Friday, May 31, 2019

Amalan Yang Bernilai Plus Dilakukan Selama Ramadhan

Amalan Yang Bernilai Plus Dilakukan Selama Ramadhan Posted by ana_susan I May 31, 2019

Bulan Ramadan adalah bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Di dalamnya terdapat rahmat, pengampunan dosa dan dijauhkan dari api neraka. Setiap amalan yang kita lakukan di bulan Ramadan mendapatkan berpuluh-puluh kali lipat pahalanya.

Untuk mencari pahala di bulan lain tidak akan kita dapatkan seperti banyaknya di bulan ramadan. Bahkan Allah juga memuliakan bulan tersebut dengan adanya satu malam yang bernama lailatul qadar. Tidak ada yang mengetahui kapan malam lailatul qadar itu. Mengapa Allah rahasiakan?

Allah merahasiakan malam lailatul qadar itu tidak lain adalah agar kita senantiasa komitmen beribadah hingga Ramadan meninggalkan kita. Allah juga mengharapkan perubahan kebaikan yang besar ada pada dirinya.

Untuk memperoleh malam itu, ada baiknya kita mengisi waktu Ramadan itu dengan hal-hal baik yang mendatangkan rahmat Allah pada kita. Hal-hal baik apakah itu?

Tilawah

Tilawah adalah bacaan alquran yang disertai dengan membaca artinya serta mengamalkan isinya. Tilawah yang dilakukan selama Ramadan hendaknya bisa dikhatamkan minimal dua kali khatam. Para sahabat di zaman rasulullah, mengkhatamkan alquran sampai lebih dari tiga kalikhatam.

Perketat Salat Malam

Dalam surah almuzammil ayat 1-20 dianjurkan kita untuk menegakkan salat malam. Kebiasaan ini dilakukan oleh salafus saleh yang selalu dekat dengan Allah.

Orang yang melakukan salat malam akan diangkat derajatnya oleh Allah, akan dimuliakan selalu, perkataanya akan penuh dengan hikmah serta pancaran cahaya keimanan akan terlihat di wajahnya. Masih banyak lagi manfaat salat malam bagi orang yang mendawwamkannya.

Merutinkan Salat Sunnah Lainnya

Salat sunnah dhuha, rawatib dan salat wudhu adalah salat sunnah yang sangat baik jika di tingkatkan kekonsistenannya. Pahala yang kita dapatkan juga besar. Seperti salat sunnah sebelum subuh. Jika kita melakukannya maka kita sama seperti mendapatkan dunia dan siisinya.

Tingkatkan Hafalan dan Murajaah

Setiap hafalan alquran yang kita lakukan akan mendapat peringkat surga di akhir bacaaan kita saat hari kiamat. Jadi perbanyak hafalan sesuai dengan kesanggupan masing-masing.

Untuk menjaga hafalan kita, ada baiknya kita memurajaahnya atau mengulang-ngulang bacaan. Karena dalam sebuah hadist dikatakan bahwa hafalan itu akan cepat lepas seperti unta yang lepas dari ikatannya.

Sedekah

Memberikan sesuatu baik berupa uang maupun makanan akan membawa keberkahan pada umur dan rezeki kita. Pahala yang didapatkan juga berbeda dengan sedekah yang dilakukan saat bukan bulan puasa. Yaitu beratus kali lipat.

Zikir

Ingatlah Allah, karena dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Konteks ini jelas terlihat dalam sebuah ayat alquran yang sangat menganjurkan kita untuk berzikir.

Bacaan zikirnya mengandung pujian pada Allah, takbir, tahmid, tahlil dan pengampunan. Inilah beberapa amalan yang sangat baik dilakukan selama waktu Ramadan. Hal ini tidak menutup kemungkinan dilakukan juga saat selain Ramadan. Semoga Allah mempertemukan kita kembali di Ramadan berikutnya. Aamiin.

#Day_26 #30HariKebaikanBPN

Thursday, May 30, 2019

Tradisi Lebaran yang Awet di Aceh

Tradisi Lebaran yang Awet di Aceh Posted by ana_susan I May 30, 2019

Lebaran adalah saatnya silaturahmi dengan keluarga. Moment yang ditunggu setelah sebulan penuh berpuasa. Semua handai taulan berkumpul di hari yang bahagia. Itulah salah satu tradisi lebaran setiap tahunnya.

Di berbagai negara memiliki tradisi lebaran yang berbeda-beda. Demikian juga setiap daerah. Di Indonesia saja tradisi lebaran dari Sabang sampai Meuroke pasti berbeda. Meskipun ada beberapa yang sama.

Aceh, misalnya. Sebagai salah satu daerah yang mayoritas penduduknya muslim. Aceh memiliki banyak tradisi yang masih melekat hingga sekarang. Beberapa tradisi tersebut adalah

Meugang

Meugang atau makmeugang berasal dari kata “Makmu” dan “gang”. Gang dalam Bahasa Aceh berarti pasar. Pada hari biasa, pasar tidak banyak dikunjungi masyarakat. Namun, menjelang Ramadan dan idul fitri atau lebaran, masyarakat banyak mengunjungi pasar. Sehingga muncul istilah makmu that gang nyan (makmur sekali pasar itu ) atau makmeugang.

Dalam tradisi makmeugang ini, para masyarakat Aceh biasanya membeli daging yang dimasak dengan berbagai macam masakan. Lalu masakan itu akan disantap oleh keluarga atau diberikan ke anak yatim.

Kuliner Khas Aceh

Kuliner khas Aceh yang disajikan saat lebaran tiba ada beberapa macam. Seperti lontong sayur plus daging rendang, sirup merah cap patung, ketupat, kue thimpan, dan beberapa kue khas Aceh lainnya. Semua tersedia di rumah-rumah masyarakat Aceh saat lebaran tiba.

Rasa lontong sayurnya sangat khas, mirip dengan lontong medan. Kerupuknya juga beda dengan kerupuk di daerah lain. Belum lagi ketupat dan kue-kue Acehnya. Semuanya bikin ngangenin deh pokoknya.

