria ke jalan raya. Bahkan mereka juga menjual produk dari supplier yang mereka yakini keberadaannya. 
     Keuntungan yang didapat dari penjualan online adalah mampu menghasilkan uang tanpa perlu mengeluarkan energi yang banyak. Kita cukup menggerakkan jari-jari secara aktif menyentuh gadget kita. Kekurangannya, kita tidak tau produk yang kita jual apakah bagus atau tidak, apalagi jika dropship. Namun demikian, hal ini bisa di atasi manakala produk yang akan kita jual harus di sortir terlebih dahulu ke alamat kita.
Kemudahan mengakses buku tanpa harus mengeluarkan uang 
     Banyaknya aplikasi buku online seperti IJAK dan IPUSNAS maupun e-book memudahkan bagi kita untuk mengakses segala jenis buku baik fiksi maupun non fiksi untuk dilahap.
     Berbeda halnya saat tahun 80-an, dimana jika kita ingin membaca buku melalui perpustakaan keliling atau perpustakaan nasional bahkan kita harus merogoh kantong celana untuk memilikinya. Alih-alih buku itu di baca, tapi kadang kenyataannya setelah beberapa lembar buku itu akan tergeletak saja di atas meja kita. 
     Nah, dengan adanya aplikasi buku online maupun e-book (elektronik book) ini, maka kita bebas membuka buku apa saja tanpa harus takut menyelesaikannya atau tidak. Sedangkan jika kita beli, kita akan menyesal, alasannya karena buku yang kita baca tidak tuntas.
Tulisan kita bisa sampai di semua belahan dunia
    Loh kok bisa? Iya dong. Dengan kemajuan teknologi digital, tulisan kita bisa di baca oleh semua orang. Apakah melalui facebook, Instagram, tweeter, bahkan blog dan masih banyak lagi tulisan yang bisa kita tuangkan melalui media sosial. Berbeda pada zaman sebelum era digital. Tulisan kita hanya mampu kita baca, hafal dan simpan. Syukur-syukur catatan dari buku tersebut masih ada. 
     Jika catatan itu hilang akibat bencana misalnya, mungkin kita akan sulit menemukannya kembali. Jika di bagikan di medsos kita akan mudah untuk mencarinya sewaktu-waktu dibutuhkan. Uniknya yang telah kita tuliskan bisa dinikmati oleh orang banyak. Ibarat sebuah pepatah mengatakan satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, akan tetapi satu tulisan mampu menembus ribuan bahkan jutaan kepala manusia. 
Banyaknya Aplikasi di Play Store
Banyaknya aplikasi di playstore kadang membuat kita miris sebagai orang tua. Pasalnya, ada beberapa game yang dapat melalaikan si pengguna terutama anak-anak. Namun demikian, banyak aplikasi tertentu mempermudah urusan kita. Seperti aplikasi gojek online misalnya. Dengan adanya aplikasi ini, kita akan bebas macet untuk beberapa saat. Atau aplikasi goofood, di mana aplikasi ini memudahkan kita untuk memesan makanan yang kita sukai tanpa harus merintangi cuaca panas, hujan maupun angin.
Aplikasi tokopedia, shoopee dan toko online lainnya, juga memudahkan kita untuk pemesanan berbagai barang. Enaknya lagi ada ongkos gratis ongkir dan beberapa bonus cashback lainnya.
Al quran digital juga tidak kalah pentingnya bagi kita pengguna era digital. Jika kita lupa membawa alquran maka kita tidak perlu khawatir untuk membacanya melalui alquran digital.
Gimana? Sangat menyenangkan bukan, menikmati segala fasilitas yang tersedia di era digital ini. Tapi, jangan sampai kita juga lupa waktu dalam menggunakannya. Kebanyakan orang-orang yang menikmati kemajuan era digital memiliki empati dan rasa sosial yang rendah. Namun demikian, kita sebagai orang yang cerdas dalam era ini haruslah pandai-pandai mengisi waktu agar kita tidak tergerus oleh zaman dan tidak dimanjakan oleh kemajuan teknologi. Setidaknya dengan adanya era digital ini apapun yang kita inginkan akan lebih mudah.

Hosting murah : http://www.domainesia.com/hosting/
Cara membuat blog : http://www.domainesia.com/tips/cara-membuat-blog-profesional/
#digitallife #madepossible #domainesia
@domainesia @hosting murah @domain murah @hosting Indonesia @domain Indonesia @cara membuat blog @cara membuat website @lomba blog domainesia

Kamis, 22 November 2018

Salahkah Penamaan Blog Adalah Nama Blogger?

Salahkah Penamaan Blog Adalah Nama Blogger?