Parcel Lebaran

Tidak hanya di Aceh saja, parcel sudah menjadi tradisi setiap lebaran bahkan hari besar lainnya. Biasanya isian dari parcel tidak jauh dari makanan yang disajikan untuk para tamu. Pengirimannya kadang seminggu sebelum lebaran atau setelah lebaran.

Takbiran

mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil setelah berpuasa penuh, menunjukkan rasa syukur kita pada sanga Maha Pencipta karena telah berpuasa satu bulan lamanya. Takbir dikumandangkan sejak malam lebaran hingga esok paginya tanpa henti. Tradisi ini hampir dirasakan di semua negara-negara Islam. Takbir yang dikumandangkan dipimpin oleh beberapa orang dan diikuti oleh banyak orang secara bersama-sama.

Ada juga yang mengadakan takbir keliling sambil menabuh bedug lalu berkeliling kampung maupun kota.

Baju Baru Sudah menjadi tradisi di Aceh, bahwa setiap lebaran tiba pasti orang tua akan membelikan baju baru untuk anak-anaknya. Baju baru itu sebagai tanda untuk menyenangkan hati anak-anaknya telah berpuasa penuh dan untuk membahagiakan sang anak. Namun bukan berarti yang tidak dibeli tidak lebaran ya.

Halal bi Halal

Tradisi ini juga sama di setiap daerah dan negara. Acara salam-salaman antar teman dan keluarga serta di kantoran. Tradisi ini dilakukan untuk memudahkan orang-orang yang belum bertemu agar bisa bertemu pada satu acara halal bi halal yang terjadwal.

Ziarah Kubur

Kegiatan ini dilakukan setelah salat idul fitri. Tujuannya untuk mendoakan anggota keluarga yang telah pergi meninggalkan dunia.

Uang Lebaran Uang lebaran biasanya diberikan pah da anak-anak yang bersilaturahim. Uang yang diberikan pada anak sebagai tanda memuliakannya. Di Aceh tradisi ini telah lama melekat dan masih ada hingga sekarang.

Itulah beberapa tradisi Lebaran yang masih melekat hingga sekarang di ceh. Aku yakin di daerah kalian memiliki tradisi lebaran yang berbeda. Tentunya yang seru dan pastinya juga bikin kangen. Yuk list tradisi lebaran yang ada di daerahmu.

#Day_25 #30Hari Kebaikan BPN

Wednesday, May 29, 2019

Allah Butuh Hatimu Yang Baru. Masihkah Perlu Baju Baru?


Allah Butuh Hatimu Yang Baru. Masihkah Perlu 
Baju Baru?
Posted by ana_susan I May 29, 2019


pixabay.com


Baju lebaran adalah pakaian yang baru dibelikan dan dikenakan saat lebaran tiba atau pada moment tertentu. Tradisi membeli baju lebaran ini sudah mendarah daging di diri kita masing-masing. Saat kita kecil, ibu dan ayah kita pasti menyiapkan baju lebaran 2-3 pasang untuk dipakaikan kepada kita.

Kadang sesekali kita suka pamer tuh sama saudara dari sebelah ayah maupun ibu. Apalagi jika berkedekatan rumah. Sering kita mendengar dialog, kamu sudah punya baju baru berapa pasang? Kalau aku banyaklah. Ha ha ha. Sombongnya.

Masa Kecil Memiliki Baju Baru
Mengingat masa-masa kecil dengan baju baru adalah suatu hal yang menyenangkan. Apalagi baju baru yang dibelikan oleh ayah dan ibu kita kita kenakan saat salat idul fitri tiba. Pakaiannya masih bau wangi pabrik. Kadang belum dicuci dulu biar kelihatan ori barunya.

Tidak itu saja. Saat kita kenakan kadang timbul rasa bangga pada diri kita. Nih lihat aku punya baju baru. Kamu mana? Baju barunya jelek pula. Dan masih banyak rasa ujub yang tanpa kita sadari itu telah kita lakukan saat kecil.

Masa-masa memiliki baju baru itu  terus melekat hingga aku kuliah. Entah mengapa kalau lebaran itu harus pakai baju baru? Aku juga tidak mengerti. Mungkin karena moment setelah puasa adalah moment membersihkan diri dan menjadi diri yang baru trus pakai baju baru kali ya? Hmmm.

Pasca Menikah Memiliki Baju Baru
Sejak menikah tradisi membeli baju baru itu mulai surut. Entah mengapa, aku juga tidak mengerti. Apa mungkin saat itu aku sibuk kuliah dan tidak memikirkan baju baru saat lebaran. Demikian juga suamiku. Kami tipe pasangan yang tidak memperdulikan yang namanya baju baru lagi.
Dulu mungkin kedua orang tua kami memberikannya pada kami untuk membahagiakan kami karena telah berhasil puasa penuh. Namun sekarang setelah menikah, baju baru itu terlihat biasa-biasa saja.

Kapan Dong Punya Baju Baru
Kapan mau beli baju baru? Menurutku, membeli baju baru tidak harus pas lebaran tiba. Aku beranggapan seperti itu untuk menghindari terlalu mencoloknya anata kita dan orang-orang yang tidak punya. Kasihan kan ya, disaat kita hampir semuanya pakai baju baru, nah tetangga kita yang kurang mampu melihatnya pakai baju biasa.

Padahal Rasulullah yang menjadi tauladan kita, orangnya sederhana. Kalaupun ada hadist yang mengatakan pakailah pakaian terbaik saat salat idul fitri. Bukan berarti harus memiliki pakaian atau baju baru. Akan tetapi baju yang pantas dipakai saat lebaran. Pantas di sini adalah baju yang tepat dipakai untuk salat seperti baju koko. Atau saat silaturahim pakai baju kemeja. Kan tidak mungkin kita salat memakai pakaian stelan traning or jogging. Right? Atau mau silaturahim pakai baju tidur. Oh nooo.

Untuk menghindari hal-hal yang mengharuskan kita untuk membeli baju baru saat lebaran, ada beberapa tips agar kita bisa membeli baju baru pada saat yang tepat.

1.Sedekahkan Satu Baju Lama Sebelum Baju Baru
Aku memiliki prinsip bahwa jika aku ingin membeli baju baru, baju yang lama harus aku sumbangkan ke orang yang membutuhkan. Tentunya baju tersebut masih layak pakai.

Ternyata prinsip ini sangat didukung oleh metode KONMURI. Kalian tahu metode apa ini? yah, metode merapikan dan menyeleksi baju ala Jepang. Dimana, ada beberapa metode di dalamnya yang bisa kalian terapkan di rumah.

Tujuannya adalah agar barang-barang yang ada di dalam rumah kita adalah barang yang bersifat penting dan dibutuhkan. Satu lagi barang di rumah kita tidak menumpuk sebagai gudang. Kalian bisa baca bukunya ya. Isi nya bagusss banget.

2. Beli Baju Baru di Hari Lain
Untuk menghindari tradisi saat lebaran harus memakai baju baru, kita bisa membeli baju baru di hari yang lain. Malukah jika saat lebaran baju barunya sudah basi? Oh tidak. Menurutku itu hal yang biasa saja.

Banyak keuntungan yang di dapat, selain kita menghindari membludaknya para pembeli di mall-mall dan pasar, juga kita menfokuskan diri di sepuluh terakhir Ramadan. Jadi dapat dua-duanya kan?

3. Hapus Image Tradisi Baju Baru
Untuk menghapus kebiasaan yang telah mendarah daging sangatlah sulit. Namun bagi kita yang ingin benar-benar mau merubahnya sangatlah gampang. Kalian tahu caranya?

“Tanamkan pada diri, lebaran tidak mesti ada baju baru. Tanamkan dalam diri Allah itu tidak butuh baju barumu, sepatu barumu, atau apapaun barang yang baru. Tapi yang dibutuhkan oleh Allah saat lebaran adalah hatimu yang baru”.

Yah, hati yang baru, hati yang suci, hati yang bersih. Apakah ada pada diri kita di saat lebaran tiba? Atau jangan-jangan kita menjadi bertambah lalai dan tergoda dengan glamornya dunia. Allah saja menunggu hati kita yang bersih dan baru. Mengapa kita tidak memberikan hati baru kita kepadaNya. Apakah belum cukup karunia yang dia berikan pada kita melalui nikmatnya berpuasa sebulan penuh?

Yuk, mari sama-sama kita perbaiki diri, jangan pernah beranggapan lebaran itu harus ada baju baru, tapi mulai sekarang milikilah hatimu yang baru untuk dipersembahkan pada Allah swt. Wallahualam.

#Day 24
#30HariKebaikanBPN

Tuesday, May 28, 2019

Kenangan Terindah Saat Berbuka Bersama Keluarga




Kenangan Terindah Saat Berbuka Bersama Keluarga
Posted by ana_susan I May 28, 2019

pixabay.com


“Taman yang paling indah hanya taman kami, taman yang paling indah hanya taman kami”.
Pernah dengar lagu itu? yah, di Taman Kanak-kanak kan ya. Tapi jika aku ganti liriknya boleh ya. Jadinya seperti ini.
“Buka yang paling indah hanya buka bersama, buka yang paling indah hanya buka bersama. Cocok tidak? He he”.
Sebenarnya sih aku pingin cerita sedikit tentang berbuka puasa bersama keluarga. Siapa sih yang tidak menginginkannya? Saat – saat indah itu mesti terulang kembali.

Kenangan Berbuka Saat Kecil
Di rumah itu kita menunggu beduk bersama kakak dan adik. Kadang ada yang sambil nonton televisi, kadang juga bermain congklak atau mainan apa saja yang bisa menunda perut yang mulai keroncongan karena lapar.
Belum lagi pingin bukaan yang bermacam-macam. Satu anak pingin pisang goreng, satu anak pingin mie goreng dan satu lagi pingin kentang goreng. Duuhhh, masya Allah, mama dengan hati gembira menyiapkannya tanpa berkata tidak mau. Semua dikerjakan sendiri. Nah, kami ngapain? Main. Astagfirullah. Hmmm
Itulah ibu, dia tidak pernah mengeluh dengan kata capek, padahal kita tahu pekerjaan yang dilakukan segambreng. Dia juga tidak pernah marah, kecuali jika kita tidak makan yang sudah di masaknya. Saat berbuka pun masih saja sibuk di dapur. Ada saja yang dikerjakannya. Masya Allah. Semua memori itu masih terekam di kepala ku.
Kenangan Berbuka Saat Dewasa
Tidak sempat ma, banyak tugas kuliahan ma, dan masih banyak alasan yang kita katakan. Padahal saat itu ibu kita butuh bantuan kita. Namun apa beliau marah? Tidak, sekali lagi tidak. Dia tidak pernah marah. Dia hanya berkata, tugasmu kuliah dan belajar yang benar ya. Yang penting kamu cepat lulus lalu kerja.
Berbuka bersama pada masa dewasa sangat berbeda, mama dan papa sudah mencium jarak ketidak bersamaan kami saat berbuka. Kadang aku harus berbuka di jalan menuju rumah, karena baru pulang praktikum atau penenelitian. Namun bagi mereka hal itu bukan masalah.
Hanya saja aku merasa kehilangan momen untuk berbuka seperti di masa kecil.
Kenangan Berbuka Setelah Menikah
Masa inilah yang paling tersulit menurutku. Jauh dari keluarga, dirantau pula, pulang belum tentu pas Ramadan. Kesibukan pekerjaan, THR tak kunjung datang. Pas datang malah tiket pulang melonjak tinggi.
Semua orang berebutan untuk bisa berbuka bersama keluarga. Namun tertunda karena beberapa faktor tadi. Akhirnya apa tindakan selanjutnya? Yah, kami mengusahakan pulang pas momen lebaran.
Awalnya sedih? Pasti dong. Yang biasa makanan telah tersedia, sekarang harus menyiapkan masakan sendiri untuk keluarga. Yang biasanya makanan khas daerah disajikan, sekarang belum tentu masakan daerah yang kita masak seenak mama kita yang masak. Pokonya, rindu ini membuncah deh saat Ramadan tiba, apalagi saat lebarannn. Huk huk huk.
Kalau kata mama, sabar, semua akan indah pada waktunya. Yah, aku mendengar semua nasehatnya. Karena memang hakekatnya manusia itu, lahir, tumbuh, menikah, wafat. Sebaik-baik yang dia tinggalkan adalah kebaikan dirinya.
Meskipun harus jauh dari keluarga besar, setidaknya menjadikan kita lebih dewasa menyikapi diri bahwa sekarang kitalah yang berperan sebagai orang tua. Yang terpenting sekarang kita pun bisa merasakan bagaimana capeknya mama kita menyiapkan keperluan kita. semoga kita bisa menjadi strong seperti ibu yang melahirkan kita. Aamiin.
 #Day_23
 #30HariKebaikanBPN