Nama Blogku Menandakan Aku Ada
Nama merupakan tanda pengenal yang bisa mengingatkan kita pada seseorang. Tanpa nama kita tidak dapat berinteraksi antara satu dengan lainnya. Dalam sebuah usaha offline saja kita memerlukan sebuah nama. Apalagi usaha online. 
Penamaan sebuah wadah blog, bagiku sangatlah penting. Apalagi jika penamaan itu tidak jauh dari namaku yang sebenarnya. Annasusan.blog, yah itu adalah nama dari blogku. Nama tersebut kutentukan berdasarkan namaku yang dibalik. Dalam Bahasa Aceh (karena kebetulan aku bersuku Aceh) Annasusan yang jika dibalik Susanna. Dengan kata terpisah susan dan na. Susan artinya nama Susan, dan na artinya ada. Arti selengkapnya susan ada. Aku berharap, susan itu ada meskipun jauh dari orang-orang yang aku sayangi. 
Yah, mamaku, papaku dan saudaraku jauh dariku. Mereka ada di pulau Sumatera, sedangkan aku ada di Jawa (tepatnya Bogor). Adanya aku dalam arti luas, kelak suatu hari aku bisa dikenal oleh orang banyak terutama keluargaku bahwa aku ada melalui tulisan-tulisanku, meskipun aku jauh dari mereka. Doakan ya teman-teman.
Tujuan lainnya dari penamaan tersebut adalah, agar orang-orang mudah mencariku melalui namaku yang sebenarnya. Targetku awalnya tidak jauh-jauh, yakni sebatas teman-teman sekolahku. Selanjutnya bisa saja ditentukan dengan nama-nama lain.
Memiliki Beberapa Nama Blog
Memiliki beberapa nama blog adalah salah satu cita-citaku. Segala keinginan menulis seputar ilmu yang kuketahui ingin kuungkapkan semuanya. Seperti sebuah ungkapan “sepandai-pandainya seseorang jika dia tidak mampu untuk menulis, maka semuanya tidak ada nilainya”
Kalimat itu menjadi obor bagiku dalam meniti jejak awalku dalam menulis. Hal ini tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti aku akan menggantikannya dengan lebih spesifik lagi. Misalkan saja, jika tulisanku di Annasusan blog berhubungan tentang menulis, maka jika ada pembaca yang berkunjung di blogku aku akan memberikan link tulisanku yang lainnya di sana. Jadi pengkhususan topik terfokus pada satu blog saja. 
Mungkin bagi sebagian orang hal ini sangatlah rumit. Mengingat banyaknya blog yang kita miliki. Tapi tidak bagiku, karena disamping memudahkan kita dalam menyalurkan berbagai tulisan yang kita miliki, tulisan kita juga terlihat rapi dan terstruktur.
Jadi orang-orang yang berkunjung juga lebih terfokus pada satu keinginan saja. Meskipun dia ingin mengetahui banyak hal lainnya.