Monday, May 27, 2019

Make Up In and Out Saat Lebaran Tiba Agar Cantik dan Menawan


Make Up In and Out Saat Lebaran Tiba Agar Cantik dan Menawan
Posted by ana_susan I May 27, 2019


Siapa sih yang tidak butuh cantik dan menawan saat lebaran. Kecantikan wanita telah diakui oleh setiap manusia yang menatapnya. Bahkan alquran sendiri melindungi wanita terjadap kecantikan yang dimiliki olehnya.

Cara alquran menjaga kecantikan wanita adalah menahan pandangannya, menutup auratnya kecuali wajah dan telapak tanga, serta merias wajahnya dengan wajar atau tidak berlebihan.

Namun, bagaimanakan jika sang wanita dituntut tampil cantik pada acara-acara formal? Apakah harus semenor mungkin biar terlihat berbeda dari wanita lain? Apakah dengan dandanan yang menor itu telah menjadikan dia secantik bidadari? Belum tentu. Atau mungkin harus ditambah dengan riasan bling-bling agar kelihatan mencolok? Hmmm.

Untuk menjawab hal tersebut, sebenarnya tergantung dari wanita itu masing-masing. Tidak semua orang nyaman dengan yang disarankan orang lain kepada kita atau sebaliknya. Semua tergantung bagaimana cara dia menyikapi cantik itu sendiri. Atau apa pengertian cantiknya seorang wanita. Apakah dari dalam dirinya atau hanya sebatas fisik mealui make up yang dipoles di wajahnya.

Pada moment lebaran, adalah saat umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Banyak handai taulan akan kita kunjungi guna mempererat tali silaturahim yang telah lama terputus atau telah lama tidak kita kunjungi. Berpenampilan yang cantik dan menawan mutlak diperlukan. Agar kita terlihat berbeda dari hari biasa.

Ada dua hal make up yang harus dimiliki oleh seorang wanita saat lebaran tiba.

1. Make Up dari Dalam


Sumber Gambar : scontent-iga3-1-cdninstagram.com


Make up dari dalam berhubungan dengan ruh nya. Artinya wanita mempoles dirinya dengan hal-hal yang berhubungan dengan ruhani. Seperti tilawahnya. Bagaimana dengan tilawah yang dilakukan, apakah masih tetap rutin seperti saat puasa Ramadan?

Kemudian salat sunnah tahajud dan duhanya? Apakah masih tetap dilakukan meskipun sibuk menerima banyaknya tamu yang hadir atau ngantuk dan capeknya dia di malam hari.

Yang ketiga adalah bagaimana dengan zikir hariannya. Apakah tetap rutin dikerjakan? Karena zikir memperluas rahmat Allah, menambah rezekinya dan masih banyak fadilah lain dari zikir  itu sendiri.

Wudhunya, apakah dia masih menjaga wudhunya. Padahal seorang yang menjaga wudhunya, selalu dalam keadaan suci, dan wajahnya selalu berseri-seri. Apakah ini belum cukup untuk memake up diri kita dari dalam?

Kelakuannya bagaimana? Apakah dia masih sering berburuk sangka sesama muslim? Dan masih banyak perbuatan yang bisa mempoles dirinya dari dalam.

2. Make Up dari Luar


Sumber Gambar : terasjabar.id


Untuk make up yang satu ini, berhubungan dengan fisik. Artinya terlihat secara kasat mata oleh orang lain. Bukan tidak boleh kita bermake up secara fisik. Namun dalam Islam ada batasan-batasn tertentu yang mestinya diperhatikan.

Misalnya saja, dalam memakai lipstick, tidak terlalu tebal sehingga membuat bibir kita merah merona-rona. Atau bedak yang kita pakai, setidaknya tidak terlalu tebal dan sesuaikan dengan jenis kulit. Jika terlalu tebal ntar disangka badut lagi atau jika tidak sesuai dengan jenis kulit kita maka akan terlihat kusam nantinya.

Bagaimana dengan eye liner, bulu mata palsu, mascara atau dengan penghitam alis? Sama seperti diatas, usahakan tidak terlalu tebal, agar terlihat sederhana tapi menarik. Jangan sampai orang kaget melihat kita yang lain dari biasanya.

Sedangkan untuk bulu mata palsu agar terlihat lentik kalau bisa dihindari. Karena bulu mata palsu merubah bulu mata yang telah diberikan oleh Allah. Jadinya kesannya kita tidak mensyukuri apa yang telah diberikan olehNya.

Nah, teman-teman, itulah make up yang dilakukan saat lebaran tiba. Gunakan moment terindah lebaran ini untuk menambah keimanan kita dan menjaga keistiqomahan kita pada Allah. Jangan sampai hanya karena hari lebaran dan tampil bedanya kita, membuat Allah murka. Padahal jelas dalam alquran dikatakan, orang yang beruntung itu adalah yang lebih baik dari kemarin. Wallahualam.

#Day_22
#30HariKebaikanBPN


6 Trik Mendidik Anak Kecil Berpuasa


6 Trik Mendidik Anak Kecil Berpuasa
Posted bay ana_susan I May 27, 2019




Puasa adalah menahan lapar dan haus serta hal-hal yang dilarang di dalamnya. Bagi orang yang belum terbiasa berpuasa, hal ini sangatlah sulit. Boro-boro disuruh puasa sunnah, puasa wajib saja masih bolong-bolong.

Ini berlaku juga untuk anak kecil yang berusia empat tahun ke atas. Bagi mereka puasa sangatlah berat. Godaan jajajan, teman yang tidak puasa atau pun menonton televisi yang berisikan iklan makanan.  Ck ck ck.

Namun, ada juga sebagian kecil anak-anak yang telah mampu menahan godaan laparnya saat puasa. Mendidiknya berpuasa sejak kecil akan lebih mudah dibandingkan jika telah remaja. Karena karakter seseorang terbentuk saat dia masih kanak-kanak. Bahkan ada yang mengatakan saat dia masih di dalam kandungan.

Bagiku pribadi, dalam mendidik anak-anak berpuasa memiliki tehnik tersendiri. Alhamdulillah tehnik tersebut berhasil aku lakukan dari tahun ke tahun mulai dari anak pertama hingga anak ketiga. Kuy boleh ya di intip trik jitu mendidik anak berpuasa sejak kecil ala aku.

1.Melatih Sejak Dalam Kandungan


Sumber Gambar : tribunnew.com



Berdasarkan teori, bahwa karakter seorang anak terbentuk saat dia di dalam kandungan, maka aku pun melakukan hal yang sama. Sejak mereka masih bernafas, makan dan minum di dalam perut. Aku mendidiknya dengan puasa. Saat sahur kuelus perutku, dan mengatakan padanya “Nak, hari ini kita puasa ya. Maaf jika Umi tidak makan dan minum. Semoga kita kuat. Aamiin”.

Kekuatan ikatan ibu dan anak yang dianugerahkan oleh Allah sangatlah besar. Banyaknya komunikasi kita pada mereka akan mempermudah berpuasa saat hamil. Meskipun bagi ibu hamil boleh tidak puasa jika membahayakan sang anak.

2. Kenalkan Puasa pada Usia 3-4 Tahun

Sumber Gambar : lifestyle.sindronews.com

Pada usia 3-4 tahun, adalah usia mereka bereksplorisasi serta keingintahuan yang begitu tinggi. Di sanalah jalan terbaik kita untuk menanamkan akhlak yang baik. Puasa misalnya, mereka hanya kita ajak untuk bangun sahur meskipun pada akhirnya mereka puasa sebatas yang mereka mampu.

Malam sebelum sahur, kita bisikkkan pada mereka “Nak, besok kita bangun sama-sama ya sahurnya”. Kadang ada yang menjawab iya, Umi, atau ada juga adek tidak sanggup Mi takut masih ngantuk”. Semua jawabannya kita iyakan saja. Namun demikian, setiap malam lakukan kalimat ajakan yang sama.

3. Perkuat Ajakan Puasa usia 5-7 Tahun
Di usia yang telah habis masa usia keemasan, sang anak telah memahami bahwa puasa itu tidak boleh makan dan minum. Dari sini anak tanpa kita perintahkan, dia akan meminta kepada kita untuk membangunkan sahur. Bahkan bukan tidak mungkin jika dia minta dibangunkan lebih awal.

Seperti anak-anakku, mereka berkata hal yang sama. “Mi, bangunin yang cepat ya”. “Mau tahajud ya?” Uminya sudah berbunga-bunga. Bukan, mau makan yang banyak, biar siangnya tidak lapar. Gubrakkk. Uminya tersentak kaget sambil senyum-senyum sendiri. Ia Nak, Inshaa Allah umi banngunkan”.

4. Sering Memberi Nasehat Pentingnya Puasa


Sumber Gambar : eramuslim.com


Untuk hal yang satu ini, kutanamkan saat mereka sedang dalam kondisi bermain dan istirahat atau menjelang tidur. Aku bercerita tentang bagaimana pahala orang yang berpuasa, sementara orang lain tidak. Kemudian bercerita pentingnya puasa agar merasakan orang-orang di belahan bumi lain yang mungkin hampir setiap hari tidak pernah makan.

Bahkan mereka harus membagikan satu potong roti dibelah menjadi 6-8 potong. Dan  masih banyak lagi cerita-cerita hikmah seputar berpuasa. Aku melakukan di dua waktu yaitu istirahat dan bermain, karena di saat itulah gelombang alfa di otak sang anak sedang aktif. Frekwensi otak pada dua waktu tersebut sangat memudahkan sang anak menerima nasehat apapun yang kita berikan.

5. Memberi Reward


Sumber Gambar : kumparan.com


Setiap orang pasti menyukai hadiah kan. Apalagi anak-anak. Hadiah bagi mereka sangatlah indah. Tak penting harga yang ada dari sebuah hadiah itu mahal atau tidak. Yang pasti saat kita berikan hadiah itu tanpa sepengetahuan mereka, membuat semangat mereka tinggi dan mereka merasa di hargai.
Namun begitu bukan berarti puasa karena hadiahnya, akan tetapi yang terpenting adalah kita menanamkan pada mereka ganjaran puasa seorang musli di sisi Allah itu jauh lebih besar pahala atau hadiahnya dibandingkan hadiah dari kedua orangtuanya.