Tiga Tema Blog Yang Paling Greget

Tiga Tema Blog Yang Paling Greget

Tema Menulis Yang Bikin Happy
Bicara soal tema blog, untuk saat ini, aku tuh paling suka tema blog yang berbau tentang menulis. Itu pun tergantung dengan yang aku butuhkan. Jika aku butuh bagai mana menentukan judul yang baik dan menarik, aku akan search blog yang berhubungan dengan hal tersebut. 
Menulis memberikan banyak dampak positif bagi seseorang yang dirundung kesedihan, berbagi kebahagiaan maupun berbagi ilmu tentunya. Kita tidak akan pernah puas dengan hanya mendapatkan satu ilmu. Semakin dalam ilmu yang kita dapatkan semakin kita penasaran. Ibarat sebuah ungkapan dari salah seorang sahabatku, semakin dalam kita menyelam di laut semakin kecillah diri kita. Begitu juga ilmu, semakin banyak ilmu yang kita dapatkan, seharusnya kita semakin rendah diri.
Tema menulis membuat aku selalu ingin mencari dan terus mencari. Semakin aku mencari yang aku tidak tau semakin banyaklah kesalahan yang aku dapatkan. Hasilnya semoga tulisanku semakin terus terasah.
Tema Anak Sangat Baik Untuk Ditinjau
Mengamati perkembangan anak adalah sesuatu yang membuat hatiku tidak gundah. Betapa tidak, perubahan detik demi detik mulai dari usianya 0 tahun hingga dewasa adalah sesuatu yang indah. Untuk menghadapi setiap perkembangannya, aku biasanya mencari jawabannya melalui buku dan blog. Menurutku, di setiap blog yang kit abaca tersaji berbagai macam contoh dan pengalaman para ibu-ibu bloger yang dituangkan melalui tulisan
Hal inilah membantuku untuk mempraktekkannya langsung pada anak-anakku. Tujuannya tidak lain agar pengasuhanku tidak salah arah. Pokoknya asyik deh membaca pengalaman-pengalaman mereka. Kadang membuat hati kita senang, kadang menitikkan air mata terharu.
Tema Tanaman Hidroponik
Menanam tanaman baik sayur maupun buah adalah kesenangan setiap wanita. Bagaimana tidak, karena dia adalah simbol kecantikan dan keindahan. Ada yang mengatakan, jika rumah banyak dihiasi tanaman bunga menandakan di rumah tersebut ada anak perempuan. 
Untuk menjaga agar tanaman tersebut tumbuh subur dan terawat, maka harus rajin di siram dan di beri pupuk. Nah bagi wanita yang memiliki kesibukan tidak hanya di rumah, tentunya akan mencari metode merawat tanaman agar tetap terjaga. Hidroponik misalnya, metode ini telah memudahkan kita untuk tidak sering menyiram bunga. Kita cukup memberikan nutrisi dalam air yang akan dialirkan pada tanaman dengan menggunakan pompa air. Berbeda dengan tehnik manual yang harus menyiramnya pagi dan sore.
Selain itu, kita juga dapat meninggalkannya beberapa hari, karena pasokan air masih ada. Nah semua itu dapat kita peroleh melalui baca buku dan search pengalaman ibu-ibu yang memposting seputar hidroponik yang ada di blog. Seru kan? Apalagi di sertai dengan gambar-gambar. Jadi memudahkan bagi kita untuk mempraktekkannya.
Masih banyak tema menarik yang bisa kita dapatkan dari blog. Bagiku 3 tema tersebut yang selalu aku tunggu-tunggu dan cari. Bagaimana dengan kamu? Tema apa yang kamu sukai?

Rabu, 21 November 2018

Jatuh Hati Pada Ngeblog



Jatuh Hati Pada Ngeblog
by ana_susan


Mengapa Ngeblog?
Mengapa harus ngeblog? Sebuah pertanyaan yang mungkin sulit untuk dijawab bagi seseorang yang tidak menyukai menulis.

Pertanyaan itu sempat terbersit di pikiranku. Aku yang dulu tidak menyukai menulis disebabkan kesibukan rumah tangga maupun pekerjaan. 

Pernah suatu ketika, suamiku menyarankan agar aku menulis sebuah novel guna mengisi waktu luangku. Hal ini di sarankannya karena melihat aku telah resign dari pekerjaan sejak melahirkan anak ketiga kami.
Banyaknya waktu luang membuatku kadang sering mengeluh. Mengapa aku hanya diam saja tanpa menghasilkan apapun. 

Ajakan itu awalnya tidak aku perdulikan. Boro-boro bikin novel seperti suamiku, mau menuangkan tulisan kok rasanya sulit sekali. Tapi jangan salah ya, aku tuh paling hobi mengisi diary. Buku diary dengan tebal 100 halaman yang baru dibeli minggu lalu, bisa habis denganku sebelum minggu berikutnya. Aku tidak sadar mengapa semua tulisan itu bisa mengalir begitu saja.

Belakangan, baru kusadari bahwa menulis itu bisa dalam bentuk apa saja. Akhirnya, kucoba untuk memulai dari yang paling dasar. Tentunya mengikuti sebuah komunitas menulis. Tujuanku tidak lain hanya ingin mengetahui seluk beluk menulis. 
Jatuh Hati Pada Ngeblog
Waktu terus berlalu, semakin aku mencari informasi menulis, semakin aku merasa penasaran untuk mendalaminya.

Aku tidak tau kekuatan apa yang telah memasuki jemariku, hingga aku tidak ingin berhenti menulis. Mungkinkah ini anugerah Allah melalui doa dari ibu dan Ayahku? Yah, merekalah yang telah menghantarkanku untuk terus menulis melalui doa-doanya.

Perjalananku tidak berhenti sampai disitu. Aku mulai mencari wadah-wadah yang mampu menuangkan kepenuhan kosa kata yang ada di dalam kepalaku. Tulisanku mulai merambah sampai di komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). 
Berbagai eventpun kulakukan untuk mengasah sejauh mana tulisanku terhadap teori-teori yang telah kuperoleh.

Sampai tibalah satu wadah yang dapat menjawab semua pertanyaanku selama ini. Wadah itulah bernama BLOG. Dialah yang telah membuat aku selalu jatuh hati dan menjaga agar aku konsisten dalam menulis.:)