6.Anjurkan Anak Tidur Siang


Sumber Gambar : humas.sari-mutiaara.ac.id


Ini adalah trik yang paling popular bagiku. Mengapa? Saat mereka menagih untuk buka puasa, aku selalu katakan, Nak, tidur saja dulu, pasti capek kan setelah bermain dengan mainan-mainanmu. Nanti pas kamu bangun, pasti sudah tidak lama lagi waktu berbukanya. Akhirnya mereka pun tidur dan mendengarkanku. Hingga saat mereka bangun, mandi, salat, mereka sudah fresh kembali dan menunggu detik-detik berbuka.

Nah, bagaimana bunda dengan trik yang saya berikan? Pasti trik kita ada yang sama. Atau kalau beda, boleh dong saya di share trik bunda dalam mendidik anak-anak berpuasa. Di tunggu ya di komentar.

#Day_21
#30HariKebaikanBPN

Saturday, May 25, 2019

7 Aplikasi Yang Aktif Digunakan Selama Ramadan


7 Aplikasi Yang Aktif Digunakan Selama Ramadan

Posted by ana_susan I May 25, 2019




Menurut KBBI, aplikasi adalah program komputer atau perangkat lunak yang didesain untuk mengerjakan tugas tertentu.

Pada dasarnya sebuah aplikasi di komputer maupun di adroid memudahkan kita untuk melakukan tugas tertentu. Sebut saja tugas challenge Ramadan yang diadakan Blogger Perempuan misalnya.

Ada beberapa aplikasi yang sering kita gunakan untuk mempermudah. Seperti Instagram, google chrome, Canva dan lainnya. Atau jika kita ingin mengulas one week one book, tentunya aplikasi ijak dan ipunas menjadi aplikasi favorit dan sering dipakai.

Selama Ramadan ada beberapa aplikasi yang sering  kugunakan. Tentunya yang bisa meningkatkan ibadah dan menambah pahalanya. Aplikasi tersebut adalah

1. Facebook
Facebook merupakan aplikasi yang paling sering digunakan di Indonesia. Penetrasinya sekitar 81 persen, meskipun diterpa skandal keamanan setahun belakangan.

Facebook menempati posisi kedua. Hasil survei menyatakan bahwa 41 persen masyarakat Indonesia usia 16-64 tahun sering menggunakna facebook.
Bagiku pribadi, facebook biasanya kugunakan untuk memposting artikel atau quotes yang menurutku layak disebarkan ke orang lain. Kadang juga memposting lomba sesekali.

2. Instagram
Instagram adalah aplikasi yang paling baik untuk menjajakan jualan. Selain gambarnya terlihat besar, apik dan memiliki fitur yang mudah.
Bagiku pribadi, Instagram kugunakan untuk memposting lomba blog, cerpen dan beberapa quote. Kadang juga mencari informasi lomba dan melihat beberapa berita artis yang inspiratif.

3. Whatsapp
Yaitu aplikasi chat yang digunakan untuk memudahkan mengirim pesan yang disertai gambar. Di dalamnya juga bisa membuat beberapa group. Status juga bisa diamati di profile whatsapp.

Penggunaan whatsapp bagiku adalah selain mengirim pesan dan gambar, juga aktif dalam beberapa group rutin. Ada juga untuk berdagang dan melihat dagangan.

4. Word
Aplikasi ini kugunakan untuk mengirim artikel atau cerpen melalui adroid ke email.

5. Canva
Canva adalah aplikasi yang memudahkan desain grafis. Aku menggunakan ini karena selain mudah, ada 6000 lebih template yang tersedia dalam aplikasi ini untuk di desai oleh kita sendiri. Gambarnya lumayan keren.

6. KBBI
KBBI adalah aplikasi yang kugunakan untuk mengecek makna dari kata yang akan dipakai dalam artikel yang aku buat. Di sana juga bisa dicek kesalahan dalam penulisan katanya. Misalnya saja shalat, yang seharusnya adalah salat.

7. Google Chrome
Yaitu aplikasi yang mayorias semua oang pasti menggunakannya. Aplikasi ini kupakai untuk mencari tambahan informasi dan gambar untuk konten blog dan artikel yang dibuat.

Itulah 7 aplikasi aktif yang kugunakan selama bulan Ramadan. Bagaimana dengan kalian? Tulis di komentar ya. 😊

#Day_20
#30HariKebaikanBPN




9 Amalan Utama Selama Puasa Ramadan



9 Amalan Utama Selama Puasa Ramadan
Posted by ana_susan I May 25, 2019




Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Berkah karena di dalamnya Allah melimpahkan rahmat, pengampunan dan akan dijauhkan dari api neraka. Bulan yang di dalamnya diturunkan alquran yaitu pada hari ke 17 Ramadan atau disebut dengan nulzulul quran. Di bulan Ramadan juga terdapat lailatul qadar atau malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Setiap amalan baik yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Namun pertanyaannya, adakah orang-orang memanfaatkan moment terindah ini?

Belum tentu. Ada orang yang sadar akan hadirnya Ramadan, ada juga yang lalai bahkan jauh dari Ramadan (nauzubillah). Padahal dia tahu bahwa kematian kapanpun akan menjemputnya. Tidak peduli dengan waktu yang dia gunakan maupun kegiatan yang berlangsung. Sejauh apapun kita berada, pasti kematian tidak akan dapat ditunda.

Pada hakekatnya manusia hidup di dunia adalah untuk beribadah pada Allah. Baik dalam keadaan diamnya maupun dalam semua aktifitasnya. Semua dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Jika hal ini terus kita pegang, maka pastinya kita tidak akan berhenti untuk terus berbuat baik. Dia menciptakan kita maka Dia pula yang akan mengambil kita.

Pada bulan Ramadan ini, Allah memberi bonus yang sangat besar bagi kita. Seperti telah disebutkan di atas, bahwa bonus –bonus tersebut adalah pahala yang dilipatgandakan dari amalan yang kita kerjakan. Apakah semua amalan? Atau mungkin ada amalan tertentu?

10 Amalan Utama yang Dilakukan di Bulan Ramadan
10 amalan penting yang dilakukan di bulan puasa adalah  

1. Puasa

Sumber Gambar : lifestylesolopos.com

Puasa di bulan Ramadan hukumnya adalah wajib. Artinya jika tidak dikerjakan akan mendapat dosa. Sesuai dengan firman Allah dalam alquran surah Albaqarah ayat 183 yang berbunyi

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Rasulullah saw bersabda, dari Abu Hurairah ra, “Siapa berpuasa Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari –Muslim).

2. Salat Al-lail

Sumber Gambar : merdeka.com

Salat Al-lail adalah salat tarawih dan witir. Salat ini sangat dianjurkan oleh nabi Muhammad saw.
Dari Abu Hurairah ra, berkata “Rasulullah saw menganjurkan salat Al-lail kepada mereka (para sahabat) tanpa perintah wajib. Beliau bersabda: “Barangsiapa mengerjakan salat Al-lail karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu (HR Muslim).

3. Tilawah dan Tadarus alquran

Sumber Gambar : id.wikipedia.org

Kita tahu bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkan pertama kalinya alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai antara hak dan batil. Untuk itu, dalam sebuah hadist dikatakan, Rasulullah saw melakukan tadarus bersama malaikat Jibril.

“ Dari Ibnu Abbas ra, diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, saat bulan Ramadan, ketika ditemui malaikat Jibril pada tiap malam di bulan Ramadan, dan mengajak membaca dan mempelajari alquran. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan (HR Al Bukhari).

4. Perbanyak Zikir dan Doa

Sumber Gambar : dream.co.id

Pada malam dan siang bulan puasa adalah waktu yang sangat mulia dan utama. Jadi sebaiknya digunakan untuk memperbanyak zikir dan doa khususnya di waktu yang mustajab.

Waktu-waktu mustajab itu adalah saat berpuasa hingga berbuka, saat malam terutama pada sepertiga malam terakhir, dan ketika waktu sahur.

Pada waktu sahur ini, tepatnya sepuluh menit terakhir makan sahur. Gunakan untuk memperbanyak istiqfar. Dalam surah Al Dzaariyat ayat 18 Allah berfirman :
“Dan di waktu sahur akhir-akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah)”.

 5. Makan Sahur dan Berbuka

Sumber Gambar : wahdah.org

Para ulama sepakat tentang sunnahnya makan sahur. Meskipun demikian, tanpa sahur pun boleh puasa. Dari Anas ra bahwa Rasulullah saw berabda,
“Makan sahurlah, karena sahur itu barakah”. (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur dan mendahulukan berbuka (HR Ahmad)
Sahur itu barakah, maka jangan tinggalkan meski hanya denga seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat Nya berselawat pada orang-orang yang sahur (HR Ahmad).

6. Sedekah

Sumber Gambar : sedekah.bincangsyariah.com

Rasulullah saw bersabda,
“ Maukah kamu aku tunjukkan pada pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai dan sedekah akan memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, salat seorang laki-laki pada pertengahan malam (HR Ahmad Al Tarmizi).

Salah satu bentuk sedekah yang sangat dianjurkan selama Ramadan adalah memberi iftar (santapan untuk berbuka puasa) pada orang yang berpuasa.

“Barang siapa yang memberi iftar kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut (HR Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

7. Mandi Sebelum Waktu Fajar

Sumber Gambar : pobbela.com


Mandi yang dimaksud adalah mandi jika selesai haid, nifas atau mandi janabah. Waktunya disunahkan sebelum waktu fajar. Hal ini dilakukan, agar berada dalam kondisi suci saat melakukan puasa.

8. Itikaf
Sumber Gambar : acehtribunnews.com

Itikaf adalah amalan yang paling penting di bulan Ramadan. Yang paling diutamakan dilakukan di 10 malam terakhir. Tujuannya untuk mendapatkan pahala lailatul qadar yang menurut Rasulullah saw ada pada malam-malam 10 terakhir Ramadan.
 
Aisyah ra berkata, "Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi saw menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (isterinya) dan meninggalkan isterinya (tidak berhubungan suami isteri. (HR Bukhari dan Muslim).

Juga disunnahkan untuk membaca pada lailatul qadar doa berikut:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, Sungguh Engkau mencintai maaf maka maafkanlah aku)”.

9. Muhasabah Diri
Muhasabah atau evaluasi diri adalah mutlak dilakukan oleh setiap muslim ynang megharapkan ampunan dari Allah. Mengingat dosa-dosa yang telah dilakukan sebelum Ramadan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Karena semua perbuatan kita akan diminta pertanggung jawabnya oleh Allah swt. Sudah sewajarnya kita mengevaluasi diri untuk berjanji tidak melakukannya lagi atau mengulang kembali.

Inilah 9 amalan utama yang harus kita llakukan di bulan Ramadan. Jika 9 amalan ini mampu kita laksanakan semua insha Allah selepas Ramadan kita akan bersih dari dosa dan menjadi hamba yang selalu ingat pada Nya. Wallahualam.

#Day_ 19
#30HariKebaikanBPN

Friday, May 24, 2019

Tradisi Mudik Yang Selalu Ngangenin




Tradisi Mudik Yang Selalu Ngangenin
Posted by ana_susan I May 24, 2019





Mengulas tentang mudik seolah mengingatkanku akan moment terindah tiga tahun yang lalu (2016). Linangan air mata membasahi pipiku saat bertemu sanak saudara di Bandara Sultan Iskandar Muda. Wajah-wajah mereka terasa asing bagiku. Yah, wajar, karena aku baru bertemu mereka setelah 9 tahun kemudian.
***

Bagi sebagian besar orang pasti melakukan tradisi mudik setiap tahunnya. Tak peduli seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk menuju kampung halaman. Tak peduli secapek apapun perjalanan yang panjang dan melelahkan. Tak peduli sesingkat apapun pertemuan yang akan berlangsung.

Keinginan kuat untuk bertemu sanak keluarga, mengalahkan rasa lelah dan biaya yang besar itu. Bercengkerama dengan mereka, mengingat nostalgia kita saat kecil di rumah yang telah kita tinggalkan. Moment terindah itu akan menjadi kenangan setiap tahunnya.

Tidak Bisa Mudik

Jujur, untuk bercerita tentang pengalaman mudik bagiku agak berat. Tahun- tahun itu harus dengan menahan air mata tidak bertemu dengan keluarga. Jarak tempuh kampung halamanku harus menyeberangi lautan. Melewati darat bisa sampai 4-5 hari dengan biaya yang hampir sama jika aku menempuhnya melalui udara.

Sebenarnya bukan masalah dari biayanya sih. Cuma aku ingin membuktikan bahwa aku akan pulang jika aku telah memiliki pekerjaan yang tetap dengan adanya usaha sekolahan sekarang ini.

Usaha sekolah yang dirintis oleh suami mulai dari nol hingga Alhamdulillah hampir mencapai 20 siswa untuk sekarang. Bukanlah jumlah yang banyak untuk berbagai siswa dan siswi dengan karakter unik. Namun menurut kami itu adalah jumlah yang luar biasa.

Bersama dengan perkembangan itulah, di awalnya kami menahan untuk tidak mudik sama sekali. Kami hanya menelpon untuk melepas kerinduan.


Mudik yang Haru Biru
  
Tahun 2016, tepatnya setelah 11 tahun tsunami. Aku beserta suami dan anak-anakku menginjak kembali bumi Aceh lon sayang. Bumi kelahiranku. Bumi tempat aku dibesarkan bersama mama dan papa. Tapi harus kutinggalkan untuk ikut suami ke pulau seberang.

Sepanjang perjalanan menuju Bandara Sukarno Hatta, bibirku tak berhenti bertasbih dan bertahmid. Memuji kebesaran Nya dan ke Maha BaikanNya pada kami. Sekian tahun yang cukup lama menahan rasa rindu itu.

Aku merasa tidak percaya, sampai-sampai menepuk-nepuk pipiku yang mulai basah dengan linangan air mata. Menatapi gedung-gedung pencakar langit di seputaran Jakarta. Sambil berkata “Apakah aku benar akan menaiki pesawat itu untuk menuju kampung halaman?” ku cubit-cubit lagi pipiku sambil berkata, apa aku mimpi Ya Rabb. Aku pun mengucapkan terima kasih pada suami yang telah mengizinkan dan memudahkan untuk bertemu mereka yang sangat aku cintai.

Pesawat udara siap-siap terbang menuju tanah rencong. Sepanjang jalan melewati cerahnya langit seolah menghiasi cerahnya suasana hatiku saat itu. Dalam pesawat aku tidak tidur sekejappun. Kupandangi wajah suami dan anak-anakku yang capai sepanjang perjalanan. Apalagi suami yang harus memegang tas putriku yang bungsu yang berisi pakaiannya.

Pesawat mulai landing, kulihat sekitarnya masih ada bukit-bukit barisan yang masih hijau. Berbeda dengan Jakarta yang telah dipenuhi gedung-gedung. Sampai-sampai untuk menikmati burung berterbangan saja tidak pernah kulihat sama sekali.

Keluarga aku kabari saat kami naik pesawat dari Jakarta. Niatnya sih ingin memberi kejutan tanpa mengabari mereka. Tapi kami takut jika mereka shock dengan kehadiran kami secara tiba-tiba. Akhirnya saat kami kabari, mereka telah menunggu beberapa jam sebelum pesawat landing.

Dulu sebelum berangkat ke pulau seberang kami masih berempat, anak pertamaku baru berusia 2 tahun sedangkan yang kedua baru 6 bulan. Namun saat kami mudik setelah bertahun-tahun, kami telah berlima. Dimana anak pertamaku telah berusia 11 tahun, yang kedua 9 tahun dan yang ketiga baru 5 tahun.

Mereka telah menunggu kami. Dari kejauhan, pandanganku mulai kabur dengan suasana yang asing. Adik bungsuku menghampiriku sambil memelukku. Sebelum menikah hingga sekarang aku masih sayang padanya. Dia sangat dekat padaku. Waktu aku menikah dia sangat sedih karena kehilanganku. Ditambah aku harus pergi jauh.

Beberapa saat kemudian, mama menyampiriku. Memelukku dan berkata, Alhamdulillah ya nak kita bertemu lagi dan kalian sudah sampai. Kemudian papa yang memelukku erat. Aku sangat dekat dengan papa. Kata mereka aku adalah anak kesayangan mereka. Allah Maha adil, Allah menjauhkan aku dari mereka setelah menikah, agar tidak ada rasa kecemburuan di antaraku dan saudaraku.

Beberapa langkah ku berjalan, adikku yang laki-laki juga menghampiriku. Semua sosok-sosok itu telah berubah. Dia telah menjadi laki-laki dewasa dengan sikapnya yang bersahaja. Berbeda dengan yang dulu. Rambutnya yang panjang masih mengikuti trend remaja saat itu.

Demikian papa dan mama, wajahnya yang dulu masih kenyal, sekarang mulai keriput. Rambutnya juga mulai beruban. Mereka menciumi cucu-cucu mereka sambil memeluk dan menangis karena haru. Rasa syukur tak henti kupanjatkan pada Rabbku yang Maha Baik.

Mudik Sekarang

Tahun ini, aku tidak tahu pasti, apakah aku sekeluarga bisa mudik atau tidak. Mengingat kami harus mengawasi bangunan sekolah untuk pertambahan siswa tahun berikutnya.

Aku tidak begitu berharap untuk pulang, meskipun mama dan papa sudah menyiapkan dana untukku. Namun aku menolaknya, karena aku telah berjanji untuk tidak menyusahkan mereka lagi. Jika pun kami harus mudik, kami akan berangkat bersama-sama.

Semoga Allah memudahkan kami mampu mudik setiap tahunnya. Doakan ya teman-teman. 😊

#Day_18
#30HariKebaikanBPN